Journal Of Responsible Tourism
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT
<p>Journal Of Responsible Tourism, one of the journals published by the Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram, was established in three time a year and with ISSN: <strong><a href="https://issn.lipi.go.id/terbit?search=2809-736X">2809-736X </a></strong> printed version <strong> </strong>and ISSN: <strong><a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20211229380990158">2809-7394</a></strong> the online version<strong>. </strong>For submitting your article,<a href="https://stp-mataram.e-journal.id/JIP/about/submissions" target="_self"> </a>please follow this link and follow the author guidelines in <a href="https://stp-mataram.e-journal.id/JRT/Author_guidlines">this link </a>to meet our criteria for Journal Of Responsible Tourism. If you need a step by step tutorial for <a href="https://stp-mataram.e-journal.id/JRT/about/submissions">online submission</a> and our journal <a href="https://docs.google.com/document/d/1W3oTTI_ixfTKYi9st1-Dy6kagRTqf6Cp/edit?usp=sharing&ouid=115262682065768027707&rtpof=true&sd=true">template</a>, you download it on the right sidebar or <a href="https://docs.google.com/document/d/1W3oTTI_ixfTKYi9st1-Dy6kagRTqf6Cp/edit?usp=sharing&ouid=115262682065768027707&rtpof=true&sd=true">click here</a>.</p>Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataramen-USJournal Of Responsible Tourism2809-736XMODEL PENGEMBANGAN GRAND MADANI HOTEL SEBAGAI PRODUK UNGGULAN WISATA SYARIAH DI KOTA MATARAM
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4160
<table width="598"> <tbody> <tr> <td width="359"> <p>Perkembangan wisata halal yang pesat secara global menjadikan Kota Mataram sebagai wilayah potensial bagi pengembangan hotel syariah. Penelitian ini dilakukan di Grand Madani Hotel untuk menganalisis peluang, tantangan, serta merancang model pengembangan hotel syariah sebagai produk unggulan wisata halal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan matriks SWOT dan QSPM untuk menentukan strategi prioritas. Hasil penelitian menunjukkan Grand Madani Hotel memiliki kekuatan signifikan pada sertifikasi halal dan fasilitas ibadah, namun memerlukan peningkatan pada promosi digital dan fasilitas modern. Strategi prioritas yang dirumuskan meliputi branding Syariah Premium, penguatan digital marketing, serta diferensiasi layanan syariah murni. Kesimpulannya, strategi branding Syariah Premium menjadi fondasi utama model pengembangan hotel untuk mengoptimalkan potensi pasar muslim. Implementasi strategi ini sangat penting untuk memperkuat posisi hotel sebagai pemimpin pasar wisata halal di Mataram serta menjadi acuan bagi industri perhotelan syariah lainnya di Indonesia.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Rozita RozitaDenok LestariFirman Sinaga
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-1761011410.47492/jrt.v6i1.4160Strategi Pemasaran Digital Terhadap Perencanaan Pernikahan Berbasis Wisata di Bali: Studi Kasus D’Organizer Wedding and Events Planner
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4161
<table width="598"> <tbody> <tr> <td width="359"> <p><em>The wedding tourism industry in Bali is evolving alongside advancements in digital technology and shifting consumer preferences. D’Organizer Wedding and Events Planner faces challenges in leveraging social media and digital platforms to strengthen branding and reach global markets. This study aims to formulate a culturally rooted and sustainable digital marketing strategy by employing a qualitative approach through SWOT analysis, digital observation, and in-depth interviews. Findings reveal internal factor scores of 2.90 and external factor scores of 3.10, positioning the organization in Quadrant II of the IE Matrix, which calls for growth strategies. Key strengths include reputation, team expertise, and integration of Balinese culture, while weaknesses involve limited digital resources, under-optimized website and SEO, and the absence of CRM. Major opportunities arise from the growing trend of destination weddings, government support, and collaborations with influencers and hotels. Development strategies are directed toward intensifying promotions on Instagram, TikTok, and YouTube, enhancing client engagement, and creating thematic packages based on Balinese culture. Recommendations emphasize content improvement, adoption of digital analytics, establishment of CRM systems, and formulation of digital marketing SOP.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>I Gede Agus Deny PermanaKadek Ayu EkasaniFirman Sinaga
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-1761152210.47492/jrt.v6i1.4161MERANCANG MODEL STRATEGI PEMASARAN HOTEL BERBASIS PREFERENSI WISATAWAN BERDASARKAN LOKASI YANG BERBEDA, STUDI KASUS: HOTEL DI JALAN RAYA KUTA DAN PANTAI KUTA BALI
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4162
<p>This research is a case study related to tourist preference-based marketing. This research aims to design a preference-based hotel marketing strategy model for hotel selection in the Kuta area, Bali, by comparing hotels on Jalan Raya Kuta and Kuta Beach, using a survey-based explanatory quantitative method and Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS) analysis. This research provides benefits for hotel managers to adjust marketing strategies according to location characteristics, thereby increasing competitiveness by emphasizing accessibility and urban activities on Jalan Raya Kuta as well as the relaxed atmosphere and panoramic beach views at Kuta Beach. The results show that tourist preferences significantly affect hotel choice, with behavioral intention emerging as the dominant variable, supported by R-square values of 0.820 for behavioral intention and 0.828 for hotel choice, indicating high explanatory power. Hypothesis testing revealed that H1 and H2 were rejected (perceived value and attitude had no significant effect on behavioral intention), H3 was accepted (behavioral intention significantly influenced hotel choice, t-statistic 11.174; p-value 0.000), H4 and H5 were rejected (attitude did not mediate relationships among variables), and H6 was accepted (location moderated the influence of behavioral intention on hotel choice, t-statistic 2.112; p-value 0.035). More specifically, hotels in Pantai Kuta strengthen tourists’ behavioral intention due to proximity to main attractions, leisure ambiance, and emotional experiences, making experience-based marketing more relevant, while hotels on Jalan Raya Kuta are preferred by tourists seeking accessibility, competitive pricing, and closeness to shopping centers and transportation, making value-based marketing more effective. These findings highlight that differences in location characteristics determine the relevance of marketing strategies, with location acting as a significant moderator that reinforces the relationship between tourist behavioral intention and hotel choice.</p>Dedy SumardiMade Arya AstinaPutu Devi Rosalina
