DINAMIKA KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM USAHA MIKRO PARIWISATA: PERSPEKTIF PARTISIPATIF
Abstract
Penelitian mengkaji bentuk, tantangan serta peluang partisipasi masyarakat dalam usaha mikro pariwisata, serta sejauh mana usaha mikro ini memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan dan Pembangunan berkelanjutan di daerah wisata Legian, Badung Bali. Dalam usaha mikro pariwisata, peran masyarakat erat kaitannya dengan Pembangunan partisipatif. Dimana masyarakat tidak hanya sebagai penerima manfaat dari usaha tersebut, melainkan terlibat aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam menggali pengalaman dan persepsi masyarakat yang menjalankan usaha mikro dengan hanya berfokus kepada masyarakat yang memiliki usaha mikro pariwisata di kawasan Legian sebagai fokus utama objek penelitian. Keterlibatan masyarakat Legian dalam usaha mikro pariwisata terimplementasi kedalam bermacam bentuk usaha mikro seperti usaha toko souvenir, usaha spa, homestay, pemandu wisata, usaha makanan dan minuman yang berskala kecil. Keterlibatan masyarakat Legian dalam menjalankan usaha mikro di sektor pariwisata menunjukkan dinamika yang kompleks dan signifikan seperti perubahaan pada sektor pekerjaan atau mata pencaharian, pola konsumsi serta interaksi budaya yang muncul akibat adanya wisatawan. Walaupun memberikan dampak yang positif terhadap perekonomian masyarakat setempat, namun terdapat tekanan sosial akan tetapi masyarakat Legian mampu menjaga kestabilan sosial budaya mereka dengan berpegangan kuat terhadap nilai adat dan tradisi lokal yang mereka miliki. Keterlibatan yang dirasakan oleh Sebagian besar masyarakat masih belum sepenuhnya merepresentasikan partisipasi yang substantif. Oleh karena itu, sangat disarankan kepada pihak terkait untuk memberikan ruang lebih bagi masyarakat dalam keterlibatan mereka di sektor pariwisata khususnya bagi mereka yang menjalani usaha mikro di sektor pariwisata.
References
[2] Baskoro, B. R. A., & Rukendi, C. (2008). Membangun Kota Pariwisata Berbasis Komunitas; Sebuah Kajian Teoritis. Jurnal Kepariwisataan Indonesia Departemen Kebudayaan Dan Pariwisata Indonesia, 3(1), 5–7.
[3] Chambers, R. (2014). Rural development: Putting the last first. Routledge.
[4] Cole, S. (2006). Cultural tourism, community participation and empowerment. Cultural Tourism in a Changing World: Politics, Participation and (Re) Presentation, 7.
[5] Creswell, J. W., & Hirose, M. (2019). Mixed methods and survey research in family medicine and community health. Family Medicine and Community Health, 7(2), e000086.
[6] Damanik, J., & Weber, H. F. (2006). Perencanaan ekowisata: Dari teori ke aplikasi.
[7] Indonesia, R. (2009). Undang-undang nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Jakarta: Republik Indonesia.
[8] Nurhidayati, S. E. (2015). Studi evaluasi penerapan Community Based Tourism (CBT) sebagai pendukung agrowisata berkelanjutan. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 28(1), 1–10.
[9] Pearce, J. A., & Robinson, R. B. (2008). Manajemen Strategis: Formulasi, Implementasi & Pengendalian. Terjemahan Buku, 1.
[10] Pendit, N. S. (2002). Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana–Cet. 8 (Edisi Terbaru) dengan Perbaikan–Perbaikan. Penerbit Pradnya Paramita: Jakarta.
[11] Pitana, I. G. (1999). Community Management dalam Pembangunan Pariwisata. Majalah Ilmiah Pariwisata-Analisis Pariwisata PS Pariwisata Universitas Udayana, 2(2), 75–77.
[12] Purnamasari, A. (2011). Pengembangan Masyarakat Untuk Pariwisata di Kampung Wisata Toddabojo Provinsi Sulawesi Selatan. Journal of Regional and City Planning, 22, 49. https://doi.org/10.5614/jpwk.2011.22.1.4
[13] Wijana, P. A., Pitanatri, I. A., & Pratama, I. P. A. A. P. (2025). Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Konsep Edu-Tourism Melalui TPS 3R KSM Nangun Resik Desa Paksebali. Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata, 21(2), 249-259. https://doi.org/10.56910/gemawisata.v21i2.692
[14] Pratama, I. P. A. P., Widjaya, I. G. N. O., Pitanatri, I. A., & Wijana, P. A. (2025). PERAN EFIKASI DIRI DAN RESILIENSI DALAM MEMBANGUN KETAHANAN UMKM DI KAWASAN WISATA BEDUGUL, KABUPATEN TABANAN, BALI. Journal Of Responsible Tourism, 5(1), 585-600.
[15] Pratama, I. P. A. A. P., Mananda, I. G. P. B. S., & Sari, N. P. R. (2023). The Influence of Self-Efficacy on The Resiliency of Communities Working in Non-Star Accommodation Business in Ubud Village Post-Pandemics Covid-19. Journal of Social Research, 2(5), 1538-1547.
[16] Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.
[17] Suta, P. W. P., Sastrawan, I. G. A., Mirayani, N. K. S., Widyayanthi, N. P. L., & Kesumadewi, A. A. A. R. (2025). Identifikasi Peran dan Strategi Kolaborasi Penta Helix Pada Desa Wisata Pujon Kidul Malang. JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 114–124. https://doi.org/10.60126/jgen.v3i1.718
[18] Suta, P. W. P., Widyayanthi, N. P. L., Kesumadewi, A. A. A. R., & Juniarta, P. P. (2025). Inovasi nelayan pada ekowisata Kampoeng Kepiting, Tuban, Bali. TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination, 4(2), 86–94.https://doi.org/10.55123/toba.v4i2.5179
[19] Syafi’i, M., & Suwandono, D. (2015). Perencanaan desa wisata dengan pendekatan konsep community based tourism (CBT) di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Ruang, 1(2), 51–60.
[20] Wahab, S. (1975). Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung: Angkasa.
[21] Widjaya, I. G. N. O., Mirayani, N. K. S., Putra, I. P. A. A., & Wijana, P. A. (2025). Peran Event Senja Di Denpasar Dalam Pemberdayaan Umkm Penyandang Disabilitas Kota Denpasar. Journal Of Responsible Tourism, 5(1), 559-570.








