PELESTARIAN TRADISI MAKAN BAJAMBA SEBAGAI WARISAN BUDAYA TAK BENDA DI MINANGKABAU

  • Tory Tri Hardi Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Padang, Indonesia
Keywords: Makan Bajamba, Minangkabau, Warisan Budaya Tak Benda, Nilai Budaya, Pelestarian Budaya.

Abstract

Tradisi Makan Bajamba merupakan salah satu warisan budaya tak benda masyarakat Minangkabau yang mengandung nilai-nilai sosial, adat, dan filosofi kehidupan yang luhur. Tradisi ini tidak sekadar menjadi aktivitas makan bersama, melainkan berfungsi sebagai media pembentukan karakter, penguatan solidaritas sosial, serta penanaman nilai kebersamaan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk, nilai budaya, serta tantangan pelestarian tradisi Makan Bajamba di tengah arus modernisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kepustakaan dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dari buku, artikel ilmiah, jurnal, dan sumber daring yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Makan Bajamba masih dilaksanakan dalam berbagai upacara adat dan keagamaan, namun mengalami pergeseran terutama dalam pola penyajian makanan yang cenderung digantikan oleh sistem prasmanan. Perubahan ini berpotensi mengikis nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam tradisi tersebut, terutama di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian yang berkelanjutan melalui peran aktif masyarakat adat, keluarga, dan dukungan pemerintah agar tradisi Makan Bajamba tetap lestari sebagai bagian dari identitas budaya Minangkabau dan warisan budaya tak benda Indonesi.

References

[1] Abdul Hafizh. 2018. Tradisi Makan Bajamba di Desa Salo Timur Kecamatan Salo Kabupaten Kampar.
[2] Aini, Welsa, Septian Alya Hustrida, Silvina Noviyanti, and Faizal Chan. 2024. “Analisis Budaya Dalam Tradisi Perkawinan Di Adat Minangkabau.” 4: 2844–51.
[3] Erlina. 2023. Nilai Kebersamaan dalam Tradisi Makan Bajamba.
[4] Hardi, Tory Tri. 2021. “Pelestarian Tradisi Makan Bajamba sebagai Warisan Budaya Tak Benda di Minangkabau.” Journal of Responsible Tourism, 1(1): 1–12.
[5] Idris. 2016. Warisan Budaya Tak Benda: Konsep, Kategori, dan Pelestariannya.
[6] Luthfyah, Elya Nur, Ute Lies, Siti Khadijah, Elnovani Lusiana, and Banjar Jurnal Ilmiah. 2023. “Sarengseng Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Dari Desa Contact : Cite This Article :” 2(4): 1–8.
[7] Makan, Tradisi, and Bajamba Di. 2023. “STUDI LIVING HADIS Nasrulloh Keywords : Eating Bajamba , Minangkabau , Living Hadis Islam Untuk Adaptif Selektif Terhadap Adat Istiadat Yang Mempunyai Eksistensi Hukum Umat Islam Dalam Kehidupan Bermasyarakat Banyak Mempraktekkan Agama Dari Buku-Buku Seperti Akidah Baru Yang Berupaya Memaknai Sebuah Dunia , Terjadinya Persinggungan Antara Masyarakat Minangkabau Adalah Masyarakat Yang Hidup Di Daerah Sumatera.” 6(2): 177–87.
[8] Malik, Rahman. 2016. “Ikatan Kekerabatan Etnis Minangkabau Dalam Melestarikan Nilai Budaya Minangkabau Di Perantauan Sebagai Wujud Warga NKRI.”
[9] Minangkabau, Rumah Gadang, Rosalinda Wiemar, Universitas Trisakti, Yasraf Amir Piliang, Deddy Wahjudi, Ruly Darmawan, and Kata Kunci. 2022. “Volume : 8 Bulan : Agustus Tahun : 2022 Volume : 8 Nomor : 3 Bulan : Agustus Tahun : 2022.” : 1029–38. doi:10.32884/ideas.v8i3.943.
[10] Rahmatika, Safarra Fitri, Febri Yulika, and Hijratur Rahmi. 2021. “Ethnography Pergeseran Nilai Pada Tradisi Makan Bajamba Di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam.” 2.
[11] Sdn, D I, and Parak Kopi. 2025. “No Title.” 4(3): 4976–87.
Published
2025-12-31
How to Cite
Hardi, T. (2025) “PELESTARIAN TRADISI MAKAN BAJAMBA SEBAGAI WARISAN BUDAYA TAK BENDA DI MINANGKABAU”, Jurnal Ilmiah Hospitality, 14(2), pp. 737-744. doi: 10.47492/jih.v14i2.4014.