IDENTIFIKASI POTENSI PRODUK EKONOMI KREATIF DI DESA JAGO, KABUPATEN LOMBOK TENGAH

  • Murianto Murianto Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram, Mataram, Indonesia
  • Lalu Yulendra Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram, Mataram, Indonesia
  • Muharis Ali Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram, Mataram, Indonesia
  • Uwi Martayadi Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram, Mataram, Indonesia
Keywords: Ekonomi Kreatif, Desa Wisata, Kerajinan Tangan, Kuliner Khas, Desa Jago

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi produk ekonomi kreatif yang dimiliki Desa Jago, Kabupaten Lombok Tengah, serta menganalisis peran potensi tersebut dalam mendukung pengembangan desa wisata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pengrajin, tokoh masyarakat, dan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta studi dokumentasi terhadap dokumen dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Jago memiliki beragam potensi ekonomi kreatif, terutama dalam subsektor kerajinan tangan dan kuliner khas. Kerajinan tangan yang menjadi unggulan meliputi produk berbahan tempurung kelapa, kerajinan kayu, serta aksesoris dari manik-manik, kerang, dan batu-batuan, yang sebagian besar diproduksi secara tradisional dan turun-temurun. Selain itu, Desa Jago juga memiliki potensi arsitektur kapal tradisional yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata unik. Potensi kuliner khas desa masih perlu pengembangan agar lebih kompetitif terhadap makanan barat yang familiar bagi wisatawan. Pengembangan ekonomi kreatif berperan penting dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, menciptakan lapangan kerja baru, serta melestarikan budaya dan kearifan lokal. Strategi pengembangan produk, diversifikasi jenis kerajinan dan kuliner, serta pemasaran efektif, didukung oleh pemerintah dan pemangku kepentingan, menjadi kunci untuk memaksimalkan peran ekonomi kreatif sebagai penunjang pengembangan desa wisata yang berkelanjutan.

References

[1] Antara, M., & Arida, I. N. S. (2015). Panduan pengelolaan desa wisata berbasis potensi lokal. Denpasar: Pustaka Larasan.
[2] Antara, R., & Arida, R. (2015). Kerajinan tangan berbasis budaya lokal sebagai daya tarik wisata. Jakarta: Penerbit Kreatif.
[3] Antara, S., & Arida, D. (2015). Desa wisata dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Jakarta: Pustaka Pariwisata.
[4] Ardiansah, F., et al. (2020). Pengembangan ekonomi kreatif sebagai penunjang pariwisata desa. Yogyakarta: Media Kreatif.
[5] Ardiansah, R., et al. (2020). Ekonomi kreatif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta Press.
[6] Ardiansah, R., Nugroho, I., & Muljaningsih, S. (2020). Peran ekonomi kreatif dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat. Jurnal Pariwisata dan Pembangunan Daerah, 4(2), 85–96.
[7] Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2018). Rencana strategis Badan Ekonomi Kreatif 2018–2025. Jakarta: BEKRAF.
[8] Bekraf. (2018). Pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya lokal. Jakarta: Badan Ekonomi Kreatif.
[9] Hadiwijoyo, H. (2012). Manajemen pariwisata desa. Dalam Antara, S., & Arida, D. (Ed.). Jakarta: Pustaka Pariwisata.
[10] adiwijoyo, S. S. (2012). Perencanaan pariwisata perdesaan berbasis masyarakat. Yogyakarta: Graha Ilmu.
[11] Henderson, J. C. (2007). Tourism and Small Cities and Towns. Oxford: Butterworth-Heinemann.
[12] Howkins, J. (2001). The Creative Economy: How People Make Money from Ideas. London: Penguin Books.
[13] Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2020). Rencana Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional. Jakarta: Kemenparekraf.
[14] Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2014). Pengembangan ekonomi kreatif Indonesia. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
[15] Menparekraf. (2014). Ekonomi kreatif sebagai peluang usaha di desa. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
[16] Menparekraf. (2014). Pedoman pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
[17] Miles, M.B., & Huberman, A.M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. California: Sage Publications.
[18] Paembonan, M. (2023). Potensi ekonomi kreatif masyarakat desa. Lombok: Penerbit Nusantara.
[19] Pradana, F., Suryani, E., & Hidayat, A. (2020). Integrasi desa wisata dan ekonomi kreatif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Pariwisata, 6(1), 45–56.
[20] Soekarya, A. (2011). Pembangunan Pariwisata Berbasis Masyarakat. Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
[21] Soekarya, I. (2011). Desa wisata sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat. Jakarta: Bumi Aksara.
[22] Soekarya, I. (2011). Pengembangan desa wisata dan ekonomi masyarakat lokal. Jakarta: Penerbit Kom
[23] Trisnawati, N., et al. (2018). Peran ekonomi kreatif dalam pemberdayaan desa wisata. Bandung: Alfabeta.
[24] Trisnawati, R., Wulandari, D., & Haryanto, J. T. (2018). Ekonomi kreatif sebagai strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 9(2), 123–134.
[25] Yin, R.K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.
Published
2025-12-31
How to Cite
Murianto, M., Yulendra, L., Ali, M. and Martayadi, U. (2025) “IDENTIFIKASI POTENSI PRODUK EKONOMI KREATIF DI DESA JAGO, KABUPATEN LOMBOK TENGAH”, Jurnal Ilmiah Hospitality, 14(2), pp. 855-864. doi: 10.47492/jih.v14i2.4025.