Journal Of Responsible Tourism
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT
<p>Journal Of Responsible Tourism, one of the journals published by the Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram, was established in three time a year and with ISSN: <strong><a href="https://issn.lipi.go.id/terbit?search=2809-736X">2809-736X </a></strong> printed version <strong> </strong>and ISSN: <strong><a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20211229380990158">2809-7394</a></strong> the online version<strong>. </strong>For submitting your article,<a href="https://stp-mataram.e-journal.id/JIP/about/submissions" target="_self"> </a>please follow this link and follow the author guidelines in <a href="https://stp-mataram.e-journal.id/JRT/Author_guidlines">this link </a>to meet our criteria for Journal Of Responsible Tourism. If you need a step by step tutorial for <a href="https://stp-mataram.e-journal.id/JRT/about/submissions">online submission</a> and our journal <a href="https://docs.google.com/document/d/1W3oTTI_ixfTKYi9st1-Dy6kagRTqf6Cp/edit?usp=sharing&ouid=115262682065768027707&rtpof=true&sd=true">template</a>, you download it on the right sidebar or <a href="https://docs.google.com/document/d/1W3oTTI_ixfTKYi9st1-Dy6kagRTqf6Cp/edit?usp=sharing&ouid=115262682065768027707&rtpof=true&sd=true">click here</a>.</p>Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataramen-USJournal Of Responsible Tourism2809-736XPengaruh E-Marketing terhadap Minat Pengunjung ke Objek Wisata Loang Baloq Kelurahan Tanjung Karang Kota Mataram
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4220
<p>Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui pengaruh E-marketing terhadap minat pengunjung ke objek wisata Loang Baloq yang berlokasi di kelurahan Tanjung Karang, Kota Mataram. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data, yaitu Kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh E-marketing terhadap minat pengunjung yang dilakukan dengan uji t dan juga sesuai dengan jawaban dari responden pada pengunjung ke Loang Baloq menunjukkan bahwa adanya pengaruh antara E-marketing terhadap Minat Pengunjung. Namun dalam hal ini pengaruhnya sangat kecil dan berpengaruh positif. Artinya semakin baik promosi pariwisata melalui media sosial (Instagram, dan facebook) yang dilakukan oleh pengelolah objek wisata Loang Baloq (Pokdarwis) maka akan semakin meningkat minat pengunjung ke objek wisata Loang Baloq.</p>Natalia BaruI Wayan NuadeI Wayan Suteja
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262343352Analisis Bauran Pemasaran (Marketing Mix 7P) dalam Pengembangan Pariwisata Pantai Lakey di Kabupaten Dompu
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4221
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bauran pemasaran (marketing mix 7P) dalam pengembangan pariwisata Pantai Lakey di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Pantai Lakey dikenal sebagai destinasi wisata bahari yang memiliki potensi besar, khususnya bagi wisatawan minat khusus seperti peselancar mancanegara. Namun, pengembangannya belum optimal karena berbagai kendala dalam aspek pemasaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan terhadap tujuh elemen bauran pemasaran, yaitu produk (product), harga (price), tempat (place), promosi (promotion), orang (people), proses (process), dan bukti fisik (physical evidence). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan produk wisata perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai dan promosi yang lebih efektif, baik secara digital maupun konvensional. Keterlibatan masyarakat lokal dan peningkatan kualitas layanan menjadi faktor penting dalam menunjang daya tarik Pantai Lakey sebagai destinasi wisata unggulan. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi pemangku kebijakan dan pelaku pariwisata dalam merancang strategi pemasaran yang lebih terarah dan berkelanjutan.</p>Hasburrahman HasburrahmanSri SusantyUwi Martayadi
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262353358Pengembangan 4A Daya Tarik Wisata Religi Makam Wali Nyatok Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4222
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan komponen 4A (Attraction, Accessibility, Amenities, dan Ancillary) serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pengembangan wisata religi Makam Wali Nyatok di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Makam Wali Nyatok memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata religi karena didukung oleh nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang kuat. Namun, pengembangan destinasi masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada aspek aksesibilitas, amenitas, dan pelayanan pendukung. Keterbatasan infrastruktur jalan, area parkir, fasilitas umum, serta minimnya layanan informasi dan pemandu wisata menjadi hambatan utama. Selain itu, keterbatasan anggaran, kualitas sumber daya manusia, dan dukungan pemangku kepentingan turut memengaruhi pengembangan destinasi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas komponen 4A agar Makam Wali Nyatok berkembang sebagai destinasi wisata religi yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi serta sosial bagi masyarakat setempat.</p>Mohamad Jailani
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262359368Partisipasi Masyarakat Lokal dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata di Pantai Elak-Elak Desa Pesisir Mas Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4223
