Revitalisasi Kawasan Kota Tua Ampenan sebagai Destinasi Wisata Heritage di Kota Mataram

  • Kanom Kanom Politeknik Negeri Banyuwangi
  • Rizal Kurniansah Universitas Mataram
  • Masrun Masrun Universitas Mataram
  • Nur Afiah Universitas Mataram
Keywords: revitalisasi kawasan, wisata heritage, kota tua ampenan, analisis SWOT, pengembangan destinasi, pariwisata berkelanjutan

Abstract

Kota Tua Ampenan merupakan kawasan bersejarah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata heritage di Kota Mataram. Namun, berbagai permasalahan seperti perubahan fungsi bangunan bersejarah, keterbatasan fasilitas wisata, degradasi lingkungan kawasan, serta belum optimalnya pengelolaan destinasi menjadi tantangan dalam pengembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi revitalisasi Kota Tua Ampenan sebagai destinasi wisata heritage melalui identifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan kawasan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis SWOT untuk merumuskan strategi revitalisasi yang sesuai dengan karakteristik kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Tua Ampenan memiliki kekuatan berupa nilai sejarah, keberagaman budaya, lokasi strategis, dan daya tarik wisata pendukung. Sementara itu, kelemahan utama meliputi keterbatasan fasilitas, kondisi bangunan heritage yang kurang terawat, dan lemahnya promosi destinasi. Strategi revitalisasi yang direkomendasikan meliputi pengembangan wisata heritage berbasis pengalaman, revitalisasi bangunan bersejarah, penguatan partisipasi masyarakat, promosi digital, serta penguatan tata kelola kawasan. Revitalisasi yang terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan daya saing destinasi sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya Kota Tua Ampenan.

References

[1]. Mammadova E, Abdullayev A. The Role of Cultural Heritage in Tourism Competitiveness. Porta Universorum. 2025;1(5):64–72. doi:10.69760/portuni.0105005
[2]. Gravari-Barbas M, Jacquot S. Mechanisms, actors and impacts of the touristification of a tourism periphery: the Saint-Ouen flea market, Paris. International Journal of Tourism Cities. 2019;5(3):370–91. doi:10.1108/IJTC-11-2018-0093
[3]. UNESCO. Intangibal Cultural Heritage and Sustainable Development [Internet]. 2015;1–16. Available from: https://ich.unesco.org/doc/src/34299-EN.pdf
[4]. Kempiak J, Hollywood L, Bolan P, McMahon-Beattie U. The heritage tourist: an understanding of the visitor experience at heritage attractions. International Journal of Heritage Studies. 2017 Apr 21;23(4):375–92. doi:10.1080/13527258.2016.1277776
[5]. Naifa AN, Firdausi ZJ. Kajian Teoritis Tentang Peran Manajemen Pemasaran Digital Dalam Meningkatkan Penjualan UMKM : Tinjauan Literatur. Managing: Jurnal Bisnis dan Manajemen. 2026;3(1):1–11.
[6]. Srilian Laxmiwaty Dai1, Nur Fadhlyah Usu2 IKH. TULIP : Tulisan Ilmiah Pariwisata ISSN : 2720-9873. Program Studi Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Indonesia Email; 2021;4(1):32–41.
Published
2026-11-02
How to Cite
Kanom, K., Kurniansah, R., Masrun, M., & Afiah, N. (2026). Revitalisasi Kawasan Kota Tua Ampenan sebagai Destinasi Wisata Heritage di Kota Mataram. Journal Of Responsible Tourism, 6(2), 641-652. Retrieved from https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4249
Section
Articles