ANALISIS PERAN COMMUNITY BASED TOURISM (CBT) DALAM PENGELOLAAN FESTIVAL ALUNAN BUDAYA DI DESA PRINGGASELA, KABUPATEN LOMBOK TIMUR

  • Lalu Ferdi Ferdiansyah Universitas Mataram
  • Ahmad Rizaldi Aspri Universitas Mataram
  • Siti Anggriana Universitas Mataram
Keywords: Community Based Tourism (CBT), festival budaya, partisipasi masyarakat, pariwisata berkelanjutan

Abstract

Kajian ini difokuskan pada pengkajian peran Community Based Tourism (CBT) dalam penyelenggaraan Festival Alunan Budaya Desa di Desa Pringgasela. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui pengamatan lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian mencakup aparatur desa, Pokdarwis, tokoh-tokoh berpengaruh di masyarakat, serta warga sekitar lokasi penelitian. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa implementasi CBT dalam penyelenggaraan Festival Alunan Budaya Desa telah berhasil mengikutsertakan warga secara nyata dalam setiap proses, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi dan pemanfaatan hasil kegiatan. Partisipasi aktif tersebut berdampak signifikan terhadap upaya mempertahankan warisan budaya daerah, memperkuat jati diri budaya lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM dan industri tenun tradisional. Di samping itu, Pokdarwis menjalankan fungsi strategis sebagai fasilitator yang turut mendukung pengelolaan sekaligus promosi festival budaya. Oleh karena itu, penerapan CBT diyakini mampu menjadi landasan pengembangan pariwisata berbasis budaya yang tumbuh secara berkelanjutan di Desa Pringgasela.

References

[1] Antonius Sugiarto a, & I Gusti Agung Oka Mahagangga a. (2020). Kendala Pengembangan Pariwisata di Destinasi Pariwisata Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (Studi kasus komponen produk pariwisata). Jurnal Destinasi Pariwisata.
[2] Ardianti, Y., & Eprilianto, D. F. (2022). PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA MELALUI PENDEKATAN COMMUNITY BASED TOURISM (Studi Pada Desa Tanjungan Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto). Publika, 1269–1282. https://doi.org/10.26740/publika.v10n4.p1269-1282
[3] Denisse Andrea Juliana & Evi Priyanti. (2023). Partisipasi Masyrakat Dalam Pembangunan Desa Di Ciledug,Kecamtan Setu, Kabupaten Bekasi.
[4] Fitriana, R., & Fakhira, D. R. (2019). ANALISIS KEPUASAN WISATAWAN BERDASARKAN UNSUR DESTINASI WISATA DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA. 24(1).
[5] Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
[6] Nisa, K. (2023). ANALISIS PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA PRINGGASELA KECAMATAN PRINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR. 2(8).
[7] Okazaki, E. (2008). A Community-Based Tourism Model: Its Conception and Use. Journal of Sustainable Tourism, 16(5), 511–529. https://doi.org/10.1080/09669580802159594
[8] Raya, I.-T. P. (2019). PRESERVASI BUDAYA LOKAL DALAM MENGISI KEMAJUAN PARIWISATA ALAM PULAU NUSA PENIDA - BALI. 03(01).
[9] Suansri, P. (2003). Community Based Tourism Handbook.
[10] Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
[11] Tosun, C. (2000). Limits to community participation in the tourism development process in developing countries. Tourism Management, 21(6), 613–633. https://doi.org/10.1016/S0261-5177(00)00009-1
[12] WCED. (1987). Report of the World Commission on Environment and Development: Our Common Future. https://sdgs.un.org/.
Published
2026-06-06
How to Cite
Ferdiansyah, L., Aspri, A. and Anggriana, S. (2026) “ANALISIS PERAN COMMUNITY BASED TOURISM (CBT) DALAM PENGELOLAAN FESTIVAL ALUNAN BUDAYA DI DESA PRINGGASELA, KABUPATEN LOMBOK TIMUR”, Jurnal Ilmiah Hospitality, 15(1), pp. 37-46. doi: 10.47492/jih.v15i1.4118.
Section
Articles