<p>Pantai Elak-Elak di Desa Pesisir Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat merupakan salah satu destinasi wisata yang melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat, kendala yang dihadapi, serta strategi pengelolaan partisipasi masyarakat dalam mendukung daya tarik wisata. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat lebih dominan pada tahap pelaksanaan melalui usaha warung, jasa perahu, dan parkir, sedangkan keterlibatan dalam perencanaan dan evaluasi masih terbatas. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya koordinasi, fasilitas wisata yang belum memadai, serta lemahnya kelembagaan pengelolaan wisata. Strategi yang dilakukan yaitu memanfaatkan potensi alam, budaya lokal, dan hasil karya masyarakat sebagai pendukung kegiatan wisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata sudah berjalan, namun masih perlu ditingkatkan melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas masyarakat, dan dukungan pemerintah agar pengelolaan wisata dapat berkembang secara berkelanjutan.</p>Andy SeptiawanSri SusantyDila Ariyogi
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262369382Strategi Promosi Instagram pada Autore Pearl Farm & Showroom di Lombok Utara
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4224
<p>Akun Instagram resmi Autore Pearl Farm & Showroom, @visitautorelombok, selama ini lebih banyak menampilkan konten promosi penjualan perhiasan mutiara dibandingkan program Pearl Farm Tour yang menjadi daya tarik utama wisata edukasi bahari di Lombok Utara. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi promosi melalui Instagram serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jeis penelitian fenomenologi dengan delapan informan yang terdiri atas pengelola, admin Instagram, dan pengunjung, dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman yang dikombinasikan dengan Matriks IFAS, EFAS, Internal-Eksternal (IE), dan analisis SWOT, berlandaskan Teori Difusi Informasi Rogers dan Teori Bauran Promosi Kotler & Keller. Hasil penelitian menunjukkan Instagram telah dimanfaatkan sebagai media promosi utama melalui feed, stories, dan reels, namun kontennya masih didominasi promosi produk mutiara dibandingkan wisata edukasi. Faktor pendukung utama adalah keunikan Autore sebagai satu-satunya wisata edukasi budidaya mutiara aktif di Lombok Utara serta tren wisata edukasi yang meningkat, sedangkan faktor penghambat meliputi ketiadaan strategi konten terencana, inkonsistensi posting, keterbatasan SDM, dan dominasi Wisata Gili TRAMENA. Total skor IFAS 3,26 dan EFAS 3,36 menempatkan Autore pada Kuadran I Matriks IE (Grow and Build), dengan rekomendasi strategi SO, ST, WO, dan WT untuk mengoptimalkan promosi wisata edukasi bahari melalui Instagram.</p>Ummi Rizkia
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262383390Kontribusi Wisata Snorkling dalam Mendorong Perekonomian Masyarakat Pesisir: Studi Kasus Gili Trawangan
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4225
<p>Aktivitas wisata snorkling merupakan salah satu bentuk pariwisata bahari yang berkembang pesat di Gili Trawangan dan berkontribusi terhadap perubahan struktur perekonomian masyarakat pesisir. Peningkatan jumlah wisatawan telah mendorong munculnya berbagai peluang ekonomi, seperti jasa pemandu snorkling, penyewaan peralatan, transportasi laut, akomodasi, kuliner, dan usaha pendukung lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi wisata snorkling dalam mendorong perekonomian masyarakat pesisir di Gili Trawangan serta mengidentifikasi berbagai dampak ekonomi yang ditimbulkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas wisata snorkling memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan peluang kerja langsung maupun tidak langsung, berkembangnya usaha mikro berbasis pariwisata, serta mendorong transformasi mata pencaharian dari sektor perikanan menuju sektor jasa wisata. Di sisi lain, perkembangan aktivitas snorkling juga memunculkan tantangan berupa meningkatnya persaingan usaha, ketergantungan ekonomi terhadap sektor pariwisata, serta potensi konflik dalam pemanfaatan ruang laut. Oleh karena itu, pengelolaan wisata snorkling yang berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir dan kelestarian ekosistem laut.</p>Maulida MaulidaFathurrahim FathurrahimAnder Sriwi
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262391402Pengelolaan Paket Wisata Edukatif untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan di Desa Wisata Tete Batu Lombok Timur
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4227
<p>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis potensi dan pengelolaan paket wisata edukatif dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Tetebatu, Lombok Timur. (2) menganalisis pengelolaan paket wisata edukatif dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Tetebatu, Lombok Timur.Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode campuran (mixed methods), melalui Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada 50 responden yang terdiri atas wisatawan dan masyarakat/pengelola wisata. Analisis dilakukan dengan Analisis Statistik Deskriptif Skala Likert dan Analisis Interaktif Miles dan Huberman dalam mengintegrasikan data kualitatif dan kuantitatif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pengelolaan wisata edukatif berbasis potensi lokal.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Tetebatu memiliki potensi wisata edukatif yang kuat melalui sumber daya alam, pertanian, perkebunan, budaya Sasak, serta aktivitas olahraga berbasis alam yang mampu memberikan pengalaman pembelajaran langsung (experiential learning) kepada wisatawan. Pengelolaan paket wisata telah menerapkan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dengan melibatkan masyarakat sebagai aktor utama melalui pendekatan Community Based Tourism (CBT). Kontribusi paket wisata edukatif terlihat pada peningkatan pendapatan masyarakat, pelestarian budaya lokal, serta penguatan kesadaran lingkungan. Meskipun demikian, masih ditemukan kelemahan pada aspek inovasi produk, evaluasi berbasis indikator keberlanjutan, dan pengelolaan daya dukung lingkungan. Hasil kuesioner menunjukkan tingkat penerimaan yang sangat baik dengan indeks skala Likert sebesar 84%, yang mengindikasikan bahwa paket wisata edukatif dinilai efektif dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Tetebatu.</p>Samsul HadiMurianto MuriantoUwi Martayadi
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262403414Rebranding Destinasi Ekowisata Penyu Berbasis Kearifan Lokal di Desa Kuranji Dalang
