Strategi Pemasaran Kesenian Gendang Beleq sebagai Atraksi Wisata Budaya di Desa Wisata Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah

  • Ahmad Rafiqi Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
  • Murianto Murianto Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
  • Dila Ariyogi Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
  • Fransisco Dei Graciano Gadu Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Keywords: Strategi Pemasaran, Gendang Beleq, Atraksi Wisata Budaya, Pariwisata Budaya, Desa Sukarara

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemasaran dan faktor penghambat pemasaran kesenian Gendang Beleq sebagai atraksi wisata budaya di Desa Sukarara, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran dilakukan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan bahasa asing, public speaking dan guiding, serta kolaborasi dengan lembaga pendidikan, pemerintah daerah, sanggar seni, dan konten kreator. Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan profesionalitas pelaku seni dalam menyampaikan nilai budaya kepada wisatawan sehingga Gendang Beleq menjadi pengalaman wisata yang edukatif dan komunikatif. Hambatan pemasaran meliputi menurunnya minat generasi muda, minimnya promosi, lemahnya sinergi antar pemangku kepentingan, perubahan selera wisatawan, keterbatasan infrastruktur, serta belum rutinnya jadwal pertunjukan. Kondisi ini menyebabkan pemasaran Gendang Beleq belum optimal. Oleh karena itu, pengembangannya memerlukan penguatan sumber daya manusia, inovasi promosi digital, pengemasan atraksi yang kreatif dan interaktif, serta dukungan kebijakan dan infrastruktur berkelanjutan agar Gendang Beleq dapat dilestarikan sekaligus dikembangkan sebagai atraksi wisata budaya yang kompetitif dan bernilai ekonom

References

[1] Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta. PT. Rineka Cipta
[2] Aprilianti Ester, et al. 2023. Pengaruh Daya Tarik Wisata Citra Destinasi dan Sarana Budaya Khas Kota Samarinda. Jurnal Manajemen Pariwisata. Vol. 12, No. 1. p. 145-153. Diakses, 23 Januari 2025, dari http://jurnal.stiepar.ac.id/index.php/jmp/article/view/293
[3] Astrama, I. M. (2021). Strategi pemasaran obyek wisata Gunung Kawi Tampaksiring Kabupaten Gianyar ditinjau dari persepsi wisatawan.
[4] Kotler, P., Kartajaya, H., & Setiawan, I. (2021). Marketing 5.0: Technology for humanity. Wiley. https://doi.org/10.1002/9781119668541
[5] Kotler, P. (2000). Marketing management: The millennium edition (10th ed.). Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.
[6] McKercher, B., & du Cros, H. (2002). Cultural tourism: The partnership between tourism and cultural heritage management. Haworth Hospitality Press.
[7] Nuri Aslami. Rifaldi Dwi Syahputra. 2023. Prinsip-Prinsip Utama Manajemen. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Manajemen Kreatif Jurnal (MAKREJU) Vol.1, No.3.
[8] Ramadhan, Z. A. (2024). Strategi pemasaran destinasi berdasarkan Tourism Area Life Cycle (TALC) di Desa Wisata Kembang Kuning, Lombok Timur.
[9] Syech Idrus, Dr. 2021. Menulis Skripsi Sama Gampangnya membuat Pisang Goreng. Cepokomulyo, Kepanjen, Malang. CV Literasi Nusantara Abadi
[10] Utama, B. R, et al. 2019. Agrowisata sebagai Pariwisata Alternatif Indonesia. Yogyakarta: Depublish.
[11] Weaver, D dan Lawton L. 2016. Tourism Management, 5 tahun Ed. John Wiley and Sons Ltd. Downloaded, 23 Januari 2025, dari https://www.wiley.com/enie/Tourism+Management%2C+5th+Edition-p-9780730335580
Published
2026-11-02
How to Cite
Rafiqi, A., Murianto, M., Ariyogi, D., & Gadu, F. D. G. (2026). Strategi Pemasaran Kesenian Gendang Beleq sebagai Atraksi Wisata Budaya di Desa Wisata Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Journal Of Responsible Tourism, 6(2), 521-532. Retrieved from https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4237
Section
Articles