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-1761233810.47492/jrt.v6i1.4162PERANCANGAN MODEL DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATA DI DESA WISATA BAYUNG GEDE
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4163
<p>Abstract : Pariwisata berbasis desa menjadi strategi penting dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan di Bali. Desa Wisata Bayung Gede sebagai desa Bali Aga memiliki potensi budaya unik, seperti sistem adat Ulu Apad, tradisi Ari-Ari, dan arsitektur tradisional, namun masih menghadapi rendahnya kunjungan wisatawan akibat lemahnya promosi digital, minimnya branding destinasi, serta keterlibatan masyarakat yang terbatas. Penelitian ini bertujuan merancang model digital marketing berbasis storytelling budaya Bali Aga yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya lokal. Pendekatan kualitatif digunakan dengan dukungan data kuantitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji empiris melalui pilot test konten digital di berbagai platform media sosial dilakukan untuk mengukur efektivitas strategi. Model yang dikembangkan mengintegrasikan konsep AIDA (Attention, Interest, Desire, Action), Integrated Marketing Communication (IMC), dan Community Based Tourism (CBT) dalam satu kerangka berbasis storytelling budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan digital storytelling meningkatkan engagement, jangkauan konten, serta minat kunjungan wisatawan. Keterlibatan masyarakat lokal sebagai pembuat dan narator konten memperkuat autentisitas pesan dan keberlanjutan promosi. Model ini tidak hanya efektif secara pemasaran, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat. Integrasi digital marketing dengan nilai budaya lokal terbukti menjadi strategi inovatif dalam pengembangan desa wisata berbasis komunitas.</p>Dewa Made Sastra WiatmikaIda Bagus Putra YadnyaFatrisia Yulianie
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-1761394610.47492/jrt.v6i1.4163MERANCANG STRATEGI PENINGKATAN OKUPANSI HOTEL DI SANUR MELALUI EVENT MICE
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4164
<p><em>Kawasan Sanur, Bali, memiliki karakteristik unik sebagai destinasi leisure yang sedang bertransformasi menjadi pusat MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan MICE pada hotel di Sanur guna meningkatkan okupansi, khususnya pada periode non-peak. Objek penelitian adalah tiga hotel sampel: Prime Plaza Hotel Sanur, Segara Village Hotel, dan Griya Santrian, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, Focus Group Discussion (FGD), serta laporan internal tren okupansi (2022–2025). Analisis dilakukan secara komprehensif menggunakan matriks IFAS–EFAS, SWOT, dan Business Model Canvas (BMC).</em></p> <p><em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi strategis hotel di Sanur berada pada Kuadran I (Growth) dengan skor IFAS 3,60 dan EFAS 3,30, yang mengindikasikan kesiapan untuk ekspansi pasar secara agresif. Kekuatan utama terletak pada lokasi strategis dan kualitas pelayanan, namun dibatasi oleh kelemahan berupa kapasitas kamar individu dan kompetensi spesifik SDM pemasaran MICE. Temuan utama penelitian ini adalah Model Strategi "Sanur Collective MICE Excellence", yang mengedepankan sinergi lintas-hotel (konsorsium) untuk mengatasi keterbatasan kapasitas fisik melalui paket layanan terintegrasi. Implementasi model ini, yang didukung oleh digital re-branding dan sinkronisasi dengan KEK Sanur, diproyeksikan mampu meningkatkan okupansi pada periode non-peak hingga 15% serta menstabilkan pendapatan sepanjang tahun. Penelitian ini merekomendasikan manajemen hotel untuk mengadopsi model kolaboratif dan sertifikasi kompetensi SDM MICE; pemerintah diharapkan memperkuat regulasi pendukung dan kalender event destinasi; serta akademisi dapat mengembangkan model prediksi okupansi berbasis data dinamis. Temuan ini memberikan kontribusi praktis dalam memperkuat daya saing Sanur sebagai destinasi MICE profesional yang tangguh di tingkat internasional.</em></p>Linda Dwi RahayuNyoman Surya WijayaI Made Trisna Semara
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-1761475410.47492/jrt.v6i1.4164INVENTARISASI MAKANAN TRADISIONAL POPULER DI KOTA BATAM
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4165
<p><em>Inventarisasi makanan tradisional menjadi hal yang penting dalam mempopularkan kuliner pada sebuah daerah. Dengan adanya inventarisasi makanan tradisional, sebuah wilayah dapat mencatat setiap makanan populer yang dapat dikembangkan. </em><em>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengidentifikasi makanan tradisional populer di Kota Batam dan (2) mengklasifikasikan makanan tradisional tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan kualitatif deskriptif. Temuan studi ini memperlihatkan bahwa makanan tradisional memperoleh ulasan positif dari konsumen. Tingginya nilai review tersebut membuktikan bahwa makanan tradisional Batam memiliki popularitas yang tinggi ditengah kuliner modern. Karakteristik dari makanan memperlihatkan keunikan teknik pengolahan</em></p>Mahalia Kendra PattyHeru PramudiaNi Luh Kartini
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-1761557010.47492/jrt.v6i1.4165IDENTIFIKASI STRATEGI DIGITAL MARKETING LIDI TOUR & TRAVEL DI KOTA MATARAM
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4166