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4228
<p>Desa Kuranji Dalang di Kabupaten Lombok Barat memiliki potensi pariwisata yang memadukan Pantai Kuranji, wisata religi makam keramat, dan konservasi penyu yang dikelola Kelompok Kerabat Penyu Lombok. Namun, konservasi penyu belum memperoleh manfaat optimal karena wisatawan pantai dan peziarah hanya singgah tanpa mengunjungi kawasan konservasi. Kondisi ini menyebabkan rendahnya jumlah pengunjung, keterbatasan pendanaan, dan lemahnya identitas destinasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi Desa Kuranji Dalang sebagai destinasi ekowisata penyu berbasis kearifan lokal, merumuskan strategi rebranding, serta menganalisis target capaian dan dampaknya terhadap keberlanjutan kawasan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Kuranji Dalang memiliki potensi berupa Pantai Kuranji dengan pasir hitam eksotis, aktivitas memancing tradisional, hatchery semi-alami tiga jenis penyu, serta tradisi Roah Segare sebagai kearifan lokal. Strategi rebranding dilakukan melalui reposisi citra menjadi destinasi ekowisata penyu berbasis sakralitas budaya serta penguatan promosi digital dengan narasi edukatif dan emosional. Output penelitian berupa terbentuknya klaster atraksi terintegrasi dan media komunikasi digital interaktif. Outcome yang diharapkan meliputi peningkatan kunjungan wisatawan berkualitas, bertambahnya donatur adopsi tukik, peningkatan ekonomi masyarakat, perpanjangan lama tinggal wisatawan, serta terwujudnya pelestarian habitat penyu yang berkelanjutan.</p>Putra Agung Pratama
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262415422Optimalisasi Strategi Promosi Desa Wisata melalui Media Sosial TikTok di Aik Nyet, Desa Buwun Sejati Lombok Barat
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4229
<p>Penelitian ini berjudul “Optimalisasi Strategi Promosi Desa Wisata Melalui Media Sosial Tiktok di Aik Nyet Desa Buwun Sejati Lombok Barat” dan bertujuan untuk mendeskripsikan kendala yang dihadapi dalam optimalisasi strategi promosi Desa Wisata Aik Nyet melalui media sosial TikTok, serta menganalisis bentuk optimalisasi strategi promosi yang dapat diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengelola destinasi, masyarakat sekitar, serta pihak-pihak yang terlibat dalam promosi wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi Desa Wisata Aik Nyet melalui media sosial TikTok belum berjalan secara optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa kendala, seperti kurang konsistennya pengelolaan konten, terbatasnya sumber daya manusia yang menangani promosi digital, serta belum maksimalnya pemanfaatan fitur-fitur TikTok sebagai media promosi. Optimalisasi strategi promosi dapat dilakukan melalui pembentukan tim pengelola media sosial, penyusunan konten yang kreatif, informatif, dan menarik, pemanfaatan tren TikTok secara tepat, serta pelibatan masyarakat dalam mendukung promosi desa wisata. Dengan demikian, TikTok memiliki potensi yang besar sebagai media promosi yang efektif untuk meningkatkan daya tarik wisatawan dan memperkuat citra Desa Wisata Aik Nyet.</p>Rina Dewi Istiana
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262423430Paradoks WhatsApp: Analisis Promosi Kerajinan Perak Berbasis Media Sosial di Desa Ungga
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4230
<p>Penelitian ini menganalisis kondisi promosi kerajinan perak di Desa Ungga, Lombok Tengah, serta mengidentifikasi potensi dan hambatan pengembangan promosi berbasis media sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap empat pengrajin aktif dan dua wisatawan yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan promosi masih didominasi pola konvensional melalui pameran dan pengepul dengan biaya tinggi dan hasil tidak menentu. WhatsApp menjadi media utama karena dianggap aman dan tertutup, sementara Instagram dan Facebook hanya berfungsi sebagai etalase—sebuah paradoks karena media sosial yang seharusnya memperluas pasar justru digunakan secara defensif untuk melindungi desain. Hambatan utama meliputi kekhawatiran peniruan desain, kesenjangan kemampuan digital antargenerasi, kurangnya pelatihan, minimnya kerja sama promosi antarpengrajin, serta terbatasnya dukungan pemerintah. Penelitian ini merekomendasikan model pusat promosi yang mengintegrasikan showroom fisik dengan website desa dan media sosial dalam satu sistem yang terkoordinasi.</p>Siraj Al Ghozi
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262431444Strategi Pemasaran Pantai Gili Lampu sebagai Destinasi Bahari
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4231
<p>Pantai Gili Lampu merupakan destinasi wisata bahari di Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, yang memiliki pasir putih, air laut jernih, panorama matahari terbit, snorkeling, banana boat, donat boat, camping ground, wisata kuliner bahari, serta potensi wisata edukasi pesisir. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi produk wisata dan menganalisis strategi pemasaran Pantai Gili Lampu melalui bauran pemasaran jasa 7P. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive yang mencakup pengelola, pemerintah desa, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan wisatawan. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian digunakan sebagai dasar perumusan strategi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi produk wisata cukup beragam, tetapi penerapan 7P belum optimal, terutama pada pengemasan produk, kepastian harga, promosi digital, kualitas sumber daya manusia, SOP pelayanan, dan fasilitas pendukung. Strategi yang direkomendasikan meliputi paket wisata terpadu, penguatan promosi digital, peningkatan kualitas pelayanan, penataan fasilitas, dan kolaborasi antara pemerintah, Pokdarwis, pelaku usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan daya saing dan kunjungan secara berkelanjutan.</p>Noni Sahina PebrianaMurianto MuriantoLalu Yulendra
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262445456Pengembangan Atraksi Wisata Edukasi Kerajinan Tenun Desa Sukarara
