STIMULASI KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI MEDIA ORIGAMI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD NURUL HIDAYAH

  • Lucky Dewanti Universitas Muhammadiyah Bogor Raya, Bogor, Indonesia
  • Lia Budiarti Universitas Muhammadiyah Bogor Raya, Bogor, Indonesia
  • Naufal Ramadian Universitas Muhammadiyah Bogor Raya, Bogor, Indonesia
  • Ririn Tjahjaningsih Universitas Muhammadiyah Bogor Raya, Bogor, Indonesia
Keywords: Stimulasi Kemampuan Motorik Halus, Anak Usia 5-6 Tahun, Media Origami.

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik halus anak usia 5–6 tahun di PAUD Nurul Hidayah serta kurangnya variasi media pembelajaran yang digunakan guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan peningkatan keterampilan motorik halus melalui media origami. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus dengan subjek 14 anak. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian hasil karya, lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator keterampilan motorik halus. Pada pra siklus rata-rata keterampilan anak hanya 30,36%, meningkat menjadi 41,52% pada siklus I, dan mencapai 81,70% pada siklus II, melampaui indikator keberhasilan 75%. Secara spesifik, indikator menggambar sesuai gagasan, melipat kertas, serta menggunakan alat tulis dengan benar menunjukkan peningkatan konsisten dari kategori Belum Berkembang menuju Berkembang Sesuai Harapan dan Berkembang Sangat Baik. Dengan demikian, media origami terbukti efektif dalam menstimulasi keterampilan motorik halus anak usia 5–6 tahun melalui pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.

References

[1] Bredekamp, S., Copple, C. 2009. Developmentally Appropriate Practice In Early Childhood Programs Serving Children From Birth Through Age 8 (3rd ed.). Washington, DC: National Association for the Education of Young Children.
[2] Danis Widyastuti, Panduan Perkembangan Anak 0-1 Tahun. Jakarta: Anggota IKAPI Puspa Swara. hlm.20.
[3] Darnis, S. 2022. Penyebab dan resiko stunting: implikasi terhadap pendidikan anak usia dini. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia, 2(2), 343-356.
[4] Decaprio, R. 2017. Panduan Mengembangkan Kecerdasan Motorik Siswa. Yogyakarta: Diva Press.
[5] Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. 2007. Pedoman Pembelajaran Berbasis Motorik. Jakarta: Depdiknas.
[6] Emilian, S. 2024. Hubungan tingkat perkembangan anak dengan pelaksanaan kemandirian anak usia pra sekolah di TK Taman Indria Taman Sidoarjo.
[7] Skripsi. Surabaya: STIKES Hang Tuah Surabaya.
[8] Erikson, E. H. 1963. Childhood and society (2d ed, rev.). New York: Norton
[9] Faizatin, N. 2018. Peningkatan motorik halus melalui kegiatan origami pada anak Kelompok A TK DWP Kedungrukem Benjeng Gresik Tahun Pelajaran 2015/2016. PEDAGOGI: Jurnal Anak Usia Dini Dan Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 80-88.
[10] Holiyah, O, Fadilah, IH, Ma’arif, M. 2025. Upaya meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan 3M (melipat, menggunting, dan menempel) kertas origami pada anak usia 5-6 tahun di RA Nurul Hidayah.Jurnal Intelek Insan Cendekia. 2(6): 10865-10873.
[11] Huliyah, M. 2021. Strategi Pengembangan Moral Dan Karakter Anak Usia Dini.Yogyakarta: Jejak Pustaka
[12] Hurlock, EG. 1978. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.
[13] Hurlock, E. B. 2012. Developmental Psychology (6th ed.). New York: McGraw-
[14] Hill.Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2014. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang.
Published
2025-12-31
How to Cite
Dewanti, L., Budiarti, L., Ramadian, N. and Tjahjaningsih, R. (2025) “STIMULASI KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI MEDIA ORIGAMI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD NURUL HIDAYAH”, Jurnal Ilmiah Hospitality, 14(2), pp. 795-814. doi: 10.47492/jih.v14i2.4019.