STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA ALTERNATIF BERBASI PRODUK LOKAL (STUDI KASUS DI PASAR CAKRANEGARA KOTA MATARAM)
Abstract
Abstract : Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi wisata alternatif berbasis produk lokal, mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pengembangannya, serta merumuskan strategi pengembangan yang dapat diterapkan di Pasar Cakranegara Kota Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan triangulasi dengan melibatkan pengelola pasar, pemerintah daerah, pedagang, masyarakat, wisatawan, serta akademisi sebagai informan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasar Cakranegara memiliki potensi sebagai destinasi wisata alternatif melalui keberagaman produk lokal berupa kain tenun, songket, kerajinan tradisional, kuliner khas, serta nilai sejarah dan budaya kawasan. Namun demikian, pengembangannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti belum optimalnya fasilitas pendukung, promosi yang terbatas, lemahnya koordinasi antar-pemangku kepentingan, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran. Berdasarkan analisis menggunakan teori Tourism Area Life Cycle dan konsep 4A (Attraction, Accessibility, Amenity, Ancillary), strategi pengembangan diarahkan pada peningkatan kualitas atraksi wisata, penyediaan fasilitas yang memadai, penguatan promosi digital, kolaborasi antar-stakeholder, serta pemberdayaan masyarakat lokal guna mewujudkan destinasi wisata alternatif yang berkelanjutan..
References
[2] Badan Pusat Statistik. (2025). Kota Mataram Dalam Angka 2025. Badan Pusat Statistik. https://mataramkota.bps.go.id/id/publication/2025/02/28
[3] Mentari, N. K. A. I. P. (2023). Teritorialitas Ruang pada Jalur Pedestrian Kawasan Bisnis Cakranegara, Kota Mataram. SADE: Jurnal Penelitian Bisinis Dan Teknik Sipil, 2(1), 12-36.
[4] Juanta, P., Kembaren, E. A., Hutabarat, B. J. A., Daichi, T. S. M. L., Sumantri, A., & Tampubolon, M. E. F. (2025). Pengaruh E-Commerce Pud Kota Medan. ADIDAYA: Aplikasi Pendidikan Dan Sosial Budaya, 2(2), 83-89.
[5] Utmo, M. N., Kaujan, K., & Mubarak, A. (2023). Innovation to Improve the Village Economy Through the Development of Local Wisdom-Based Agro-Tourism, in North Kalimantan, Indonesia. AGRIS On-Line Papers in Economics and Informatics, 15(2), 115-131.
[6] Yuniar, A., Jannah, M., Irma, I., Akbar, M. T. S., & Kurnia, D. (2026). Eksplorasi Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Pariwisata dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah Kabupaten Barru. Journal of Economics, Management, and Accounting, 1(3), 228-236.
[7] Kesuma, T. M., Yunus, M., Tabrani, M., Djalil, M. A., Siregar, M. R., & Halim, H. (2025). Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia. USK Press
[8] Andriani, R. A., Wibowo, R., & Winarno, J. (2021). Pemberdayaan Desa Wisata Samiran Boyolali (Dewi Sambi) berdasarkan Teori Analisis TALC (Tourism Area Life Cycle). AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension, 45(1), 59.
[9] Zengga, Z., Husna, R., & Marvidola, T. (2025). Pengantar Pariwisata dan Hospitality. Tren Digital Publishing.
[10] Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2021). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage Publications.
[11] Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Cetakan ke-27). Bandung: Alfabeta.