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4232
<p>Desa Sukarara merupakan salah satu sentra kerajinan tenun di Kabupaten Lombok Tengah yang masih mempertahankan proses produksi secara tradisional. Potensi tersebut telah dimanfaatkan dalam aktivitas kunjungan wisata melalui kegiatan melihat proses menenun, memperoleh penjelasan dari pemandu, dan mencoba menenun. Namun, pelaksanaan wisata edukasi masih sederhana, berdurasi singkat, belum dikemas dalam paket yang terstruktur, dan belum mengoptimalkan seluruh tahapan produksi sebagai pengalaman belajar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi proses pembuatan kerajinan tenun, menganalisis pelaksanaan wisata edukasi, dan merumuskan strategi pengembangan atraksi wisata edukasi kerajinan tenun di Desa Sukarara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipasi pasif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap 16 informan. Data kualitatif dianalisis dengan analisis SWOT melalui IFAS, EFAS, Diagram Kartesius, dan Matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses tenun memiliki nilai edukatif melalui penjelasan, pengamatan, dan praktik, tetapi belum terstruktur. Hasil SWOT menghasilkan koordinat (1,551; 0,745) pada Kuadran I (SO). Empat strategi prioritas ialah pengembangan paket atraksi berbasis pengalaman, penguatan interpretasi budaya, pengembangan media edukasi digital, dan penguatan kolaborasi masyarakat.</p>Gilang Aditia Reza Pratama
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262457470Pengembangan Pariwisata Berbasis Potensi Lokal di Pantai Wadu Jao Desa Jambu, Kabupaten Dompu
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4233
<p>Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat serta mendorong Pengembangan potensi daerah. Pantai Wadu Jao yang terletak di Desa Jambu Kabupaten Dompu memiliki potensi lokal yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata, seperti keindahan alam pantai, keunikan batu-batu besar, pemandangan laut, serta potensi budaya dan ekonomi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengindifikasi potensi lokal yang dimiliki Pantai Wadu Jao dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.(2) Menganalisis kendala yang dihadapi dalam Pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal di Pantai Wadu Jao. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pemerintah desa, pengelola wisata, masyarakat sekitar, pelaku usaha, dan wisatawan. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pantai Wadu Jao memiliki potensi lokal yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata, meliputi potensi alam, wisata bahari, budaya masyarakat, dan kuliner lokal,(2) Kendalan yang dihadapi dalam Pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal di pantai Wadu Jao.Pengembangan yang dapat dilakukan yaitu peningkatan fasilitas wisata, penguatan promosi digital serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.</p>Sinta Sinta
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262471488Analisis Strategi Promosi Potensi Daya Tarik Wisata Budaya melalui Digital TikTok Desa Karang Bayan Lombok Barat
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4234
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi daya tarik wisata budaya dan merumuskan strategi brand digital melalui TikTok di Desa Karang Bayan, Lombok Barat. Desa ini memiliki warisan budaya yang kaya dan masih lestari, meliputi Masjid Kuno berusia ±600 tahun, Rumah Adat Sasak sarat filosofi, Batu Ina-ina dan Bangaran bernilai spiritual, tradisi Ngosokan dan Ritus Nyet, serta kesenian Gong Suling yang sakral. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan Kepala Desa, Pokdarwis, pelaku usaha, dan masyarakat. Analisis data dilakukan secara induktif dengan SWOT mengacu pada teori Destination Branding dan Digital Marketing Communication. Hasil menunjukkan bahwa meskipun potensi budaya sangat kuat, promosi digital via TikTok masih terhambat ketiadaan pengelolaan profesional, ketergantungan konten pengunjung, strategi konten belum optimal, serta keterbatasan SDM dan infrastruktur. TikTok terbukti paling efektif dengan rata-rata 657 like, 17 komentar, dan 55 share per unggahan, melampaui Instagram, Facebook, dan YouTube. Berdasarkan SWOT, dirumuskan empat strategi prioritas: pembentukan tim pengelola media sosial dari pemuda desa, penyusunan kalender konten dan protokol produksi yang menghormati sakralitas dengan melibatkan tokoh adat, kolaborasi dengan content creator lokal, serta penguatan narasi spiritual sebagai ciri khas pembeda desa. Strategi ini diharapkan menjembatani potensi budaya dengan promosi digital profesional dan berkelanjutan, seraya menjaga nilai sakral dan kearifan lokal.</p>Muhamad Faisal
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262489498Optimalisasi Pelayanan Restoran Sheraton Senggigi Beach Resort terhadap Kepuasan Pelanggan dalam Meningkatkan Loyalitas Konsumen
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4235
<p>Industri perhotelan dituntut menyediakan pelayanan restoran yang berkualitas untuk menciptakan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Restoran tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan dan minuman, tetapi juga berperan dalam membangun pengalaman menginap yang positif. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor pendorong dan penghambat optimalisasi pelayanan restoran serta mendeskripsikan upaya optimalisasi pelayanan di Hotel Sheraton Senggigi Beach Resort. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pramusaji dan pihak-pihak yang terlibat dalam operasional restoran. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan pelayanan meliputi keterbatasan kemampuan bahasa Inggris staf, keterlambatan pengisian buffet, lemahnya koordinasi dengan bagian dapur, pengawasan operasional yang belum optimal, penerapan standar kebersihan yang belum konsisten, rendahnya sensitivitas terhadap kebutuhan khusus pelanggan, serta penanganan keluhan yang belum maksimal. Optimalisasi pelayanan dilakukan melalui penerapan SOP secara konsisten, peningkatan kompetensi SDM, penguatan koordinasi antarbagian, peningkatan pengawasan operasional, serta peningkatan kualitas pelayanan berdasarkan dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy.</p>Robian Arda MaulanaPrimus GaduI Made Dayuh