<table width="623"> <tbody> <tr> <td width="427"> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemasaran digital Lidi Tour & Travel di Kota Mataram dalam merespons pemulihan pariwisata Lombok pasca-pandemi dan pergeseran perilaku konsumen ke platform digital. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan saat ini memfokuskan promosi pada konten visual di Instagram, Facebook, dan TikTok. Namun, ditemukan kendala signifikan berupa tidak aktifnya situs web resmi yang menyebabkan ketergantungan penuh pada media sosial, sehingga membatasi aksesibilitas informasi formal bagi calon pelanggan. Sebagai solusi untuk memperkuat kredibilitas dan jangkauan pasar, penelitian ini merekomendasikan pengaktifan kembali situs web sebagai pusat informasi utama guna menyeimbangkan interaksi cepat di media sosial dengan penyediaan data yang tepercaya</em><em>.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>Aerul AlansahMahmudah BudiatiningsihIhyana HulfaSiti Sriningsih
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-1761718210.47492/jrt.v6i1.4166TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS: FAKTOR PENENTU PREFERENSI MAGANG DAN KEPUTUSAN KARIER MAHASISWA PARIWISATA
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4167
<table width="623"> <tbody> <tr> <td width="427"> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis secara sistematis literatur terkait faktor-faktor penentu yang memengaruhi preferensi, kepuasan magang, serta dampaknya terhadap keputusan karier mahasiswa vokasi pariwisata dan perhotelan. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA, penelitian ini menelaah 24 artikel empiris dari pangkalan data akademik utama yang diterbitkan dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil analisis tematik menunjukkan bahwa preferensi mahasiswa dalam memilih lokasi magang tidak hanya didorong oleh motivasi internal, tetapi juga kesesuaian nilai organisasi, dukungan keluarga, dan citra perusahaan (employer branding). Namun, employer branding terbukti tidak memiliki dampak signifikan terhadap keputusan karier jika tidak didukung oleh kualitas layanan magang yang baik, seperti bimbingan supervisor dan lingkungan kerja yang positif. Pengalaman operasional langsung terbukti secara signifikan menjembatani kesenjangan ekspektasi mahasiswa, yang pada akhirnya menekan tingkat niat berpindah (turnover intention) ke industri lain pasca-kelulusan. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan dan industri dalam menyusun program magang yang terstruktur, memiliki mentor yang suportif, serta memberikan kompensasi kelayakan kerja guna mempertahankan talenta muda di sektor perhotelan.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>I Ketut WibawaI Wayan Adi PratamaVivi Vivi
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-1761839010.47492/jrt.v6i1.4167QUALITY TOURISM SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING PARIWISATA INDONESIA DI TENGAH KETIDAKPASTIAN GLOBAL
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4168
<table width="623"> <tbody> <tr> <td width="427"> <p><strong><em>Abstract : </em></strong><em>The global tourism sector is currently facing various uncertainties driven by economic slowdown, geopolitical tensions, climate change, and the rapid advancement of digital technologies. These conditions have encouraged a shift in tourism development paradigms from a quantity-oriented approach to a quality-oriented approach. This study aims to analyze the role of Quality Tourism as a strategy for enhancing the competitiveness of Indonesian tourism amid global uncertainty. The study employed a qualitative approach using a descriptive method through document and content analysis. The research data were derived from the Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 report and various scholarly publications related to Quality Tourism, destination competitiveness, and sustainable tourism development. The findings indicate that Quality Tourism serves as a strategic approach to improving destination competitiveness through enhanced tourist experiences, increased economic value creation, preservation of local culture, environmental sustainability, and the utilization of digital technologies. Furthermore, the implementation of Quality Tourism contributes to strengthening tourism resilience against global challenges while supporting sustainable tourism development goals. Therefore, strengthening destination governance, improving human resource quality, fostering tourism product innovation, and accelerating digital transformation are essential factors for the successful implementation of Quality Tourism in Indonesia</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>Putu Arya Reksa AnggratyasJoko PrayitnoI Made Sugita Darmateja
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-17619110010.47492/jrt.v6i1.4168TIRTHA YATRA GENERASI Z HINDU LOMBOK ANTARA TRADISI KELUARGA, FUNGSI RITUAL, DAN AKSESIBILITAS
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4169
<table width="623"> <tbody> <tr> <td width="427"> <p><em>Who says the younger generation no longer cares about religious practices? In Lombok, Hindu students born between 2005 and 2007 demonstrate a surprising pattern of ritual engagement: regularly visiting temples, performing ritual purification rituals, and undertaking tirtha yatra with their families and campus communities. This study explores the motives behind their choices: which temples they visit, why they visit them, and what truly drives their spiritual journey. Using a qualitative approach through open-ended surveys and in-depth interviews with 52 Hindu students, three clusters of motives were identified, operating in layers: geographic proximity, transmission of family traditions, and the specificity of ritual functions. Suranadi Temple, Batu Bolong Temple, and Lingsar Temple dominated the visit lists across informants from various regions. These findings offer the "Triadic Motive Tirtha Yatra" model as a new, relevant framework for developing Hindu spiritual tourism in Lombok.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>Joko PrayitnoPutu Arya Reksa AnggratyasIda Ayu Oka Suwati Sideman
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-176110111210.47492/jrt.v6i1.4169STRATEGI PEMASARAN BERBASIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MULTIBAHASA PRAMUWISATA DI KAWASAN KOTA TUA AMPENAN
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4170
