Pengembangan Paket Wisata Edukasi Berbasis Ekonomi Sirkular di Desa Lembuak dan Peresak
Abstract
Praktik ekonomi sirkular di Waste Station Desa Peresak dan Laboratorium Hijau PAMANSAM memiliki nilai lingkungan dan edukatif, tetapi belum dirumuskan sebagai produk wisata yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi komponen produk wisata pada kedua praktik tersebut dan mengembangkan prototipe paket wisata edukasi berbasis ekonomi sirkular sebagai produk wisata minat khusus di Desa Lembuak dan Desa Peresak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Research and Development yang dibatasi pada identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, dan revisi desain. Data dihimpun melalui observasi pada enam titik lokasi, wawancara dengan dua informan Next Level Movement, dokumentasi, serta pengkajian desain oleh dua calon pengguna dan seorang praktisi kepemanduan. Hasil penelitian mengidentifikasi potensi pembelajaran pada Laboratorium Hijau PAMANSAM, sungai, Jembatan Tuntang Tungkek, Waste Point, dan Waste Station, yang kemudian disusun menjadi prototipe Earthventure Circular Economy Learning Tour – Half Day berdurasi 5,5 jam dengan kapasitas ideal 10–15 peserta. Hasil pengkajian menunjukkan desain dipandang memadai untuk dilanjutkan ke uji coba terbatas setelah revisi pada aspek visualisasi pembelajaran, biaya, storytelling, keselamatan, dan kesiapan operasional. Kesimpulan penelitian dibatasi pada kelayakan desain karena prototipe belum diuji di lapangan secara langsung kepada peserta.
References
[2] Boulding, Kenneth E. "The Economics of the Coming Spaceship Earth." In Environmental Quality in a Growing Economy, edited by Henry Jarrett, 3–14. Baltimore: Johns Hopkins University Press, 1966.
[3] Bupati Lombok Barat. Keputusan Bupati Lombok Barat Nomor 188.45/226/DISPAR/2022 tentang Penetapan Desa Wisata di Kabupaten Lombok Barat. Lombok Barat: Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, 2022.
[4] Douglas, Ngaire, Norman Douglas, and Ros Derrett, eds. Special Interest Tourism: Context and Cases. Milton: John Wiley & Sons Australia, 2001.
[5] Ellen MacArthur Foundation. Towards the Circular Economy: Economic and Business Rationale for an Accelerated Transition. Cowes: Ellen MacArthur Foundation, 2013.
[6] Geissdoerfer, Martin, Paulo Savaget, Nancy M. P. Bocken, and Erik Jan Hultink. "The Circular Economy: A New Sustainability Paradigm?" Journal of Cleaner Production 143 (2017): 757–768.
[7] Herlanti, Yanti. "Pengembangan Kurikulum Pendidikan Lingkungan di Kota Tangerang Selatan: Bagaimana Mengintegrasikan Deklarasi Tbilisi dalam Kurikulum." Proceeding Biology Education Conference 13, no. 1 (2016).
[8] The International Ecotourism Society. "What Is Ecotourism?" The International Ecotourism Society, 2015.
[9] Jawahir, I. S., and Robert Bradley. "Technological Elements of Circular Economy and the Principles of 6R-Based Closed-Loop Material Flow in Sustainable Manufacturing." Procedia CIRP 40 (2016): 103–108.
[10] Kirchherr, Julian, Denise Reike, and Marko Hekkert. "Conceptualizing the Circular Economy: An Analysis of 114 Definitions." Resources, Conservation and Recycling 127 (2017): 221–232.
[11] Middleton, Victor T. C., and Jackie Clarke. Marketing in Travel and Tourism. 3rd ed. Oxford: Butterworth-Heinemann, 2001.
[12] Miles, Matthew B., A. Michael Huberman, and Johnny Saldaña. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. 3rd ed. Thousand Oaks: SAGE Publications, 2014.
[13] Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Rev. ed. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2018.
[14] Nuriata. Paket Wisata: Penyusunan Produk dan Penghitungan Harga. Bandung: Alfabeta, 2014.
[15] Pine, B. Joseph, II, and James H. Gilmore. "Welcome to the Experience Economy." Harvard Business Review 76, no. 4 (1998): 97–105.
[16] Putera, L. J., and R. Sugianto. "Persepsi Mahasiswa BIPA Australia terhadap Kegiatan Ekskursi Berkonsep Edu-Tourism ke Laboratorium Sampah PAMANSAM." EDISI 3, no. 1 (2021): 143–158.
[17] Stahel, Walter R., and Geneviève Reday-Mulvey. Jobs for Tomorrow: The Potential for Substituting Manpower for Energy. New York: Vantage Press, 1981.
[18] Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2019.
[19] Susilowati, L. E., Z. Arifin, and B. H. Kusumo. "Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga dengan Dekomposer Lokal di Desa Narmada, Kabupaten Lombok Barat." JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) 5, no. 1 (2021): 34–45.
[20] Swarbrooke, John. Sustainable Tourism Management. Wallingford: CABI Publishing, 1999.
[21] Tilden, Freeman. Interpreting Our Heritage. Chapel Hill: University of North Carolina Press, 1957.
[22] UNESCO-UNEP. The Tbilisi Declaration: Final Report Intergovernmental Conference on Environmental Education. Paris: UNESCO, 1978.
[23] United Nations Environment Programme. Rethinking Single-Use Plastic Products in Travel and Tourism: Impacts, Management Practices and Recommendations. Nairobi: UNEP, 2021.
[24] Weiler, Betty, and Colin Michael Hall, eds. Special Interest Tourism. London: Belhaven Press, 1992.
[25] Widiati, I. A. P., and I. Permatasari. "Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism Development) Berbasis Lingkungan pada Fasilitas Penunjang Pariwisata di Kabupaten Badung." Kertha Wicaksana 16, no. 1 (2022): 35–44.
[26] World Tourism Organization, and United Nations Environment Programme. Making Tourism More Sustainable: A Guide for Policy Makers. Madrid: UNWTO, 2005.
[27] Yoeti, Oka A. Tours and Travel Management. Jakarta: Pradnya Paramita, 2001.