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262499508Pengembangan Kain Tenun sebagai Produk Ekonomi Kreatif dan Daya Tarik Wisata di Desa Wisata Montong Ajan Lombok Tengah
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4236
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi kain tenun sebagai produk ekonomi kreatif dan daya tarik wisata serta merumuskan strategi pengembangannya di Desa Wisata Montong Ajan, Lombok Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas penenun, kelompok pengrajin, Pokdarwis, dan aparatur desa yang dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kain tenun memiliki potensi sebagai produk ekonomi kreatif karena memiliki nilai budaya, keunikan motif, dan nilai ekonomi bagi masyarakat. Selain itu, proses menenun tradisional berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya dan edukasi. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi penguatan promosi digital, pengembangan wisata edukasi menenun, peningkatan inovasi produk, regenerasi penenun, serta penguatan kerja sama antara pemerintah, Pokdarwis, dan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan kain tenun dapat mendukung pelestarian budaya sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.</p>Ahmad TahajudinSri SusantyMurianto Murianto
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262509520Strategi Pemasaran Kesenian Gendang Beleq sebagai Atraksi Wisata Budaya di Desa Wisata Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4237
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemasaran dan faktor penghambat pemasaran kesenian Gendang Beleq sebagai atraksi wisata budaya di Desa Sukarara, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran dilakukan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan bahasa asing, public speaking dan guiding, serta kolaborasi dengan lembaga pendidikan, pemerintah daerah, sanggar seni, dan konten kreator. Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan profesionalitas pelaku seni dalam menyampaikan nilai budaya kepada wisatawan sehingga Gendang Beleq menjadi pengalaman wisata yang edukatif dan komunikatif. Hambatan pemasaran meliputi menurunnya minat generasi muda, minimnya promosi, lemahnya sinergi antar pemangku kepentingan, perubahan selera wisatawan, keterbatasan infrastruktur, serta belum rutinnya jadwal pertunjukan. Kondisi ini menyebabkan pemasaran Gendang Beleq belum optimal. Oleh karena itu, pengembangannya memerlukan penguatan sumber daya manusia, inovasi promosi digital, pengemasan atraksi yang kreatif dan interaktif, serta dukungan kebijakan dan infrastruktur berkelanjutan agar Gendang Beleq dapat dilestarikan sekaligus dikembangkan sebagai atraksi wisata budaya yang kompetitif dan bernilai ekonom</p>Ahmad RafiqiMurianto MuriantoDila AriyogiFransisco Dei Graciano Gadu
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262521532Pengaruh Kualitas Pelayanan pada Departemen Front Office terhadap Tingkat Kepuasan Pelanggan di Lombokplaza Hotel & Convention
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4238
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan pada Departemen Front Office, tingkat kepuasan pelanggan, serta pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan pelanggan di Lombokplaza Hotel & Convention. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan purposive sampling. Kualitas pelayanan diukur berdasarkan lima dimensi, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan pada Departemen Front Office memperoleh persentase sebesar 79,9% dengan kategori baik, sedangkan tingkat kepuasan pelanggan memperoleh persentase sebesar 85,6% dengan kategori sangat baik. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa kualitas pelayanan pada Departemen Front Office berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan pelanggan dengan kontribusi sebesar 51,4%, sedangkan 48,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.</p>Achmad Faisal Rifaldy
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262533540Pengembangan Paket Wisata Edukasi Berbasis Ekonomi Sirkular di Desa Lembuak dan Peresak
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4239
<p>Praktik ekonomi sirkular di Waste Station Desa Peresak dan Laboratorium Hijau PAMANSAM memiliki nilai lingkungan dan edukatif, tetapi belum dirumuskan sebagai produk wisata yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi komponen produk wisata pada kedua praktik tersebut dan mengembangkan prototipe paket wisata edukasi berbasis ekonomi sirkular sebagai produk wisata minat khusus di Desa Lembuak dan Desa Peresak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Research and Development yang dibatasi pada identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, dan revisi desain. Data dihimpun melalui observasi pada enam titik lokasi, wawancara dengan dua informan Next Level Movement, dokumentasi, serta pengkajian desain oleh dua calon pengguna dan seorang praktisi kepemanduan. Hasil penelitian mengidentifikasi potensi pembelajaran pada Laboratorium Hijau PAMANSAM, sungai, Jembatan Tuntang Tungkek, Waste Point, dan Waste Station, yang kemudian disusun menjadi prototipe Earthventure Circular Economy Learning Tour – Half Day berdurasi 5,5 jam dengan kapasitas ideal 10–15 peserta. Hasil pengkajian menunjukkan desain dipandang memadai untuk dilanjutkan ke uji coba terbatas setelah revisi pada aspek visualisasi pembelajaran, biaya, storytelling, keselamatan, dan kesiapan operasional. Kesimpulan penelitian dibatasi pada kelayakan desain karena prototipe belum diuji di lapangan secara langsung kepada peserta.</p>Wisnu Adi Bhakti
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262541552Optimalisasi Marketing Mix dalam Meningkatkan Penjualan di Be Coffee Lombok Plaza Kota Mataram