<table width="623"> <tbody> <tr> <td width="427"> <p><em>Kawasan Kota Tua Ampenan merupakan destinasi wisata budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi, namun potensi pemasarannya belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan daya saing destinasi adalah kemampuan komunikasi multibahasa pramuwisata dalam memberikan pengalaman wisata yang lebih berkualitas kepada wisatawan mancanegara. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kemampuan komunikasi multibahasa pramuwisata sebagai strategi pemasaran destinasi di Kota Tua Ampenan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan focus group discussion terhadap pramuwisata, pengelola destinasi, dan wisatawan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, tantangan, dan strategi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi multibahasa meningkatkan kualitas interaksi, kepuasan wisatawan, serta memperkuat citra destinasi sebagai kawasan wisata budaya yang ramah bagi wisatawan internasional. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan antara kompetensi bahasa pramuwisata dengan kebutuhan pasar wisata global. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan berkelanjutan, sertifikasi kompetensi bahasa, serta integrasi teknologi digital dalam strategi pemasaran destinasi. Temuan ini memberikan rekomendasi bagi pengelola destinasi dan pemerintah daerah dalam mengembangkan pemasaran pariwisata yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>Erri SupriadiUwi MartayadiDanu Satria Prayuda
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-176111312810.47492/jrt.v6i1.4170STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA KULINER KHAS LOMBOK DALAM MENDORONG PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KOTA MATARAM
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4171
<table width="623"> <tbody> <tr> <td width="427"> <p><strong><em>Abstract: </em></strong><em>Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi wisata kuliner khas Lombok, peran stakeholder, serta strategi pengembangan wisata kuliner dalam mendorong pertumbuhan pariwisata di Kota Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Mataram memiliki potensi wisata kuliner yang kuat melalui keberagaman kuliner khas Lombok yang autentik, bernilai budaya, dan menarik bagi wisatawan. Peran stakeholder diwujudkan melalui pemerintah sebagai regulator, fasilitator, promotor, dan pelestari budaya, serta pelaku usaha dan masyarakat dalam menjaga kualitas dan kelestarian kuliner lokal. Strategi pengembangan yang dihasilkan meliputi peningkatan promosi, pelestarian keaslian kuliner, peningkatan kualitas produk, pengembangan sarana dan prasarana pendukung, serta penguatan kerja sama antar stakeholder. Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata kuliner sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata di Kota Mataram.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>Sang Ayu Putu Mas AmbarwatiNi Nyoman HarnikaNi Putu Ade Resmayani
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-176112914410.47492/jrt.v6i1.4171STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA ALTERNATIF BERBASI PRODUK LOKAL (STUDI KASUS DI PASAR CAKRANEGARA KOTA MATARAM)
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4172
<table width="623"> <tbody> <tr> <td width="427"> <p><strong><em>Abstract :</em></strong> <em>Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi wisata alternatif berbasis produk lokal, mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pengembangannya, serta merumuskan strategi pengembangan yang dapat diterapkan di Pasar Cakranegara Kota Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan triangulasi dengan melibatkan pengelola pasar, pemerintah daerah, pedagang, masyarakat, wisatawan, serta akademisi sebagai informan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasar Cakranegara memiliki potensi sebagai destinasi wisata alternatif melalui keberagaman produk lokal berupa kain tenun, songket, kerajinan tradisional, kuliner khas, serta nilai sejarah dan budaya kawasan. Namun demikian, pengembangannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti belum optimalnya fasilitas pendukung, promosi yang terbatas, lemahnya koordinasi antar-pemangku kepentingan, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran. Berdasarkan analisis menggunakan teori Tourism Area Life Cycle dan konsep 4A (Attraction, Accessibility, Amenity, Ancillary), strategi pengembangan diarahkan pada peningkatan kualitas atraksi wisata, penyediaan fasilitas yang memadai, penguatan promosi digital, kolaborasi antar-stakeholder, serta pemberdayaan masyarakat lokal guna mewujudkan destinasi wisata alternatif yang berkelanjutan..</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>Ni Nyoman Sevita Vibhudari TrisnaNi Nyoman HarnikaIda Ayu Nyoman Sutriani
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-176114515610.47492/jrt.v6i1.4172MODEL PENGELOLAAN KAMPUNG ADAT KAPER SEBAGAI DAYA TARIK WISATA BUDAYA BERBASIS MASYARAKAT DI DESA GOLO BILAS KABUPATEN
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4173
<table width="623"> <tbody> <tr> <td width="427"> <p><em>Pengelolaan destinasi wisata budaya berbasis masyarakat merupakan strategi penting dalam mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan melalui pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat lokal. Kampung Adat Kaper di Desa Golo Bilas, Kabupaten Manggarai Barat, memiliki potensi wisata budaya berupa Mbaru Gendang, Compang, Lingko, ritual Penti, dan atraksi Tari Caci. Namun, pengelolaannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, lemahnya kelembagaan pengelola, keterbatasan pendanaan, dan belum optimalnya kolaborasi antarpemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis model pengelolaan Kampung Adat Kaper berdasarkan fungsi manajemen (planning, organizing, actuating, dan controlling) serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat pengelolaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Kampung Adat Kaper telah menerapkan fungsi-fungsi manajemen melalui pengembangan atraksi budaya, kolaborasi antara pemerintah desa, lembaga adat, dan sanggar budaya, serta partisipasi aktif masyarakat. Namun, implementasinya belum optimal karena belum didukung oleh masterplan pengembangan destinasi, kelembagaan yang kuat, dan sistem pengawasan yang terstruktur.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>Fransisco Dei Graciano GaduPrimus Gadu
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-176115717010.47492/jrt.v6i1.4173COMMUNITY-BASED TOURISM DI DESA WISATA BAYAN KABUPATEN LOMBOK UTARA
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4174
