PRAKTIK HOSPITALITY MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGELOLAAN DESA WISATA ENDE
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik hospitality masyarakat lokal pada Desa Wisata Ende. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik hospitality masyarakat lokal tercermin dalam sikap ramah, cara menyambut wisatawan, interaksi sosial yang hangat, serta penerapan nilai budaya lokal dalam pelayanan wisata. Faktor pendukung praktik hospitality meliputi kesadaran masyarakat, nilai budaya, dan peran pengelola desa wisata, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan pemahaman pelayanan dan fasilitas pendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hospitality masyarakat lokal menjadi elemen penting dalam mendukung pengelolaan dan pengembangan Desa Wisata Ende.
References
[2] Brotherton, B. (2017). The Nature of Hospitality. London: Routledge.
[3] Deswikasari, W. H., & Saputra, I. G. G. (2023). Persepsi masyarakat lokal dalam pengembangan Desa Wisata Kaba-Kaba. Jurnal Destinasi Pariwisata, 11(2), 331–336.
[4] Hanafi, M. (2024). Community based tourism dalam pengembangan desa wisata di Magelang. Efisiensi: Kajian Ilmu Administrasi, 21(1).
[5] Hiryanto. (2017). Dampak ekonomi dan sosial wisata alam berbasis masyarakat dalam konteks pemberdayaan masyarakat: Studi kasus pada Desa Wisata Bejiharjo, Gunung Kidul. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 10(2).
[6] Lashley, C. (2017). Hospitality and Hospitableness. Oxford: Butterworth-Heinemann.
[7] Putri, I. A., Sari, M., & Cahyani, A. D. (2023). Desa Wisata Brayut sebagai ruang interaksi sosial wisatawan asing dan masyarakat lokal. Journal of Research on Business and Tourism, 3(2).
[8] Sunoko, K., Sumadyo, A., Suastika, M., Wahyuwibowo, A. K., Hermianto, M. N., & Annida, H. (2025). Strategi pengembangan desa wisata berkelanjutan berbasis pemberdayaan hospitality masyarakat Desa Karangmalang Kecamatan Masaran, Sragen. Aktivita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2).
[9] Yoeti, O. A. (2006). Pariwisata Budaya: Masalah dan Solusinya. Jakarta: Pradnya Paramita.
[10] Brotherton, B., & Wood, R. C. (2008). The Nature and Meanings of Hospitality. In B. Brotherton & R. C. Wood (Eds.), The SAGE Handbook of Hospitality Management. London: SAGE Publications.
[11] Hiryanto. (2017). Dampak ekonomi dan sosial wisata alam berbasis masyarakat dalam konteks pemberdayaan masyarakat: Studi kasus pada Desa Wisata Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 10(2), 149–160. https://doi.org/10.21831/jpipfip.v10i2.17908
[12] Lashley, C. (2008). Studying hospitality: Insights from social sciences. Scandinavian Journal of Hospitality and Tourism, 8(1), 69–84. https://doi.org/10.1080/15022250701880745
[13] Mustangin, Kusniawati, D., Islami, N. P., Setyaningrum, B., & Prasetyawati, E. (2017). Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal melalui program desa wisata di Desa Bumiaji. Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, 2(1), 59–72. https://doi.org/10.24198/jsg.v2i1.15282
[14] Nuryanti, W. (1993). Concept, Perspective and Challenges of Tourism Village. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
[15] Pitana, I. G., & Gayatri, P. G. (2005). Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: Andi Offset.
[16] Putri, A. K., & Rahdriawan, M. (2017). Pengembangan desa wisata Kandri berbasis masyarakat. Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota), 5(2), 160–173. https://doi.org/10.14710/tpwk.2016.17877
[17] Riyanto, F., & Nugraha, A. (2023). Development of community-based tourism village through local community participation: Pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat lokal (Sebuah studi literatur). MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary, 1(3), 223–233. https://journal.institercom-edu.org/index.php/multiple/article/view/68
[18] Sidiq, A. J., & Resnawaty, R. (2017). Pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat lokal di Desa Wisata Linggarjati Kuningan, Jawa Barat. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(1), 38–44. https://doi.org/10.24198/jppm.v4i1.14208
[19] Suansri, P. (2003). Community Based Tourism Handbook. Thailand: REST Project.
[20] Sukma Arida, I. N., & Kerti Pujani, L. P. (2017). Kajian penyusunan kriteria-kriteria desa wisata sebagai instrumen dasar pengembangan desa wisata. Jurnal Analisis Pariwisata, 17(1), 1–9.
[21] Nuryanti, W. (1993). Concept, Perspective and Challenges of Tourism Village. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
[22] Suansri, P. (2003). Community Based Tourism Handbook. Thailand: REST Project.








