ANALISIS STRATEGI PEMASARAN RASAMADU HERITAGE SEBAGAI DAYA TARIK WISATA SEJARAH DI KOTA SOLO

  • Ni Putu Lilik Widyayanthi Universitas Udayana, Bali, Indonesia
  • Putu Wira Parama Suta Universitas Udayana, Bali, Indonesia
  • Ni Kadek Sri Mirayani Universitas Udayana, Bali, Indonesia
  • I Putu Andre Adi Putra Pratama Universitas Udayana, Bali, Indonesia
Keywords: Heritage, Museum, Wisata Sejarah, Strategi Pemasaran, Bauran Pemasaran, 7P.

Abstract

Rasamadu Heritage merupakan daya tarik wisata yang memanfaatkan bangunan bekas pabrik gula era kolonial Belanda. Kawasan ini awalnya dikenal sebagai The Heritage Palace dan mengalami revitalisasi serta rebranding pada tahun 2024 menjadi Rasamadu Heritage. Meskipun memiliki potensi sebagai daya tarik wisata sejarah, terdapat kesenjangan antara atraksi yang ditawarkan dengan pengalaman yang dirasakan wisatawan. Hal ini tercermin dari ulasan wisatawan dan ketidaksesuaian antara tema yang dipromosikan dengan atraksi yang ditawarkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bauran pemasaran dan strategi pengembangan pemasaran yang diterapkan di Rasamadu Heritage, dengan fokus pada elemen 7P, yaitu product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dengan pengelola, karyawan, dan wisatawan serta observasi langsung, dan data sekunder melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi alternatif yang dapat diterapkan meliputi penguatan nilai sejarah dan budaya melalui tour sejarah dan edukasi digital, diferensiasi harga serta paket kunjungan untuk berbagai segmen wisatawan, serta pengembangan promosi melalui media sosial dan iklan berbayar (paid ads). Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman dan kepuasan wisatawan sekaligus memperkuat citra Rasamadu Heritage sebagai daya tarik wisata sejarah di Kota Solo.