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4240
<p>Perkembangan industri coffee shop di Kota Mataram yang semakin pesat telah meningkatkan persaingan usaha sehingga setiap pelaku bisnis dituntut menerapkan strategi pemasaran yang efektif untuk mempertahankan dan meningkatkan penjualan. Be Coffee Lombok Plaza sebagai coffee shop yang mengusung konsep Coffee to Go dan Friend Space menghadapi tantangan berupa meningkatnya jumlah pesaing, perubahan perilaku konsumen, serta tuntutan terhadap kualitas produk, pelayanan, dan kenyamanan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan implementasi bauran pemasaran (marketing mix 7P) yang diterapkan Be Coffee Lombok Plaza dalam meningkatkan penjualan. (2) Menganalisis kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan strategi pemasaran. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) implementasi bauran pemasaran 7P telah berjalan dengan baik melalui penyediaan produk berkualitas, harga yang kompetitif, lokasi yang nyaman, promosi berbasis media sosial dan word of mouth, sumber daya manusia yang profesional, proses pelayanan yang cepat, serta fasilitas fisik yang mendukung kenyamanan pelanggan. (2) Optimalisasi penjualan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan fleksibilitas promosi akibat birokrasi manajemen hotel, rendahnya visibilitas lokasi dari jalan utama, tingginya persaingan coffee shop di Kota Mataram, serta fluktuasi jumlah pengunjung pada jam-jam tertentu. Penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi promosi digital, peningkatan visibilitas lokasi, dan penyusunan program pemasaran yang lebih adaptif untuk meningkatkan daya saing dan penjualan.</p>Ahmad Afandi AgustiaI Made SuyasaUwi Martayadi
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262553560Potensi Destinasi Heaven One sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat Lokal di Desa Jenggala Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4241
<p>Kerajinan gerabah Banyumulek merupakan bagian penting dari identitas budaya dan sumber. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi destinasi wisata Heaven One di Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, sebagai penggerak ekonomi lokal berbasis komunitas. Heaven One merupakan kolam renang wisata yang dikembangkan oleh pemerintah desa dengan pendekatan pariwisata partisipatif, berfungsi tidak hanya sebagai ruang rekreasi tetapi juga sebagai instrumen fiskal dan sosial. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, ditemukan bahwa Heaven One memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes), penciptaan lapangan kerja informal, serta transformasi kebijakan pembangunan yang lebih inklusif dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Partisipasi kelembagaan lokal seperti Karang Taruna dan Pokdarwis, serta keterhubungan dengan potensi wisata alam dan kuliner desa, menunjukkan bahwa Heaven One memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai model pariwisata terpadu yang adaptif, berkelanjutan, dan berdampak multidimensional.</p>Didik PratamaI Wayan SutejaUwi Martayadi
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262561566Pengaruh Praktik Kerja Lapangan terhadap Kompetensi Peserta Didik Program Keahlian Perhotelan SMKN 2 Lembar
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4242
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh praktik kerja lapangan (PKL) terhadap kompetensi peserta didik program keahlian perhotelan di SMKN 2 Lembar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif korelasional. Sampel penelitian adalah seluruh peserta didik program keahlian perhotelan SMKN 2 Lembar. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, lalu dianalisis menggunakan uji reliabilitas, validitas, normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, serta regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan PKL terhadap kompetensi peserta didik, yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap.</p>Nunung Fajriati Annisa’Fathurrahim FathurrahimUlfan Mulyawan
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262567572Pengelolaan Homestay di Desa Kuta Lombok melalui Community Based Tourism
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4243
<p>struktur ruang terdiri dari susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang secara hirarkis memiliki hubungan fungsional. Di sisi lain, pola ruang mencakup peruntukan ruang untuk fungsi budidaya dan perlindungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan dan menjelaskan pengaruh penataan dan kedisiplinan pedagang terhadap kualitas pelayanan di pantai Bintang .Teknik Analisis Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa variabel penataan PKL berpengaruh positif dan signifikan dibuktikan dengan H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya Penataan PKL berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas visual di Pantai Bintang Lombok Utara . Artinya, semakin baik penataan pedagang kaki lima yang dilakukan oleh pengelola Pantai Bintang maka, akan berdampak dengan kualitas visual di Pantai Bintang, sedangkan untuk variabel kedisiplinan berpengaruh positif namun tidak signifikan</p>Adriyan FirmansyahMurianto MuriantoUwi Martayadi
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262573590Pengemasan Daya Tarik Wisata sebagai Paket Wisata di Desa Bonjeruk Kabupaten Lombok Tengah
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4244
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas wisata terhadap pendapatan masyarakat di Desa Ende, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Aktivitas wisata yang dimaksud mencakup atraksi budaya, aksesibilitas, amenitas, dan dukungan kelembagaan (ancillary), sedangkan pendapatan masyarakat diukur dari sektor formal, informal, dan subsisten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang disebarkan kepada 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.</p> <p>Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas wisata berpengaruh signifikan terhadap pendapatan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-hitung sebesar 7,829 yang lebih besar dari t-tabel 1,67591 pada taraf signifikansi 5% (p < 0,05). Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 9,283 + 0,486X, yang berarti bahwa peningkatan satu satuan aktivitas wisata akan meningkatkan pendapatan masyarakat sebesar 0,486 satuan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata berbasis budaya di Desa Ende dapat menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.</p>Lalu Ibnu GunawanI Ketut BagiastraDila Aryogi
