Rebranding Destinasi Ekowisata Penyu Berbasis Kearifan Lokal di Desa Kuranji Dalang
Abstract
Desa Kuranji Dalang di Kabupaten Lombok Barat memiliki potensi pariwisata yang memadukan Pantai Kuranji, wisata religi makam keramat, dan konservasi penyu yang dikelola Kelompok Kerabat Penyu Lombok. Namun, konservasi penyu belum memperoleh manfaat optimal karena wisatawan pantai dan peziarah hanya singgah tanpa mengunjungi kawasan konservasi. Kondisi ini menyebabkan rendahnya jumlah pengunjung, keterbatasan pendanaan, dan lemahnya identitas destinasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi Desa Kuranji Dalang sebagai destinasi ekowisata penyu berbasis kearifan lokal, merumuskan strategi rebranding, serta menganalisis target capaian dan dampaknya terhadap keberlanjutan kawasan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Kuranji Dalang memiliki potensi berupa Pantai Kuranji dengan pasir hitam eksotis, aktivitas memancing tradisional, hatchery semi-alami tiga jenis penyu, serta tradisi Roah Segare sebagai kearifan lokal. Strategi rebranding dilakukan melalui reposisi citra menjadi destinasi ekowisata penyu berbasis sakralitas budaya serta penguatan promosi digital dengan narasi edukatif dan emosional. Output penelitian berupa terbentuknya klaster atraksi terintegrasi dan media komunikasi digital interaktif. Outcome yang diharapkan meliputi peningkatan kunjungan wisatawan berkualitas, bertambahnya donatur adopsi tukik, peningkatan ekonomi masyarakat, perpanjangan lama tinggal wisatawan, serta terwujudnya pelestarian habitat penyu yang berkelanjutan.
References
[2] S. Pike and R. Mason, Destination Marketing: Essentials. Routledge, 2022.
[3] A. Hariyanto, Pariwisata Berbasis Masyarakat dan Kearifan Lokal. Prenada Media, 2021.
[4] Y. Xu and T. Zhang, "The shadowing effect in multi-attraction clusters: Visibility challenges and integration strategies for secondary eco-attractions," Annals of Tourism Research, vol. 99, p. 103540, 2023.
[5] D. Suhartanto, D. Dean, and N. Wibisono, "Spiritual ecotourism and conservation behavior: The role of local wisdom and sacred attachment among domestic tourists," Tourism Management, vol. 102, p. 104890, 2024.
[6] D. Chaffey and F. Ellis-Chadwick, Digital Marketing: Strategy, Implementation and Practice. Pearson UK, 2019.
[7] R. Sharpley, Tourism, Development and the Environment: Beyond Sustainability?. Routledge, 2018.
[8] TIES, "The International Ecotourism Society," 2024. [Online]. Available: https://ecotourism.org.
[9] L. J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2021.
[10] Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2021.











