Analisis Strategi Promosi Potensi Daya Tarik Wisata Budaya melalui Digital TikTok Desa Karang Bayan Lombok Barat

  • Muhamad Faisal Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Keywords: Brand, Budaya, TikTok

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi daya tarik wisata budaya dan merumuskan strategi brand digital melalui TikTok di Desa Karang Bayan, Lombok Barat. Desa ini memiliki warisan budaya yang kaya dan masih lestari, meliputi Masjid Kuno berusia ±600 tahun, Rumah Adat Sasak sarat filosofi, Batu Ina-ina dan Bangaran bernilai spiritual, tradisi Ngosokan dan Ritus Nyet, serta kesenian Gong Suling yang sakral. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan Kepala Desa, Pokdarwis, pelaku usaha, dan masyarakat. Analisis data dilakukan secara induktif dengan SWOT mengacu pada teori Destination Branding dan Digital Marketing Communication. Hasil menunjukkan bahwa meskipun potensi budaya sangat kuat, promosi digital via TikTok masih terhambat ketiadaan pengelolaan profesional, ketergantungan konten pengunjung, strategi konten belum optimal, serta keterbatasan SDM dan infrastruktur. TikTok terbukti paling efektif dengan rata-rata 657 like, 17 komentar, dan 55 share per unggahan, melampaui Instagram, Facebook, dan YouTube. Berdasarkan SWOT, dirumuskan empat strategi prioritas: pembentukan tim pengelola media sosial dari pemuda desa, penyusunan kalender konten dan protokol produksi yang menghormati sakralitas dengan melibatkan tokoh adat, kolaborasi dengan content creator lokal, serta penguatan narasi spiritual sebagai ciri khas pembeda desa. Strategi ini diharapkan menjembatani potensi budaya dengan promosi digital profesional dan berkelanjutan, seraya menjaga nilai sakral dan kearifan lokal.

References

[1] Wijayanti, S., & Suyasa, I. M. (2024). Story telling Rumah Adat Karang Bayan sebagai daya tarik wisata. Jurnal Pariwisata Budaya, 9(2), 112-128.
[2] Tim Peneliti STP Mataram. (2023). Potensi Daya Tarik Wisata Budaya di Lombok Barat. Laporan Penelitian. Mataram: STP Mataram.
[3] Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). (2025). Survei Penetrasi Internet Indonesia 2025. Jakarta: APJII.
[4] Kavaratzis, M., & Hatch, M. J. (2021). Identity-based place branding: Theory and practice. London: Routledge.
[5] Chaffey, D., & Ellis-Chadwick, F. (2022). Digital marketing: Strategy, implementation and practice (8th ed.). Harlow: Pearson.
[6] Miah, S., et al. (2022). Augmented reality and virtual tours in promoting intangible cultural heritage. Journal of Heritage Tourism, 17(4), 389-405.
[7] McKercher, B., & du Cros, H. (2020). Cultural tourism: The partnership between tourism and cultural heritage management (2nd ed.). London: Routledge.
[8] Richards, G. (2018). Cultural tourism: A review of recent research and trends. Journal of Hospitality and Tourism Management, 36, 12-21.
[9] Kotler, P. (2016). Marketing management (15th ed.). Harlow: Pearson Education.
[10] Pulizzi, J. (2013). Epic content marketing: How to tell a different story, break through the clutter, and win more customers by marketing less. New York: McGraw-Hill.
[11] Sugiyono. (2014). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
[12] Suryanto, B., & Kurniawan, D. (2022). Strategi digital branding destinasi wisata budaya melalui Instagram. Jurnal Pemasaran Pariwisata, 5(1), 34-49.
[13] Febriani, R., & Darmawan, A. (2023). Peran konten video pendek TikTok dalam meningkatkan minat berkunjung ke destinasi wisata alam. Jurnal Komunikasi Pariwisata, 8(2), 112-128.
[14] Hermawan, B., & Sari, N. P. (2020). Branding desa wisata melalui media sosial: Studi kasus di Jawa Tengah. Jurnal Destinasi Pariwisata, 8(1), 45-58.
[15] Putra, I. N. D., et al. (2021). Digitalisasi kesenian tradisional sebagai daya tarik wisata di desa wisata. Jurnal Kajian Budaya, 6(2), 156-172.
[16] Devylia, D. (2025). An analysis of the effectiveness of social media as a promotional tool for Perlang Tourism Village. Indonesian Tourism Journal, 2(1). https://doi.org/10.69812/itj.v2i1.109
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Published
2026-11-02
How to Cite
Faisal, M. (2026). Analisis Strategi Promosi Potensi Daya Tarik Wisata Budaya melalui Digital TikTok Desa Karang Bayan Lombok Barat. Journal Of Responsible Tourism, 6(2), 489-498. Retrieved from https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4234
Section
Articles