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262591596Eksplorasi Pengelolaan Kampung Adat Kaper sebagai Daya Tarik Wisata Budaya di Desa Golo Bilas Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4245
<p>Pengelolaan pariwisata seharusnya didasarkan pada nilai-nilai kelestarian lingkungan alam, komunitas, dan nilai sosial yang memungkinkan wisatawan menikmati kegiatan wisatanya serta bermanfaat bagi kesejahteraan komunitas lokal. Kesejahteraan komunitas lokal dapat dicapai jika didukung oleh adanya Sumber Daya Manusia (SDM) bidang Pariwisata yang kompeten. Penelitian ini dilakukan karena pengelolaan atau tata kelola Kampung adat Kaper yang belum optimal dan menemukan faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam pengelolaan Kampung Adat Kaper. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik purposive sampling untuk menentukan informan. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya upaya-upaya strategis yang dilakukan pemerintah desa Golo Bilas untuk menarik wisatawan yaitu: (1) melestarikan budaya dan warisan lokal dengan menyelenggarakan festival budaya (2) memberdayakan masyarakat lokal dengan mendorong kreatifitas pengrajin lokal (3) mendorong pemasaran dan promosi melalui platform media sosial (4) memastikan aksesibiltas yang baik.</p>Fransisco Dei Graciano GaduI Made SuyasaDanu Satria PrayudaPrimus Gadu
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262597604Optimalisasi Pelayanan Restoran Lombok Raya Hotel terhadap Kepuasan Pelanggan dalam Meningkatkan Loyalitas Konsumen
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4246
<p>Penelitian tentang “Optimalisasi Pelayanan Restoran Lombok Raya Hotel Terhadap Kepuasan Pelanggan Dalam Meningkatkan Loyalitas Konsumen” didasari oleh pentingnya kualitas pelayanan pada industri perhotelan, khususnya di sektor restoran, yang berperan besar dalam membentuk pengalaman dan persepsi pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana optimalisasi pelayanan di restoran Hotel Lombok Raya dan Untuk menganalisis faktor-faktor pendorong dan penghambat optimalisasi pelayanan restoran Hotel Lombok Raya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara dengan pramusaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya optimalisasi pelayanan restoran Hotel Lombok Raya yaitu; memastikan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP), memastikan kebutuhan makan tamu terpenuhi, komunikasi yang efektif antara pramusaji dan bagian dapur (chef), memastikan kebersihan dan hygiene staf pramusaji.</p>Novia Reneika PutriI Putu GedeSri Wahyuningsih
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262605612Analisis Sarana dan Prasarana Kebutuhan Wisata sebagai Penunjang Pariwisata di Kawasan Pantai Tanjung Aan Desa Sengkol
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4247
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sarana dan prasarana yang ada di Pantai Tanjung Aan serta untuk menganalisis sarana dan prasarana yang ada sesuai dengan standar di kawasan Pantai Tajung Aan. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Persepsi wisatawan mengindikasikan ketidakpuasan terhadap fasilitas, meskipun keindahan alam menjadi daya tarik utama.</p>Nokia FalentinoMurianto MuriantoDila Ariyogi
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262613626Strategi Pengelolaan Potensi Alam dan Budaya di Desa Wisata Bonjeruk Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4248
<p>Desa Bonjeruk memiliki potensi alam berupa sawah, tebing purba, sungai, serta potensi budaya seperti peninggalan sejarah dan tradisi lokal yang kuat. Namun, pengelolaan desa wisata ini masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan keterlibatan masyarakat, kurangnya dukungan pemerintah, dan sarana prasarana yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengelolaan potensi wisata dan budaya dan mengetahi faktor-faktor penghambat pengelolaan potensi wisata dan budaya yang ada di Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata Bonjeruk dilakukan dengan pendekatan Community Based Tourism (CBT) yang menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan, usaha wisata, dan distribusi keuntungan.. Pengelolaan yang berkelanjutan juga berhasil meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, dan melestarikan nilai budaya lokal. Rekomendasi strategis mencakup peningkatan promosi, pengembangan produk wisata alternatif, serta sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata untuk memaksimalkan potensi alam dan budaya Desa Bonjeruk sebagai destinasi wisata unggulan di Lombok Tengah</p>Zul HasyimMurianto MuriantoUwi Martayadi
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262627640Revitalisasi Kawasan Kota Tua Ampenan sebagai Destinasi Wisata Heritage di Kota Mataram
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4249
