Optimalisasi Marketing Mix dalam Meningkatkan Penjualan di Be Coffee Lombok Plaza Kota Mataram

  • Ahmad Afandi Agustia Sarjana Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
  • I Made Suyasa Sarjana Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
  • Uwi Martayadi Sarjana Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Keywords: marketing mix, bauran pemasaran, penjualan, coffee shop, Be Coffee Lombok Plaza

Abstract

Perkembangan industri coffee shop di Kota Mataram yang semakin pesat telah meningkatkan persaingan usaha sehingga setiap pelaku bisnis dituntut menerapkan strategi pemasaran yang efektif untuk mempertahankan dan meningkatkan penjualan. Be Coffee Lombok Plaza sebagai coffee shop yang mengusung konsep Coffee to Go dan Friend Space menghadapi tantangan berupa meningkatnya jumlah pesaing, perubahan perilaku konsumen, serta tuntutan terhadap kualitas produk, pelayanan, dan kenyamanan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan implementasi bauran pemasaran (marketing mix 7P) yang diterapkan Be Coffee Lombok Plaza dalam meningkatkan penjualan. (2) Menganalisis kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan strategi pemasaran. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) implementasi bauran pemasaran 7P telah berjalan dengan baik melalui penyediaan produk berkualitas, harga yang kompetitif, lokasi yang nyaman, promosi berbasis media sosial dan word of mouth, sumber daya manusia yang profesional, proses pelayanan yang cepat, serta fasilitas fisik yang mendukung kenyamanan pelanggan. (2) Optimalisasi penjualan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan fleksibilitas promosi akibat birokrasi manajemen hotel, rendahnya visibilitas lokasi dari jalan utama, tingginya persaingan coffee shop di Kota Mataram, serta fluktuasi jumlah pengunjung pada jam-jam tertentu. Penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi promosi digital, peningkatan visibilitas lokasi, dan penyusunan program pemasaran yang lebih adaptif untuk meningkatkan daya saing dan penjualan.

References

1. Idrus, M. (2021). Metode penelitian ilmu sosial: Pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Yogyakarta: Penerbit Erlangga.
2. Kotler, P., & Keller, K. L. (2011). Marketing management (13th ed.). Pearson Education.
3. Rukasih. (2015). Metodologi penelitian dan teknik penyusunan karya ilmiah. Mataram: STP Press.
4. Sofjan, A. (2009). Manajemen pemasaran: Dasar, konsep, dan strategi. Jakarta: Rajawali Pers.
5. Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
6. Wachdijono, & Yahya, M. (2022). Fenomena coffee shop dan gaya hidup masyarakat modern. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Published
2026-11-02
How to Cite
Agustia, A. A., Suyasa, I. M., & Martayadi, U. (2026). Optimalisasi Marketing Mix dalam Meningkatkan Penjualan di Be Coffee Lombok Plaza Kota Mataram. Journal Of Responsible Tourism, 6(2), 553-560. Retrieved from https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4240
Section
Articles