<table width="623"> <tbody> <tr> <td width="427"> <p><strong><em>Abstract: </em></strong><em>Desa Wisata Bayan merupakan salah satu destinasi wisata budaya di Kabupaten Lombok Utara yang memiliki potensi wisata alam, budaya, dan buatan yang dikelola dengan melibatkan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengembangan pariwisata di Desa Wisata Bayan berdasarkan prinsip-prinsip Community-Based Tourism (CBT). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research). Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku, prosiding, dokumen pemerintah, regulasi, laporan penelitian, dan berbagai publikasi yang relevan, kemudian dianalisis berdasarkan sepuluh prinsip Community-Based Tourism yang mengacu pada ASEAN Community-Based Tourism Standard (2016). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata di Desa Wisata Bayan telah mengimplementasikan sebagian besar prinsip CBT melalui pemanfaatan potensi wisata berbasis alam dan budaya, pelibatan masyarakat, pengembangan UMKM, pelestarian tradisi lokal, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan. Namun demikian, implementasinya belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat berbagai tantangan, antara lain rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, keterbatasan kapasitas kelembagaan, belum optimalnya kemitraan, ketergantungan terhadap pendanaan eksternal, serta mekanisme pembagian manfaat yang belum sepenuhnya berkeadilan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan penerapan CBT tidak hanya ditentukan oleh potensi destinasi, tetapi juga oleh kualitas tata kelola kolaboratif, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kelembagaan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengembangan yang lebih partisipatif, kolaboratif, dan berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing Desa Wisata Bayan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>Mahmudah BudiatiningsihAdhitya Bagus Singandaru
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-176117118210.47492/jrt.v6i1.4174KONSTRUKSI SOSIAL BUDAYA KERJA DAPUR (KITCHEN CULTURE) MELALUI PEMBIASAAN MORNING BRIEFING DAN MISE EN PLACE: STUDI ETNOGRAFI PENDIDIKAN PADA MAHASISWA TATA BOGA STP MATARAM
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4175
<table width="623"> <tbody> <tr> <td width="427"> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses konstruksi sosial budaya kerja dapur (kitchen culture) melalui pembiasaan morning briefing dan mise en place pada mahasiswa Tata Boga di STP Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi pendidikan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan laboran. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann yang mencakup proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morning briefing dan mise en place tidak hanya berfungsi sebagai prosedur teknis praktikum, tetapi juga menjadi media pembentukan budaya kerja yang menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kerapian, dan kerjasama tim. Melalui proses pembiasaan yang berlangsung secara berulang, nilai-nilai tersebut terinternalisasi menjadi karakter mahasiswa dan membentuk budaya kerja dapur yang profesional. Penelitian ini menegaskan bahwa rutinitas praktikum memiliki peran pedagogis yang penting dalam pengembangan soft skills mahasiswa vokasi pariwisata sehingga dapat menjadi model pembelajaran karakter yang relevan dengan kebutuhan industri kuliner dan perhotelan.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>Lalu Yulendra
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-176118319810.47492/jrt.v6i1.4175EVALUASI KUALITAS PELAYANAN FRONT OFFICE HOTEL SENTRA MANADO DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PERSEPSI TAMU MELALUI GOOGLE REVIEW
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4176
<table width="623"> <tbody> <tr> <td width="427"> <p><em>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas pelayanan front office Hotel Sentra Manado berdasarkan persepsi tamu melalui dua sumber data, yaitu kuesioner dan Google Review. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan model SERVQUAL pada lima dimensi: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Data primer diperoleh dari 117 responden yang pernah menggunakan layanan front office, sedangkan data sekunder berupa 290 ulasan Google Review hasil purposive sampling dari 780 ulasan yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan kualitas pelayanan front office secara keseluruhan berada pada kategori Sangat Baik dengan Grand Mean kuesioner 4,32 dan rata-rata skor Google Review pada rentang 4,60–5,00. Analisis gap internal menunjukkan dimensi Tangibles, Reliability, dan Assurance berstatus unggul, sedangkan Responsiveness dan Empathy memerlukan perbaikan. Analisis gap SERVQUAL terhadap skor harapan menunjukkan dimensi Empathy (−0,44) dan Responsiveness (−0,42) sebagai prioritas utama perbaikan. Penelitian merekomendasikan peningkatan pelatihan service recovery serta pemanfaatan Google Review sebagai alat monitoring kualitas pelayanan secara berkelanjutan.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>Vanessa SatigiSelvie R. KaleleBenny I. Towoliu
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-176119921210.47492/jrt.v6i1.4176SAMSARA LIVING MUSEUM: PROTOTIPE EKONOMI KREATIF PARIWISATA BERBASIS PRESERVASI BUDAYA DI KARANGASEM, BALI
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4177
<table width="623"> <tbody> <tr> <td width="427"> <p><em>Pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali cenderung terpusat di wilayah yang telah maju, sehingga kawasan pinggiran dan rawan bencana sering tertinggal. Samsara Living Museum di Desa Jungutan, Karangasem, hadir sebagai model alternatif yang menempatkan preservasi budaya sebagai dasar pengembangan ekonomi kreatif pariwisata. Penelitian ini menganalisis Samsara sebagai prototipe ekonomi kreatif berbasis preservasi budaya melalui pendekatan kualitatif studi kasus dengan wawancara, observasi, penelusuran media sosial, dan studi dokumen. Hasilnya menunjukkan bahwa Samsara menghidupkan siklus kehidupan manusia Bali melalui praktik adat, ritual, lontar, dan aktivitas harian sebagai inti pengalaman wisata, sekaligus mengolah tradisi menjadi paket pengalaman dan produk lokal yang memberi nilai tambah ekonomi bagi warga tanpa mengorbankan keaslian budaya dan ekologi. Strategi destination branding dengan narasi museum kehidupan dan The Circle of Balinese Life menguatkan posisi Samsara sebagai laboratorium pariwisata regeneratif yang berpotensi direplikasi di wilayah pinggiran lainnya.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table>I Made Sugita DarmatejaPutu Arya Reksa AnggratyasNi Putu Sasmika Dewi
