Analisis Sarana dan Prasarana Kebutuhan Wisata sebagai Penunjang Pariwisata di Kawasan Pantai Tanjung Aan Desa Sengkol

  • Nokia Falentino Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
  • Murianto Murianto Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
  • Dila Ariyogi Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Keywords: Sarana, Prasarana, Penunjang Pariwisata, Pantai Tanjung Aan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sarana dan prasarana yang ada di Pantai Tanjung Aan serta untuk menganalisis sarana dan prasarana yang ada sesuai dengan standar di kawasan Pantai Tajung Aan. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Persepsi wisatawan mengindikasikan ketidakpuasan terhadap fasilitas, meskipun keindahan alam menjadi daya tarik utama.

References

[1] Anindita, M.(2015).Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kunjungan ke Kolam Renang Boja.Skripsi Ekonomika dan Bisnis,Universitas Diponegoro.
[2] Anonim.Undang Undang tentang kepariwisataan. UU No. 10 tahun 2009.Jakarta: Direktorat Jendral Hukum dan HAM.
[3] Amin, K., & Susanto, D. R. (2019). Pengaruh Sarana dan Prasarana Pendukung Wisata terhadap Kepuasan Wisatawan di Umbul Ponggok, Klaten. Khasanah Ilmu Jurnal Pariwisata, 10(1), 34–40. https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/khasanah/article/view/6373
[4] BPS Kabupaten Lombok Tengah.(2015). Jumlah Kunjungan Wisatawan 2015.
[5] BPS Loteng.Lombok Tengah
[6] Dinas Pariwisata Lombok Tengah.(2020).Kunjungan Wisatawan Asing dan Domestik di Kbaupaten Lombok Tengah 2019. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.Lombok Tengah
[7] Enden, T. (2021). Masa depan industri Pariwisata Kota Palangkaraya . Jurnal Penelitian UPR : Kaharati, 9-16.
[8] Fajriah, N., & Mussadun, M. (2014). Pengelolaan Pariwisata Berbasis Ekowisata dan Keberlanjutan. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 9(1), 21–30.
[9] Hadiwijoyo, Suryo Sakti.(2012).Perencanaan Pariwisata Perdesaan berbasis Masyarakat. Yogyakarta: Graha Ilmu
[10] Hendryadi. (2019). Metode Penelitian. Lembaga Pengembangan Manajemen dan Publikasi Imperium.
[11] Inskeep, Edward. (1991). Tourism Planning- An Integrated Sustainable Approach.
[12] New York: Van Nostrand Reinhold.
[13] Kemenparekraf RI. (2010). Standar Nasional Sarana dan Prasarana Pariwisata. Jakarta: Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata.
[14] Kiana, H. (2022). Analisis Data Kualitatif: Model Miles dan Huberman.
[15] Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
[16] Kiswantoro, A., & Susanto, D. R. (2019). Pengaruh Sarana Dan Prasarana Pendukung Wisata Terhadap Kepuasan Wisatawan Di Umbul Ponggok, Klaten. Khasanah Ilmu-Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 10(2), 106-112. Anggela, M. M., Karini, N. M. O., & Wijaya, N. M. S. (2017). Persepsi dan Motivasi Wisatawan yang Berkunjung ke Daya Tarik Wisata Jembong di Kabupaten Buleleng. Jurnal IPTA p-ISSN, 5(2), 2017.
[17] Kurniawan, Wawan.(2015). Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan Pariwisata Umbul Sidomukti Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Skripsi Program Studi ekonomi pembangunan fakultas ekonomi. Universitas Negeri Semarang.
[18] Kusumastuti, Y. (2019). Strategi Penyajian Data Kualitatif. Dalam Kiana, H.
[19] Analisis Data Kualitatif (hlm. 130–135). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
[20] MCST UNRAM. (2020). Hasil Observasi Sosial di Kecamatan Pujut (Lombok Tengah). Laporan internal. Diakses dari https://mcstounram- lombok.org/2020/11/12/hasil-observatory-di-kecamatan-pujut
[21] Miles, Matthew B. & A. Michael Huberman.( 2009). Analisis Data Kualitatif.Jakarta: UI-Press.
[22] Nabawi, F. A. (2024). Analisis Kebutuhan Sarana dan Prasarana Kawasan Wisata Pantai Ngebum Kabupaten Kendal (Skripsi, Universitas Islam Sultan Agung). http://repository.unissula.ac.id/34659/
