MERANCANG STRATEGI PENINGKATAN OKUPANSI HOTEL DI SANUR MELALUI EVENT MICE

  • Linda Dwi Rahayu Sekolah TInggi Pariwisata Mataram
  • Nyoman Surya Wijaya Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPBI), Bali
  • I Made Trisna Semara Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPBI), Bali
Keywords: Abstract : Kawasan Sanur, Bali, memiliki karakteristik unik sebagai destinasi leisure yang sedang bertransformasi menjadi pusat MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan MICE pada hotel di Sanur guna meningkatkan okupansi, khususnya pada periode non-peak. Objek penelitian adalah tiga hotel sampel: Prime Plaza Hotel Sanur, Segara Village Hotel, dan Griya Santrian, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, Focus Group Discussion (FGD), serta laporan internal tren okupansi (2022–2025). Analisis dilakukan secara komprehensif menggunakan matriks IFAS–EFAS, SWOT, dan Business Model Canvas (BMC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi strategis hotel di Sanur berada pada Kuadran I (Growth) dengan skor IFAS 3,60 dan EFAS 3,30, yang mengindikasikan kesiapan untuk ekspansi pasar secara agresif. Kekuatan utama terletak pada lokasi strategis dan kualitas pelayanan, namun dibatasi oleh kelemahan berupa kapasitas kamar individu dan kompetensi spesifik SDM pemasaran MICE. Temuan utama penelitian ini adalah Model Strategi

Abstract

Kawasan Sanur, Bali, memiliki karakteristik unik sebagai destinasi leisure yang sedang bertransformasi menjadi pusat MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan MICE pada hotel di Sanur guna meningkatkan okupansi, khususnya pada periode non-peak. Objek penelitian adalah tiga hotel sampel: Prime Plaza Hotel Sanur, Segara Village Hotel, dan Griya Santrian, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, Focus Group Discussion (FGD), serta laporan internal tren okupansi (2022–2025). Analisis dilakukan secara komprehensif menggunakan matriks IFAS–EFAS, SWOT, dan Business Model Canvas (BMC).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi strategis hotel di Sanur berada pada Kuadran I (Growth) dengan skor IFAS 3,60 dan EFAS 3,30, yang mengindikasikan kesiapan untuk ekspansi pasar secara agresif. Kekuatan utama terletak pada lokasi strategis dan kualitas pelayanan, namun dibatasi oleh kelemahan berupa kapasitas kamar individu dan kompetensi spesifik SDM pemasaran MICE. Temuan utama penelitian ini adalah Model Strategi "Sanur Collective MICE Excellence", yang mengedepankan sinergi lintas-hotel (konsorsium) untuk mengatasi keterbatasan kapasitas fisik melalui paket layanan terintegrasi. Implementasi model ini, yang didukung oleh digital re-branding dan sinkronisasi dengan KEK Sanur, diproyeksikan mampu meningkatkan okupansi pada periode non-peak hingga 15% serta menstabilkan pendapatan sepanjang tahun. Penelitian ini merekomendasikan manajemen hotel untuk mengadopsi model kolaboratif dan sertifikasi kompetensi SDM MICE; pemerintah diharapkan memperkuat regulasi pendukung dan kalender event destinasi; serta akademisi dapat mengembangkan model prediksi okupansi berbasis data dinamis. Temuan ini memberikan kontribusi praktis dalam memperkuat daya saing Sanur sebagai destinasi MICE profesional yang tangguh di tingkat internasional.

