PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN DESA WISATA (STUDI KASUS: DESA TETEBATU, KECAMATAN SIKUR, LOMBOK TIMUR)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Tetebatu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian setelah data terkumpul baik itu data primer dan sekunder, selanjutnya akan dilakukan analisis data menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman yang terdiri dari data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclusion drawing / verification (penarikan kesimpulan / verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Tetebatu dilakukan melalui berbagai bentuk kegiatan seperti pendampingan yang terdiri dari (pelatihan bahasa inggris, pelatihan tata kelola homestay, pelatihan pengolahan sampah (ecobrick), pelatihan tour guide dan porter, dan pelatihan untuk membuka kelas memasak (cooking class)), pembangunan sarana dan prasarana, serta pembentukan organisasi desa wisata yaitu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Hal ini turut berperan penting dalam memberikan kontribusi besar pada peningkatan partisipasi dan kesejahteraan masyarakat setempat. Dengan pemberdayaan ini, masyarakat dapat memperoleh kemandirian ekonomi, melestarikan lingkungan, dan memperkuat budaya lokal. Pada akhirnya, hal ini akan mendorong pariwisata berkelanjutan yang berbasiskan masyarakat.
References
[2] Fadilla, H. (2024). Pengembangan Sektor Pariwisata untuk Meningkatkan Pendapatan Daerah di Indonesia. BENEFIT: Journal Of Business, Economics, And Finance, 2(1), 36–43. https://doi.org/https://doi.org/10.70437/manfaat.v2il.375
[3] Gautama, B. P., Yuliawati, A. K., Nurhayati, N. S., Fitriyani, E., & Pratiwi, I. I. (2020). Pengembangan Desa Wisata Melalui Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(4), 355–369. https://doi.org/https://doi.org/10.31949/jb.v1i4.414
[4] Hadiwijoyo, S. S. (2018). Perencanaan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat. Suluh Media.
[5] Maryani, D., & Nainggolan, R. R. E. (2019). Pemberdayaan Masyarakat. Deepublish.
[6] Nazir, M. (2014). Metode Penelitian. Ghalia Indonesia.
[7] Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2015 Tentang Rencana Strategis Kementerian Pariwisata Tahun 2015-2019, Pub. L. No. 29 (2015).
[8] Pramono, Z. (2019). Desa Wisata Populer. Rubrik.
[9] Satriawan, T., & Murdana, I. M. (2024). Strategi Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan Menggunakan Analisis SWOT (Studi Kasus: Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur, Lombok Timur). TEHBMJ (Tourism Economics Hospitality and Business Management Journal), 4(1), 51–70. https://doi.org/https://doi.org/10.36983/tehbmj.v4i1.560
[10] Suryawan, I. B., & Mahagangga, I. G. O. (2024). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perencanaan Desa Wisata. Penerbit Adab.
[11] Trisnawati, A. E., Wahyono, H., & Wardoyo, C. (2018). Pengembangan Desa Wisata dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 3(1), 29–33. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.17977/jptpp.v3i1.10356
[12] Wibowo, D. E. (2024). Desa Wisata: Konsep Keadilan Ekologi dan Keadilan Sosial. Penerbit Amerta Media.
[13] Yusuf, A. M. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Penelitian Gabungan. Kencana.