[23] Narendra, W. (2018). Identifikasi Kebutuhan Sarana dan Prasarana Wisata Berdasarkan Persepsi Pengunjung di Pantai Sipelot Kabupaten Malang (Skripsi, Institut Teknologi Nasional Malang). http://eprints.itn.ac.id/133/
[24] Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Tahun 2011 No 50 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional tahun 2010-2025
[25] Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia No. 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1303.
[26] Permadi, A., Fajriah, N., & Mussadun, M. (2018). Preferensi Wisatawan Muslim terhadap Sarana Wisata Halal di KEK Mandalika. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 13(1), 45–52.
[27] Permadi, Lalu Adi, dkk.(2018). Persepsi dan preferensi wisatawan muslim terhadap sarana dan prasarana wisata halal di Lombok. jseh.unram. Vol. 4. No. 2.
[28] Raden Agusbushro, V.H. Makarau & Amanda Sembel. 2014. Analisis kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata di kawasan taman nasional bunaken kecamatanbunakenkepulauankotamanado. ejournal.unsrat. Vol. 2. No. 2.
[29] Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
[30] Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
[31] Sugiyono. (2017). Teknik Sampling dalam Penelitian. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif untuk Penelitian Sosial. Bandung:
[32] Alfabeta.
[33] Sutono, & Meitasari, K. (2021). Sistem Informasi Objek Wisata Berbasis Media Sosial. Jurnal Informatika, 26-35.
[34] Suwantoro, Gamal.(2004). Dasar-dasar Pariwisata. Penerbit Andi Yogyakarta
[35] Syahid, Ahmad Rosyidi.(2016).Pariwisata Halal: Pengertian,Prinsip, dan Prospeknya.
[36] Syarifah Dina Fajriah, Mussadun. (2014). Pengembangan Sarana dan Prasarana untuk Mendukung Pariwisata Pantai yang Berkelanjutan (Studi Kasus: Kawasan Pesisir Pantai Wonokerto Kabupaten Pekalongan). Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota. Vol. 10. No. 2.
[37] Suyitno.(2018). Metode Penelitian Kualitatif: Konsep, Prinsip dan Operasionalnya.Tulungagung: Akademia Pustaka.
[38] Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif Kualitatif dan R & D, (Bandung: Alfabeta, 2005, 2011,2012, 2015, 2017, 2018, 2019).
[39] Tondobala,Linda.(2012). Kelayakan Pusat Kota Manado sebagai Destinasi Pariwisata. Jurnal Edia Matrasain. Vol 8 No 3
[40] Ummah, Imamul. (2019). Survey Daya Tarik Pengunjung Terhadap Fasilitas dan Pelayanan pada Tempat Wisata Permandian Air Panas Lejja Kecamatan Marioriawa. Eprints.unm.
[41] Ummah, S. (2019). Survey Daya Tarik Fasilitas dan Pelayanan di Permandian Air Panas Lejja Kabupaten Soppeng. Makassar: Universitas Negeri Makassar.
[42] Walfajri, A. (2019). Statistik Pariwisata Provinsi NTB Tahun 2015–2018. Dinas Pariwisata Provinsi NTB.
[43] Warpani, S. P. (2007). Pariwisata Dalam Tata Ruang Wilayah. Bandung: ITB Wibowo, A. A. (2010). Pengembangan desa wisata sebagai model pemberdayaan
[44] masyarakat di Desa Brayut, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Skripsi. Universitas Sebelas Maret. Winarno, S. (2011). Interpretasi dan Validasi Hasil Penelitian Kualitatif. Jakarta:
[45] Rajagrafindo Persada.
[46] World Tourism Organization (WTO).(1980).Concept of Sustainable Tourism Development.Madrid:UNWTO.
[47] Yoeti, Oka A. (1996). Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung: Angkasa.
[48] Yoeti, Oka A. (2008). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta.
[49] Pradaya Pratama.
[50] Yoeti, A. Yoeka. (2012) .Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung: Angkasa
Published
2026-11-02
How to Cite
Falentino, N., Murianto, M., & Ariyogi, D. (2026). Analisis Sarana dan Prasarana Kebutuhan Wisata sebagai Penunjang Pariwisata di Kawasan Pantai Tanjung Aan Desa Sengkol. Journal Of Responsible Tourism, 6(2), 613-626. Retrieved from https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4247
Section
Articles