Paradoks WhatsApp: Analisis Promosi Kerajinan Perak Berbasis Media Sosial di Desa Ungga

  • Siraj Al Ghozi Program Studi S1 Pariwisata, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram
Keywords: promosi media sosial, kerajinan perak, Desa Ungga, Omni-Channel Marketing, ekonomi kreatif komunitas

Abstract

Penelitian ini menganalisis kondisi promosi kerajinan perak di Desa Ungga, Lombok Tengah, serta mengidentifikasi potensi dan hambatan pengembangan promosi berbasis media sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap empat pengrajin aktif dan dua wisatawan yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan promosi masih didominasi pola konvensional melalui pameran dan pengepul dengan biaya tinggi dan hasil tidak menentu. WhatsApp menjadi media utama karena dianggap aman dan tertutup, sementara Instagram dan Facebook hanya berfungsi sebagai etalase—sebuah paradoks karena media sosial yang seharusnya memperluas pasar justru digunakan secara defensif untuk melindungi desain. Hambatan utama meliputi kekhawatiran peniruan desain, kesenjangan kemampuan digital antargenerasi, kurangnya pelatihan, minimnya kerja sama promosi antarpengrajin, serta terbatasnya dukungan pemerintah. Penelitian ini merekomendasikan model pusat promosi yang mengintegrasikan showroom fisik dengan website desa dan media sosial dalam satu sistem yang terkoordinasi.

References

[1]. Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat. Nusa Tenggara Barat dalam Angka 2024. Mataram: BPS Provinsi NTB, 2024.
[2]. Febriyantoro, Muchsin Tri, dan Dita Arisandi. “Pemanfaatan Media Sosial Marketing bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah pada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN.” Jurnal Manajemen Dewantara 5, no. 2 (2021): 123–135.
[3]. Pratiwi, Rani, dan Bayu Setiawan. “Pengembangan Desa Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif sebagai Pendukung Pariwisata Berkelanjutan di Desa Wisata Suradadi Lombok Timur.” Jurnal Pariwisata Terapan 6, no. 2 (2022): 98–110.
[4]. Nugroho, Sigit, dan Slamet Widodo. “Peranan Media Sosial Marketing bagi Usaha Mikro dalam Mengembangkan Desa Ungga sebagai Desa Wisata Kampung Perak.” Jurnal Ilmiah Hospitality 12, no. 2 (2023): 345–356.
[5]. Sari, Ni Luh, I Gusti Ngurah Putra, dan Agus Kadek Wijaya. “Peranan Media Sosial Marketing bagi Usaha Mikro dalam Mengembangkan Desa Ungga sebagai Desa Wisata Kampung Perak.” Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan 25, no. 1 (2023): 45–58.
[6]. Creswell, John W. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. 3rd ed. Thousand Oaks: Sage Publications, 2013.
[7]. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2017.
[8]. Miles, Matthew B., A. Michael Huberman, dan Johnny Saldaña. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. 3rd ed. Thousand Oaks: Sage Publications, 2014.
[9]. Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017.
Published
2026-11-02
How to Cite
Ghozi, S. A. (2026). Paradoks WhatsApp: Analisis Promosi Kerajinan Perak Berbasis Media Sosial di Desa Ungga. Journal Of Responsible Tourism, 6(2), 431-444. Retrieved from https://ejournal.stpmataram.ac.id/JRT/article/view/4230
Section
Articles