POTENSI IDENTITAS BUDAYA PACOA JARA DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA BERKELANJUTAN DI KABUPATEN BIMA`
Abstract
Pacoa Jara merupakan tradisi pacuan kuda khas masyarakat Bima, Nusa Tenggara Barat, yang memiliki nilai historis, sosial, dan simbolik yang tinggi. Tradisi ini unik karena melibatkan joki anak-anak dan dilakukan tanpa pelana, serta telah menjadi bagian penting dari identitas budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi potensi Pacoa Jara sebagai atraksi pariwisata budaya berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pacoa Jara tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat Bima, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui pemberdayaan UMKM dan pelaku usaha lokal. Namun, pelestarian tradisi ini menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, isu keselamatan joki anak, dan risiko komersialisasi. Diperlukan strategi promosi, regulasi, dan pelibatan komunitas secara aktif agar Pacoa Jara dapat dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pariwisata berbasis budaya.
References
[2] Dari, U., Amirullah, & Hayati, E. (n.d.). Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi pacu kude tradisional Gayo di Kabupaten Bener Meriah. Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Syiah Kuala.
[3] Dinas Pariwisata Kabupaten Bima. (2022). Laporan tahunan kegiatan budaya. Dinas Pariwisata Kabupaten Bima.
[4] Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (n.d.). Warisan budaya tak benda. Diakses dari https://www.kemdikbud.go.id
[5] Liputan6. (2023, Juni 1). Berawal dari perayaan ulang tahun Ratu Belanda, Pacoa Jara jadi tradisi pacuan kuda ala joki kecil khas Bima. https://www.liputan6.com/regional/read/5314881/berawal-dari-perayaan-ulang-tahun-ratu-belanda-pacoa-jara-jadi-tradisi-pacuan-kuda-ala-joki-kecil-khas-bima








