COMMUNITY-BASED TOURISM DI DESA WISATA BAYAN KABUPATEN LOMBOK UTARA

  • Mahmudah Budiatiningsih Universitas Mataram, Indonesia
  • Adhitya Bagus Singandaru Universitas Mataram, Indonesia
Keywords: Community-Based Tourism; desa wisata; Desa Wisata Bayan; pariwisata berkelanjutan

Abstract

Abstract: Desa Wisata Bayan merupakan salah satu destinasi wisata budaya di Kabupaten Lombok Utara yang memiliki potensi wisata alam, budaya, dan buatan yang dikelola dengan melibatkan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengembangan pariwisata di Desa Wisata Bayan berdasarkan prinsip-prinsip Community-Based Tourism (CBT). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research). Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku, prosiding, dokumen pemerintah, regulasi, laporan penelitian, dan berbagai publikasi yang relevan, kemudian dianalisis berdasarkan sepuluh prinsip Community-Based Tourism yang mengacu pada ASEAN Community-Based Tourism Standard (2016). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata di Desa Wisata Bayan telah mengimplementasikan sebagian besar prinsip CBT melalui pemanfaatan potensi wisata berbasis alam dan budaya, pelibatan masyarakat, pengembangan UMKM, pelestarian tradisi lokal, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan. Namun demikian, implementasinya belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat berbagai tantangan, antara lain rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, keterbatasan kapasitas kelembagaan, belum optimalnya kemitraan, ketergantungan terhadap pendanaan eksternal, serta mekanisme pembagian manfaat yang belum sepenuhnya berkeadilan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan penerapan CBT tidak hanya ditentukan oleh potensi destinasi, tetapi juga oleh kualitas tata kelola kolaboratif, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kelembagaan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengembangan yang lebih partisipatif, kolaboratif, dan berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing Desa Wisata Bayan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.

References

[1] Budiatiningsih, M., Putri, B. P., & Dini, M. F. (2024). Keberhasilan penerapan konsep pariwisata berbasis masyarakat: Studi kasus di Desa Wisata Nglanggeran. Jurnal Ilmiah Hospitality, 13(1), 123-136.
[2] Marlina, N. (2019). Kemandirian masyarakat desa wisata dalam perspektif community-based tourism: Studi kasus Desa Ketengger, Kabupaten Banyumas. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 4(1), 17-26.
[3] Norhabiba, F., Setianingrum, V. M., Sukardani, P. S., Huda, A. M., Lina, H. N., & Putranto, T. D. (2026). Pengembangan Strategi Komunikasi Digital Berkelanjutan untuk Pemberdayaan Ekonomi Desa Wisata Papoh, Kabupaten Blitar. Journal of Indonesian Society Empowerment, 4(1), 67-79.
[4] Target pengembangan 10.000 desa wisata diakses melalui portal berita pada link https://sumbar.antaranews.com/berita/284068/10-ribu-desa-wisata-target-kemendes-di-2020 diakses pada 6 Juli 2026 pukul 20.00 WITA
[5] Ardika, I. G. (2018). Kepariwisataan Berkelanjutan Rintis jalan lewat komunitas (R.B.E. Agung Nugroho & Pieter P. Giero (ed.); 1st ed.). PT Kompas Media Nusantara.
[6] ASEAN. (2016). ASEAN Community-Based Tourism Standard. Jakarta, Indonesia: ASEAN Secretariat.
[7] Dai, S. L., & Kurniansah, R. (2025). Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata: Studi Kasus Desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Jurnal Ilmiah Hospitality, 14(1), 597-606.
[8] Astiti, A. A. E. P. D. (2025). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan destinasi wisata Bayan di Kabupaten Lombok Utara. Journal Of Responsible Tourism, 5(1), 513-526.
[9] Profil Desa Wisata Bayan diakses melalui laman website https://jadesta.kemenpar.go.id/desa/bayan pada 6 Juli 2026 pada pukul 14.30 WITA.
[10] Budiatiningsih, M. (2024). Perkembangan Siklus Hidup Pariwisata di Desa Wisata Nglanggeran, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Hospitality, 13(2), 283-290.
Published
2026-07-17
How to Cite
Budiatiningsih, M., & Singandaru, A. (2026). COMMUNITY-BASED TOURISM DI DESA WISATA BAYAN KABUPATEN LOMBOK UTARA. Journal Of Responsible Tourism, 6(1), 171-182. https://doi.org/10.47492/jrt.v6i1.4174
Section
Articles