ANALISIS POTENSI DESA WISATA DI KABUPATEN LOMBOK UTARA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis potensi desa wisata di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kabupaten ini dikenal dengan destinasi internasional Gili Tramena (Trawangan, Meno, dan Air), serta memiliki kekayaan alam dan budaya yang berpotensi besar untuk dikembangkan melalui pariwisata alternatif berbasis masyarakat, salah satunya desa wisata. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen, yang dilaksanakan pada 17 desa wisata di lima kecamatan (Pemenang, Tanjung, Gangga, Kayangan, dan Bayan), dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat lokal, dan Pokdarwis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 17 desa, hanya enam desa wisata yang memiliki potensi unggulan, yaitu Bayan, Senaru, Sambi Elen, Sigar Penjalin, Samaguna, dan Santong. Desa-desa tersebut menawarkan atraksi wisata beragam, mulai dari keindahan alam berupa pantai, air terjun, dan perbukitan, hingga atraksi budaya seperti tradisi adat, kesenian lokal, dan kehidupan masyarakat tradisional, yang dapat dikembangkan untuk mendukung pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Lombok Utara.
References
[2] Anisa Mar’atussoliha, “Potensi Pariwisata Pemancingan dalam Meningkatkan Perekonomisn Masyarakat Pesisir Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo" Vol.1 No.7 (Desember 2020)
[3] Bambang Supriadi dan Nanny Roedjinandari, Perencanaan dan Pengembangan Destinasi Pariwisata, (Malang: Universitas Negeri Malang, 2017), hal. 151.
[4] Fakhrana Alisa and Zafran Ridho,” Sustainable Cultural Tourism Development: A Strategic For Revenue Generation in Local Communities” Vol.4 No.2 (2020)
[5] Ferdinando. C. L. PAAT, Analisis Potensi dan Pengembangan Pariwisata di Kota Tomohon, (Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana, 2014), hal. 15.
[6] I Gede Surya Pratama and I.A Cynthia Salsaria Mandaasari, “The Impact of Tourism Development on the Economic, Cultural and Environmental Aspects of Local Communities” Vol.7 No.1 (2019)
[7] I Gusti Bagus Arjana, Geografi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, (Depok: PT Raja Grafindo, 2017), hal. 90
[8] Madiun, I Nyoman. 2008. Partisipasi Masyarakat Lokal Dalam Pengembangan Kawasan Pariwisata Nusa Dua (Perspektif Kajian Budaya (Desertasi). Denpasar : Progaram Dokor Program Pasca Sarjana Universitas Udayana
[9] Mardi Yatmo Hutomo. 2000. Pemberdayaan Masyarakat dalam Bidang Ekonomi: Tinjauan Teoritis dan Implementasi. Jakarta: Bappenas.
[10] Millenia, Jane et al. Strategi Pengembangan Wisata Mangrove Desa Sedari Berbasis
[11] Analisis 4A (Attraction, Accessibility, Amenities, Ancillary Services). Jurnal Ilmiah Pariwisata,
[12] Murdiyanto, E. 2010. Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Karang-geneng, Purwobinangun, Pakem, Sleman.SEPA7(2): 91–101.
[13] Pitana, I Gde dan Putu G. Gayatri. 2005. Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: CV Andi Offset.
[14] Samsul Alam Fyka, Lukman Yunus, Muhammad Aswar Limi, Awaludin Hamzah, Darwan,”analisis dampak pengembangan wisata pulau bokori terhadap kondisi social ekonomi masyarakat bajo (studi kasus di desa mekar kecamatan soropia)”, vol. 3, no. 29 (july 2018)








