Pengembangan Atraksi Wisata Edukasi Kerajinan Tenun Desa Sukarara
Abstract
Desa Sukarara merupakan salah satu sentra kerajinan tenun di Kabupaten Lombok Tengah yang masih mempertahankan proses produksi secara tradisional. Potensi tersebut telah dimanfaatkan dalam aktivitas kunjungan wisata melalui kegiatan melihat proses menenun, memperoleh penjelasan dari pemandu, dan mencoba menenun. Namun, pelaksanaan wisata edukasi masih sederhana, berdurasi singkat, belum dikemas dalam paket yang terstruktur, dan belum mengoptimalkan seluruh tahapan produksi sebagai pengalaman belajar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi proses pembuatan kerajinan tenun, menganalisis pelaksanaan wisata edukasi, dan merumuskan strategi pengembangan atraksi wisata edukasi kerajinan tenun di Desa Sukarara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipasi pasif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap 16 informan. Data kualitatif dianalisis dengan analisis SWOT melalui IFAS, EFAS, Diagram Kartesius, dan Matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses tenun memiliki nilai edukatif melalui penjelasan, pengamatan, dan praktik, tetapi belum terstruktur. Hasil SWOT menghasilkan koordinat (1,551; 0,745) pada Kuadran I (SO). Empat strategi prioritas ialah pengembangan paket atraksi berbasis pengalaman, penguatan interpretasi budaya, pengembangan media edukasi digital, dan penguatan kolaborasi masyarakat.
References
[2] Ritchie, B. W. Managing Educational Tourism. Clevedon: Channel View Publications, 2003.
[3] Karyasa, I. W., M. A. Wijaya, and I. G. P. B. Astawa. “Pengembangan Paket Wisata Edukasi Tenun Endek dari Hulu hingga Hilir di Desa Sinabun.” Jurnal Widya Laksana 12, no. 1 (2023): 1–8.
[4] Joseph, F. S., E. Edison, and T. Kartika. “Strategi Pengembangan Daya Tarik Wisata Science Center sebagai Wisata Edukasi di Kabupaten Bandung.” Manajemen dan Pariwisata 2, no. 1 (2023): 68–76.
[5] Gandur, C. L. “Pengembangan Atraksi Wisata Situs Prasejarah Liang Bua Berbasis Wisata Edukasi.” Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis 2, no. 9 (2023): 2146–2152.
[6] Sari, G. A., E. Triana, and W. W. Wahyudi. “Pengembangan Atraksi Berbasis Wisata Edukasi di Objek Ekowisata dan Edukasi Green Talao Park.” Abstract of Undergraduate Research, Faculty of Civil and Planning Engineering, Bung Hatta University 2, no. 3 (2022).
[7] Sugiarti, D. P., I. G. A. O. Mahagangga, K. S. Romer, and K. K. A. Paramitha. “Potensi Wisata Edukasi Berbasis Wisata Ramah Anak di Daya Tarik Wisata Desa Coklat Bali Tabanan.” Jurnal Destinasi Pariwisata 10, no. 2 (2022): 275–282.
[8] Riadi, S., E. Normelani, A. A. Bachri, N. Hidayah, and Y. P. Sari. “Rancangan Atraksi Wisata Edukasi di Kampung Hijau Kota Banjarmasin.” Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah 5, no. 3 (2020): 183–188.
[9] Gunn, C. A. Tourism Planning. 2nd ed. New York: Taylor & Francis, 1988.
[10] Mill, R. C., and A. M. Morrison. The Tourism System: An Introductory Text. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall, 1985.
[11] Soekadijo, R. G. Anatomi Pariwisata: Memahami Pariwisata sebagai Systemic Linkage. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1997.
[12] Wahyuni, S. Perbandingan Relatif Kualitas Atraksi Wisata Pangandaran terhadap Destinasi Wisata Kelas Dunia. Itenas Repository, 2021.
[13] Boud-Bovy, M., and F. Lawson. Tourism and Recreation Development: A Handbook of Physical Planning. London: Architectural Press, 1977.
[14] Tilden, F. Interpreting Our Heritage. Chapel Hill: University of North Carolina Press, 1977.
[15] Dieck, M. C. T., and T. H. Jung. “Value of Augmented Reality at Cultural Heritage Sites: A Stakeholder Approach.” Journal of Destination Marketing & Management 6, no. 2 (2017): 110–117.
[16] Murphy, P. E. Tourism: A Community Approach. London: Methuen, 1985.
[17] Timothy, D. J. “Participatory Planning: A View of Tourism in Indonesia.” Annals of Tourism Research 26, no. 2 (1999): 371–391.
[18] Suansri, P. Community Based Tourism Handbook. Bangkok: Responsible Ecological Social Tour (REST Project), 2003.
[19] Rangkuti, F. Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2016.
[20] Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Edisi Kedua. Bandung: Alfabeta, 2024.
[21] Spradley, J. P. Participant Observation. New York: Holt, Rinehart and Winston, 1980.
[22] Rahardjo, M. H. Studi Kasus dalam Penelitian Kualitatif: Konsep dan Prosedurnya. Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2017.
[23] Esterberg, K. G. Qualitative Methods in Social Research. New York: McGraw-Hill, 2002.
[24] Stainback, S., and W. Stainback. Understanding and Conducting Qualitative Research. Dubuque, IA: Kendall/Hunt Publishing Company, 1988.