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-176121322610.47492/jrt.v6i1.4177MENINGKATKAN DAYA TARIK BUKIT KEBO DI BALIKPAPAN MELALUI STRATEGI PROMOSI TIKTOK DI ERA DIGITAL
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4150
<p><em>Kebo Hill is one of the natural tourist destinations that has great potential to be developed. However, until now his digital promotion is still limited to the use of Instagram and does not have an official TikTok account. In fact, TikTok as a short video-based social media platform has the ability to reach a wide audience and is effective in shaping public perception of tourist destinations. This study uses a quantitative approach with the PLS-SEM method which is processed using the SMART PLS 4.0.9.9 software. The research sample consisted of 100 respondents who had visited Bukit Kebo and viewed related promotional content on social media. The results showed that the promotion variable had a positive and significant influence on tourist attraction (p-value 0.000 < 0.05), while the TikTok application variable had no significant effect (p-value 0.5694 > 0.05). The R-Square value of 0.65 indicates that 65% of the variation in Bukit Kebo's attractiveness is explained by TikTok social media variables and promotion, while the remaining 35% is influenced by other factors such as facilities, accessibility, and service. These findings indicate that although the use of TikTok as a promotional medium is not optimal, this platform has great potential to improve the image and attractiveness of Bukit Kebo if managed creatively, consistently, and collaboratively through attractive video content and collaboration with tourism content creators.</em></p>Firda RahmayantiFarid Asfari RahmanSyamsu Rijal
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-176122724010.47492/jrt.v6i1.4150MANAJEMEN PARIWISATA BERKELANJUTAN MELALUI OPTIMALISASI WISATA KULINER BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI GIANYAR, BALI
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4151
<p><em>Sustainable tourism has become an important issue in the development of tourist destinations, particularly in Gianyar, Bali, which possesses strong cultural and culinary potential. However, the optimization of culinary tourism based on local wisdom has not been fully integrated into tourism management. This study aims to analyze the influence of tourism management, culinary tourism optimization, and local wisdom on sustainable tourism. This research employs a quantitative approach with data collected through questionnaires distributed to 100 respondents consisting of tourists and culinary business actors. The data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Square (PLS) with the assistance of SmartPLS software. The results indicate that tourism management has a positive and significant effect on culinary tourism optimization, while culinary tourism optimization and local wisdom have a positive and significant effect on sustainable tourism. In addition, culinary tourism optimization is proven to act as a mediating variable in the relationship between tourism management and sustainable tourism. These findings suggest that the integration of tourism management, culinary development, and local wisdom plays a crucial role in supporting sustainable tourism, and therefore should become a key focus in tourism policy and management.</em></p>Maria Lydia Da SilvaI Gusti Ketut SuranataRizka Elvira Parinduri
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-176124124610.47492/jrt.v6i1.4151PENGARUH E-WOM DI MEDIA SOSIAL TERHADAP MINAT BERKUNJUNG WISATAWAN PADA DESTINASI WISATA KULINER DI UBUD
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4152
<p><em>This study aims to analyze the effect of electronic word of mouth (e-WOM) on social media on tourists’ intention to visit culinary tourism destinations in Ubud. The research method used is a quantitative approach with an associative research type. The sampling technique employed purposive sampling with a total of 120 respondents who are active social media users and have an interest in culinary tourism. Data were collected through questionnaires using a Likert scale. Data analysis was conducted using simple linear regression with the assistance of SPSS. The results show that e-WOM has a positive and significant effect on tourists’ intention to visit. This is evidenced by the regression coefficient value of 0.645 and a significance value of 0.000 < 0.05. In addition, the coefficient of determination (R²) of 0.520 indicates that 52% of the variation in visiting intention can be explained by e-WOM. These findings indicate that the higher the intensity and quality of information shared on social media, the higher the tourists’ intention to visit culinary tourism destinations. This study implies that e-WOM is an important factor in digital marketing strategies, particularly in enhancing the attractiveness of culinary tourism. Therefore, business actors are expected to optimize the use of social media to encourage positive reviews and improve tourist experiences.</em></p>Unggul Putra JayaMaria Lydia Da Silva
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-176124725210.47492/jrt.v6i1.4152EKSPLORASI PERAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PADA HOTEL DI UBUD, BALI
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4153
<p><em>This study aims to explore the role of human resource management in improving service quality in hotels located in Ubud, Bali. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, including HR managers, operational managers, supervisors, and hotel employees. The findings reveal that human resource management plays a significant role in enhancing service quality through attitude-based recruitment, continuous training and development programs, and regular performance evaluations. Additionally, the integration of Balinese local cultural values into service practices serves as a unique advantage in creating high-quality guest experiences. However, challenges remain in maintaining service consistency and addressing high employee turnover. This study contributes theoretically to the development of human resource management and service quality literature, and practically as a reference for hotel management in improving competitiveness through effective HR practices.</em></p>Ngakan Putu Purwita