<p>Kota Tua Ampenan merupakan kawasan bersejarah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata heritage di Kota Mataram. Namun, berbagai permasalahan seperti perubahan fungsi bangunan bersejarah, keterbatasan fasilitas wisata, degradasi lingkungan kawasan, serta belum optimalnya pengelolaan destinasi menjadi tantangan dalam pengembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi revitalisasi Kota Tua Ampenan sebagai destinasi wisata heritage melalui identifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan kawasan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis SWOT untuk merumuskan strategi revitalisasi yang sesuai dengan karakteristik kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Tua Ampenan memiliki kekuatan berupa nilai sejarah, keberagaman budaya, lokasi strategis, dan daya tarik wisata pendukung. Sementara itu, kelemahan utama meliputi keterbatasan fasilitas, kondisi bangunan heritage yang kurang terawat, dan lemahnya promosi destinasi. Strategi revitalisasi yang direkomendasikan meliputi pengembangan wisata heritage berbasis pengalaman, revitalisasi bangunan bersejarah, penguatan partisipasi masyarakat, promosi digital, serta penguatan tata kelola kawasan. Revitalisasi yang terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan daya saing destinasi sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya Kota Tua Ampenan.</p>Kanom KanomRizal KurniansahMasrun MasrunNur Afiah
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262641652Pengelolaan Ekowisata Mangrove Berbasis Masyarakat dalam Mendukung Konservasi Lingkungan dan Pariwisata Berkelanjutan di Desa Lembar Selatan, Kabupaten Lombok Barat
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4250
<p>Ekowisata Mangrove di Desa Lembar Selatan, Kabupaten Lombok Barat, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan yang berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat setempat. Namun, peningkatan jumlah wisatawan membawa dampak positif maupun negatif terhadap ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan ekowisata dalam upaya konservasi mangrove serta peran aktif masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, yang dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, serta analisis dokumen.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi kepada masyarakat telah meningkatkan kesadaran mereka terhadap konservasi lingkungan, namun keterlibatan aktif masih perlu diperkuat. Beberapa strategi yang telah diterapkan dalam pengelolaan ekowisata meliputi reboisasi, pengelolaan sampah, serta kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan organisasi lingkungan. Hambatan utama yang dihadapi adalah infrastruktur yang belum memadai, kurangnya sistem pengelolaan sampah yang efektif, serta keterbatasan fasilitas pendukung. Oleh karena itu, diperlukan strategi berkelanjutan yang lebih terintegrasi, seperti optimalisasi potensi ekonomi lokal, peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan wisata, serta pemanfaatan teknologi untuk promosi wisata. Dengan pendekatan yang tepat, ekowisata mangrove dapat terus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengorbankan keseimbangan ekologis</p>Lalu Ferdi FerdiansyahAhmad Rizaldi AspriSiti Anggriana
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262653666Pemanfaatan Tepung Biji Nangka sebagai Bahan Substitusi Tepung Terigu pada Pembuatan Biscotti
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4251
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung biji nangka sebagai bahan pengganti tepung terigu terhadap karakteristik organoleptik Biscotti serta menentukan tingkat substitusi yang menghasilkan formulasi terbaik berdasarkan tingkat penerimaan panelis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui Rancangan Acak Lengkap satu faktor yang terdiri atas lima tingkat substitusi tepung biji nangka terhadap tepung terigu, yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Data dikumpulkan melalui uji hedonik yang melibatkan 40 panelis, terdiri atas lima panelis ahli dan tiga puluh lima panelis tidak ahli. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan Uji Friedman yang dilanjutkan dengan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat substitusi tepung biji nangka berpengaruh signifikan terhadap atribut warna, rasa, dan tekstur, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap aroma. Formulasi dengan substitusi tepung biji nangka sebesar 50% memperoleh tingkat kesukaan tertinggi karena menghasilkan keseimbangan karakteristik sensoris yang paling baik. Temuan ini menunjukkan bahwa tepung biji nangka berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan substitusi tepung terigu dalam pengembangan produk bakery berbasis pangan lokal sekaligus mendukung diversifikasi pangan dan pemanfaatan hasil samping pertanian secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan inovasi produk bakery yang lebih berkelanjutan serta menjadi dasar bagi penelitian lanjutan mengenai karakteristik fisikokimia dan nilai gizi produk berbasis tepung biji nangka</p>Micko Ramdhani PurwagistaAggy Lestari Dwi Putri
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262667680Analisis Kinerja Houseman terhadap Kualitas Pelayanan di Lobby Hotel Novotel Manado
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4252
<p>This study aims to analyze housekeeping performance in maintaining cleanliness, tidiness, and comfort in the lobby area and to determine its impact on service quality at the Novotel Manado Hotel. This study was conducted at the Novotel Manado Golf Resort & Convention Center from March to July 2026 using qualitative methods and a case study approach. Data collection was conducted through observation, semi-structured interviews, and documentation with three housekeepers, one housekeeping/public area supervisor, and ten hotel guests selected using a purposive sampling technique. The study showed that housekeeping performance was generally quite good in maintaining the cleanliness, tidiness, and comfort of the lobby area. This study concluded that housekeeping performance plays a crucial role in improving service quality, guest comfort, and the positive image of the Novotel Manado Hotel. This study is expected to serve as evaluation material for the management of the Novotel Manado Hotel in improving housekeeping performance and service quality. Furthermore, this study contributes to the development of hotel management, particularly in the areas of housekeeping and service quality, and can serve as a reference for further research.</p>Yemi BinilukJongky Wuner Alfius KamagiHendry Moudy Estefanus KumaatJemmy R. Pangemanan
##submission.copyrightStatement##
2026-11-022026-11-0262681690