References

[1] Anggara, B., Sudiarta, I. N., & Arismayanti, N. K. (2023). The Influence of Marketing Mix on Tourist Satisfaction in Sade Tourism Village, Central Lombok, West Nusa Tenggara. International Journal of Humanities Education and Social Sciences, 3(2), 548–556. https://doi.org/10.55227/ijhess.v3i2.573
[2] Cooper, C. (2016). Essentials of Tourism (2nd ed.). Harlow, England: Pearson Education Limited.
[3] Dewi, R. P., Hindra, H. N., & Widiyowati, E. (2025). Strategi Komunikasi Pemasaran Museum Private Tumurun dalam Mempertahankan Kunjungan Wisatawan. Solidaritas, 8(2). https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sldrts/article/view/11226.
[4] Faried, R. K., Sendra, I. M., & Ariana, N. (2024). Development strategy for heritage tourism areas in Bandung City. International Journal of Education, Vocational and Social Science, 4(1), 81–98. https://doi.org/10.63922/ijevss.v4i01.1418.
[5] Filieri, R. (2016). What Makes an Online Consumer Review Trustworthy? Annals of Tourism Research, 58, 46–64. https://doi.org/10.1016/j.annals.2015.12.019.
[6] Hanggraito, A. A., Wiratama, A. S., & Saifuddien, R. A. (2020). Alternatif strategi bauran pemasaran 7P Museum Batik Yogyakarta. Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan, 4(2), 72–83. https://doi.org/10.34013/jk.v4i2.50.
[7] Hardani, A., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Fardani, R. A., Sukmana, D. J., & Istiqomah, R. R. (2020). Metode penelitian kualitatif & kuantitatif. Jakarta: CV. Pustaka Ilmu.
[8] Koc, E., & Ayyildiz, A. Y. (2021). Culture’s influence on the design and delivery of the marketing mix elements in tourism and hospitality. Sustainability, 13(21), 11630. https://doi.org/10.3390/su132111630
[9] Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Harlow, England: Pearson.
[10] Kotler, P., & Armstrong, G. (2018). Principles of marketing (17th ed.). Harlow, England: Pearson.
[11] Kushwaha, G. S., & Agrawal, S. R. (2015). An Indian customer surrounding 7P’s of service marketing. Journal of Retailing and Consumer Services, 22, 85–95. https://doi.org/10.1016/j.jretconser.2014.10.006
[12] Liu, X. (2021). Utilizing Museum Marketing Strategies to Help Xianyang Museum to attract visitors. In Proceedings of the 7th International Conference on Humanities and Social Science Research (ICHSSR 2021) (pp. 713–719). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/assehr.k.210519.142
[13] Lupiyoadi, R. (2014). Manajemen Pemasaran Jasa Berbasis Kompetensi (3rd ed.). Jakarta: Salemba Empat.
[14] Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
[15] Mirayani, N. K. S., Widjaya, I. G. N. O., Widyayanthi, N. P. L., & Suta, P. W. P. (2025). Analisis Komunikasi Pemasaran Aston Denpasar Hotel & Convention Center dalam Membentuk Citra Positif. TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination, 4(2), 95–102. https://doi.org/10.55123/toba.v4i2.5211.
[16] Murti, A. B. (2017). Strategi Komunikasi Pemasaran Museum Gunungapi Merapi dan Museum Affandi Yogyakarta dalam Meningkatkan Jumlah Pengunjung. Universitas Islam Indonesia.
[17] Palmer, A. (2011). Principles of Services Marketing (6th ed.). McGraw-Hill Education.
[18] Poria, Y., Reichel, A., & Cohen, R. (2013). Tourists’ Perceptions of World Heritage Site and Its Designation. Tourism Management, 35, 272–274. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2012.02.011
[19] Rasamadu Heritage. 2025. Rasamadu Heritage. https://www.rasamaduheritage.com/ (diakses 2025).
[20] Rasamadu Heritage Google reviews. 2025. https://www.google.com/search?q=Rasamadu+Heritage+Reviews (diakses 2025)
[21] Sihombing, M. S., Adiputra, Y. S., & Sophia, U. (2024). Strategi promosi dan pemasaran Dinas Pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Kabupaten Karimun. TERANG: Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, 1(4), 163–176. https://doi.org/10.62383/terang.v1i4.632.
[22] Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
[23] Sulistyaningrum, A. T. A., Salsabila, A. D., & Angelin, C. (2025). Authenticity dan Immersion di Theme Park Rasamadu Heritage, Solo. Jurnal Nasional Pariwisata. https://doi.org/10.22146/jnp.102983.
[24] Wijana, P., Pratama, I. P., Pitanatri, I., Mirayani, N. K., & Widjaya, I. G. (2025). Studi Perilaku Penggunaan Media Sosial Wisatawan Milenial dalam Pencarian Informasi Daya Tarik Wisata di Kabupaten Badung. Journal of Responsible Tourism, 5(1), 615–624. https://doi.org/10.47492/jrt.v5i1.3910
[25] Zaida, S. N. A., & Arifin, N. H. S. (2010). Surakarta: Perkembangan Kota Sebagai Akibat Pengaruh Perubahan Sosial Pada Bekas Ibukota Kerajaan Di Jawa. Jurnal Lanskap Indonesia, 2(2). https://doi.org/10.29244/jli.2010.2.2.%25p.
[26] Zeithaml, V. A., Bitner, M. J., & Gremler, D. D. (2018). Services Marketing: Integrating Customer Focus Across the Firm (7th ed.). McGraw-Hill Education.
Published
2025-12-31
How to Cite
Widyayanthi, N. P., Suta, P. W., Mirayani, N. K. and Putra Pratama, I. P. (2025) “ANALISIS STRATEGI PEMASARAN RASAMADU HERITAGE SEBAGAI DAYA TARIK WISATA SEJARAH DI KOTA SOLO”, Jurnal Ilmiah Hospitality, 14(2), pp. 745-758. doi: 10.47492/jih.v14i2.4015.