References

[1] Ardani, K. P., & Sukawati, T. G. R. (2019). Manajemen keluhan peserta MICE pada hotel-hotel kawasan ITDC Nusa Dua. Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata, 8(2), 90–105.
[2] Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Revisi VI). Rineka Cipta.
[3] Baker, S., & Huyton, J. (2001). Principles of hotel front office operations. Cengage Learning.
[4] Bimantara, I. P. (2020). Strategi pemasaran produk MICE (Meeting) pada Four Points by Sheraton Bali Ungasan (Skripsi). Universitas Pendidikan Ganesha.
[5] Bisnis Indonesia. (2022). Imbas KTT G20, okupansi hotel di Bali tembus 75 persen. Jakarta: Bisnis Indonesia.
[6] Binkhorst, E., & Den Dekker, T. (2009). Agenda for co-creation tourism experience research. Journal of Hospitality Marketing & Management, 18(2-3), 311–327.
[7] Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (2007). Qualitative research for education: An introduction to theories and methods (5th ed.). Pearson Education.
[8] Bowdin, G., Allen, J., O’Toole, W., Harris, R., & McDonnell, I. (2011). Events management (3rd ed.). Butterworth-Heinemann.
[9] Bramwell, B., & Lane, B. (2000). Tourism collaboration and partnerships: Politics, practice and sustainability. Channel View Publications.
[10] Cooper, C., Fletcher, J., Fyall, A., Gilbert, D., & Wanhill, S. (2008). Tourism: Principles and practice (4th ed.). Pearson Education.
[11] Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
[12] Davidson, R., & Cope, B. (2003). Business travel: Conferences, incentive travel, exhibitions, corporate hospitality and corporate travel. Pearson.
[13] Flick, U. (2014). An introduction to qualitative research (5th ed.). Sage Publications.
[14] Getz, D. (1997). Event management and event tourism. Cognizant Communication.
[15] Getz, D. (2008). Event tourism: Definition, evolution, and research. Tourism Management, 29(3), 403–428.
[16] Getz, D., & Page, S. J. (2016). Event studies: Theory, research and policy for planned events (2nd ed.). Routledge.
[17] Ginantra, I. K., & Yasa, I. M. (2021). Pengaruh MICE dan tingkat hunian terhadap pendapatan food & beverage hotel SR Bali. Jurnal Akomodasi dan Hospitaliti, 5(2), 112–125.
[18] Jamal, T., & Getz, D. (1995). Collaboration theory and tourism planning. Annals of Tourism Research, 22(1), 186–204.
[19] Kotler, P., Bowen, J., & Makens, J. (2017). Marketing for hospitality and tourism (7th ed.). Pearson.
[20] Kotler, P., Bowen, J. T., & Makens, J. C. (2016). Marketing for hospitality and tourism (7th ed.). Pearson.
[21] Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson.
[22] Law, R. (2010). Hotel management and operations (5th ed.). Wiley. [
[23] Laws, E., Prideaux, B., & Chon, K. (2007). Tourism destination marketing. CABI Publishing.
[24] Mileti, D. S. (1999). Disaster by design: A reassessment of natural hazards in the United States. Joseph Henry Press.
[25] Morrison, A. M. (2010). Hospitality and travel marketing (4th ed.). Delmar.
[26] Morse, J. M. (1994). Designing qualitative research. Sage Publications.
[27] O’Neill, J. W. (2011). Hotel occupancy and financial performance. Cornell Hospitality Quarterly, 52(3), 251–264.
[28] Osterwalder, A., & Pigneur, Y. (2010). Business model generation: A handbook for visionaries, game changers, and challengers. Wiley.
[29] Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.
[30] PHRI Denpasar. (2025). Laporan tingkat hunian hotel di wilayah Sanur. Denpasar: PHRI.
[31] PHRI Indonesia. (2024). Dampak penyelenggaraan event MICE terhadap performa hotel di Bali. Jakarta: PHRI.
[32] Porter, M. E. (1985). Competitive advantage: Creating and sustaining superior performance. Free Press.
[33] Ratnawati, I., & Sujana, I. K. (2015). Manajemen pemasaran pariwisata dan perhotelan. Widya Dharma.
[34] Rogers, T. (2013). Conferences and conventions: A global industry (3rd ed.). Routledge.
[35] Saaty, T. L. (1990). Decision making for leaders: The analytic hierarchy process for decisions in a complex world. RWS Publications.
[36] Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
[37] Timothy, D. J. (1998). Cooperative tourism planning in a developing destination. Tourism Management, 19(1), 1–11.
[38] Weber, K., & Chon, K. (2002). Convention tourism. Haworth Press.
[39] Weihrich, H. (1982). The TOWS matrixA tool for situational analysis. Long Range Planning, 15(2), 54–66.
[40] Wikipedia. (2024). Sanur, Bali. Diakses dari https://id.wikipedia.org/wiki/Sanur
[41] Wulandari, N. M. R., & Yasa, I. M. (2021). Analisis bauran pemasaran (7P) pada layanan MICE Sun Island Hotel Kuta. Jurnal Kepariwisataan dan Hospitaliti, 10(1), 55–70.
[42] Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications.
Published
2026-07-17
How to Cite
Rahayu, L., Wijaya, N., & Semara, I. M. (2026). MERANCANG STRATEGI PENINGKATAN OKUPANSI HOTEL DI SANUR MELALUI EVENT MICE. Journal Of Responsible Tourism, 6(1), 47-54. https://doi.org/10.47492/jrt.v6i1.4164
Section
Articles