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-176125325810.47492/jrt.v6i1.4153PERAN HOTEL BINTANG 5 DALAM MENDORONG PARIWISATA BERKELANJUTAN DI NUSA DUA, BALI
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4154
<p><em>This study aims to analyze the role of five-star hotels in promoting sustainable tourism in the Nusa Dua area. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through in-depth interviews, observations, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, consisting of hotel managers, operational staff, and tourism stakeholders. The findings reveal that five-star hotels play a strategic role in implementing sustainable tourism practices through environmental initiatives such as energy efficiency, waste management, and water conservation, as well as contributing to socio-economic aspects through local community empowerment and corporate social responsibility programs. However, the implementation still faces several challenges, including low tourist participation, high expectations of luxury services, and limited integration among stakeholders at the destination level. This study highlights the importance of stronger collaboration among hotels, government, and local communities to achieve sustainable and competitive tourism development.</em></p>Eko Moh. Romi KurniawanNi Putu Helda Silpia Apriyani
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-176125926610.47492/jrt.v6i1.4154ANALISIS PENGELOLAAN LINGKUNGAN DALAM MENDUKUNG PARIWISATA BERKELANJUTAN DI TAMAN EDUKASI GANESPA, TANGERANG SELATAN
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4155
<p><em>This research is motivated by the importance of applying the principles of sustainable tourism, which emphasize environmental management through the wise use of natural resources, maintaining ecological balance, and increasing visitor environmental awareness. The research problem focuses on how environmental management at Taman Edukasi Ganespa, Setu 7 Muara, is carried out to support destination sustainability. The purpose of this study is to analyze the implementation of environmental management principles in the area and to assess the destination’s readiness to achieve sustainability. The study employs a qualitative method with observation, semi-structured interviews, and documentation techniques. Research informants consist of the manager, selected through purposive sampling, and five visitors through snowball sampling. The findings indicate that environmental management at Ganespa remains limited, as shown by the absence of eco-friendly facilities such as segregated waste bins, alternative energy, and recycling facilities. Monitoring and evaluation have been carried out periodically, but they remain simple and lack transparency to the public. Furthermore, technical training on environmental management has not been implemented optimally, while visitor-oriented environmental education remains minimal. Thus, Taman Edukasi Ganespa holds great potential to become a sustainable destination, but it requires the provision of eco-friendly infrastructure, more measurable evaluation systems, and strengthened educational programs for visitors to fully realize the principles of sustainability.</em></p>Steven Ryan TedjaJohann W. H. Prawiro
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-176126727810.47492/jrt.v6i1.4155PENGARUH PLATFORM MEDIA SOSIAL TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MEMILIH DESTINASI KULINER DI KOTA BALI
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4156
<p><em>The rapid development of social media platforms has significantly influenced consumer behavior, particularly in the tourism and culinary sectors. In Bali, culinary tourism has become one of the main attractions for both domestic and international tourists. Social media platforms such as Instagram, TikTok, YouTube, and Facebook are increasingly utilized as sources of information and references in determining culinary destinations. This study aims to analyze the influence of social media platforms on consumer decisions in choosing culinary destinations in Bali. The research employs a quantitative approach using questionnaire data collected from 120 respondents who actively use social media and have visited culinary destinations in Bali. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Square (PLS) with SmartPLS software. The results indicate that social media platforms have a positive and significant effect on consumer decisions. Information quality, electronic word of mouth (e-WOM), visual content attractiveness, and influencer credibility also significantly influence consumer interest in culinary destinations. The findings demonstrate that social media plays a strategic role in shaping consumer perceptions and purchasing decisions in culinary tourism. Therefore, tourism business actors are encouraged to optimize digital marketing strategies through social media to enhance destination competitiveness.</em></p>Yesarela Pandu MauI Wayan Arta Artana
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-176127928410.47492/jrt.v6i1.4156PERAN DIGITALISASI DALAM STRATEGI BERTAHAN DAN PERTUMBUHAN CV BANGUN ARTHA GUNA SEDAYA DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4157
<p><em>Di era modern, kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap pola bisnis, perilaku konsumen, dan tingkat persaingan bisnis. Perusahaan harus mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kebutuhan pasar yang semakin dinamis untuk bertahan hidup, dan perusahaan yang tidak dapat mengikuti perkembangan digital sangat berisiko kehilangan daya saing atau kehilangan pelanggan. Oleh karena itu, transformasi digital menjadi strategi penting dalam mempertahankan dan mengembangkan bisnis di era digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji 1) Bagaimana peran digitalisasi dalam strategi bertahan CV Bangun Artha Guna Sedaya di era transformasi digital, 2) Bagaimana digitalisasi berkontribusi terhadap pertumbuhan CV Bangun Artha Guna Sedaya dalam jangka pendek dan jangka panjang, 3) Apa saja hambatan dan peluang yang dihadapi perusahaan dalam proses implementasi digitalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. untuk memahami fenomena transformasi digital dalam dunia bisnis secara mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap berbagai sumber yang relevan dengan implementasi digitalisasi dalam perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi memberikan dampak positif terhadap perkembangan perusahaan, terutama dalam meningkatkan efisiensi operasional, memperluas pemasaran digital, menciptakan inovasi layanan, serta meningkatkan daya saing perusahaan. Selain itu, digitalisasi juga membantu perusahaan memahami kebutuhan konsumen secara lebih cepat dan meningkatkan hubungan dengan pelanggan melalui platform digital. Namun, perusahaan juga menghadapi tantangan berupa adaptasi teknologi, kompetensi sumber daya manusia, dan persaingan bisnis digital yang semakin ketat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi digital memiliki peran penting dalam mendukung strategi bertahan dan pertumbuhan perusahaan di era digital. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan strategi bisnis berbasis digitalisasi secara optimal agar mampu mempertahankan keberlangsungan usaha dan meningkatkan daya saing bisnis.</em></p>Yuyu SeptianiChairunnisa HanumSelfana Gunawan
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-176128529810.47492/jrt.v6i1.4157SUSTAINABILITY KESENIAN CAK BONA DALAM PARIWISATA BUDAYA: DIALEKTIKA PELESTARIAN DAN KOMODIFIKASI WARISAN BUDAYA TAK BENDA
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4158
<p><em>Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara kritis bagaimana keberlanjutan kesenian Cak Bona dikonstruksi melalui interaksi antara pelaku seni, masyarakat lokal, dan sistem pariwisata, serta bagaimana dinamika tersebut dipengaruhi oleh logika pasar wisata yang cenderung menekankan aspek konsumsi budaya. Dengan demikian, penelitian ini juga berupaya mengungkap konsekuensi kultural dari integrasi kesenian tradisional ke dalam industri pariwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif studi pariwisata budaya kritis. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif untuk memahami praktik pertunjukan secara langsung, wawancara mendalam dengan pelaku seni, tokoh budaya, dan pemangku kepentingan pariwisata, serta studi dokumentasi terhadap berbagai bentuk representasi kesenian Cak Bona dalam konteks wisata. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan teoritis staged authenticity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Cak Bona mengalami proses transformasi yang bersifat ambivalen. Di satu sisi, keterlibatan dalam sektor pariwisata memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan kesenian melalui peningkatan frekuensi pertunjukan, penguatan eksistensi budaya, serta dukungan ekonomi bagi pelaku seni. Namun di sisi lain, keterlibatan tersebut juga memunculkan tekanan adaptasi yang mengarah pada komodifikasi, di mana struktur pertunjukan, durasi, dan makna simbolik kesenian mengalami penyesuaian untuk memenuhi ekspektasi wisatawan. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberlanjutan kesenian tidak dapat dipahami secara linear, melainkan sebagai proses yang penuh ketegangan antara logika budaya dan logika pasar. Dalam konteks ini, keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan eksistensi kesenian, tetapi juga dengan bagaimana makna budaya diproduksi ulang, dinegosiasikan, dan kadang direduksi dalam ruang pariwisata.</em></p>Putu Ayu Dian RatnaNurfadillah Mustari
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-176129930610.47492/jrt.v6i1.4158MODEL STRATEGI PENJUALAN PAKET WISATA TERPADU UNTUK MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN KE PULAU UNTUNG JAWA KEPULAUAN SERIBU
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4159
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi daya tarik wisata, karakteristik dan preferensi wisatawan, kondisi pengemasan dan penjualan paket wisata, serta merumuskan model strategi penjualan paket wisata terpadu yang efektif untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada wisatawan dan pelaku usaha wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pulau Untung Jawa memiliki potensi wisata bahari, wisata mangrove, wisata budaya, dan wisata buatan yang cukup kuat untuk dikembangkan menjadi paket wisata terpadu. Persepsi wisatawan terhadap daya tarik wisata menunjukkan tingkat persetujuan positif sebesar 82,10%, sedangkan preferensi wisatawan terhadap paket wisata yang beragam, fleksibel, berbasis pengalaman lokal, dan nyaman mencapai 86,30%. Pengemasan paket wisata dinilai cukup baik dengan tingkat persetujuan sebesar 80,34%, namun masih memerlukan peningkatan pada aspek inovasi produk, integrasi layanan, dan pemasaran digital. Penelitian ini menghasilkan model strategi penjualan paket wisata terpadu berbasis preferensi wisatawan, integrasi produk wisata, keterlibatan masyarakat lokal, dukungan pemerintah, serta strategi pemasaran digital. Model tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan, memperkuat daya saing destinasi, serta meningkatkan kunjungan wisatawan secara berkelanjutan.</em></p>Wisnu Bawa TarunajayaSukmadi SukmadiHaryadi DarmawanAnwari MasatipWawan Gunawan
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-176130731210.47492/jrt.v6i1.4159PENGELOLAAN POTENSI WISATA ALAM DANAU LIMAU DI DESA LALANG KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT
https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4178
<p><em>The Lake Limau tourist destination is one of the uses of natural potential located in Lalang Village, West Kotawaringin Regency, Central Kalimantan Province. The Lake Limau tourist destination is managed by the village government to increase the village's original income (PADes), so it is necessary to have management carried out by the village government so that this tourism continues to develop and be sustainable. This research uses Fauziah Eddyono's theory of tourist destination management with indicators namely Attractions, Facilities, Infrastructure, Transportation and Hospitality. This research uses qualitative research methods to describe in depth and comprehensively the problems of the object under study. Based on the research results, it can be concluded that the management of the Lake Limau tourist destination by the village government is still not optimally fulfilled. This is based on the lack of fulfillment of tourism management elements, namely facilities, infrastructure and transportation</em></p>Alfi HasanahSri Mujiarti UlfahMarvy F.A. SahayYuli Pitriah
##submission.copyrightStatement##
2026-07-172026-07-176131332210.47492/jrt.v6i1.4178