SUSTAINABILITY KESENIAN CAK BONA DALAM PARIWISATA BUDAYA: DIALEKTIKA PELESTARIAN DAN KOMODIFIKASI WARISAN BUDAYA TAK BENDA
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara kritis bagaimana keberlanjutan kesenian Cak Bona dikonstruksi melalui interaksi antara pelaku seni, masyarakat lokal, dan sistem pariwisata, serta bagaimana dinamika tersebut dipengaruhi oleh logika pasar wisata yang cenderung menekankan aspek konsumsi budaya. Dengan demikian, penelitian ini juga berupaya mengungkap konsekuensi kultural dari integrasi kesenian tradisional ke dalam industri pariwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif studi pariwisata budaya kritis. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif untuk memahami praktik pertunjukan secara langsung, wawancara mendalam dengan pelaku seni, tokoh budaya, dan pemangku kepentingan pariwisata, serta studi dokumentasi terhadap berbagai bentuk representasi kesenian Cak Bona dalam konteks wisata. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan teoritis staged authenticity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Cak Bona mengalami proses transformasi yang bersifat ambivalen. Di satu sisi, keterlibatan dalam sektor pariwisata memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan kesenian melalui peningkatan frekuensi pertunjukan, penguatan eksistensi budaya, serta dukungan ekonomi bagi pelaku seni. Namun di sisi lain, keterlibatan tersebut juga memunculkan tekanan adaptasi yang mengarah pada komodifikasi, di mana struktur pertunjukan, durasi, dan makna simbolik kesenian mengalami penyesuaian untuk memenuhi ekspektasi wisatawan. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberlanjutan kesenian tidak dapat dipahami secara linear, melainkan sebagai proses yang penuh ketegangan antara logika budaya dan logika pasar. Dalam konteks ini, keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan eksistensi kesenian, tetapi juga dengan bagaimana makna budaya diproduksi ulang, dinegosiasikan, dan kadang direduksi dalam ruang pariwisata.
References
[2] Greenwood, D. J. (1977). Culture by the pound: An anthropological perspective on tourism as cultural commoditization. In V. L. Smith (Ed.), *Hosts and Guests: The Anthropology of Tourism* (pp. 129–138). Philadelphia: University of Pennsylvania Press.
[3] MacCannell, D. (1976). *The Tourist: A New Theory of the Leisure Class*. New York: Schocken Books.
[4] UNESCO. (2003). *Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage*. Paris: UNESCO.
[5] Urry, J. (1990). *The Tourist Gaze: Leisure and Travel in Contemporary Societies*. London: Sage Publications.
[6] Adorno, T., & Horkheimer, M. (1997). *Dialectic of Enlightenment*. London: Verso. (Original work published 1944).
[7] Baudrillard, J. (1994). *Simulacra and Simulation*. Ann Arbor: University of Michigan Press.
[8] Smith, M. K. (2009). *Issues in Cultural Tourism Studies* (2nd ed.). London: Routledge.
[9] Richards, G. (2018). Cultural tourism: A review of recent research and trends. *Journal of Hospitality and Tourism Management*, 36, 12–21.
[10] Picard, M. (1996). *Bali: Cultural Tourism and Touristic Culture*. Singapore: Archipelago Press.
[11] Yoeti, O. A. (1996). *Pariwisata Budaya: Masalah dan Solusinya*. Jakarta: PT Pradnya Paramita.
[12] Pitana, I. G., & Gayatri, P. G. (2005). *Sosiologi Pariwisata*. Yogyakarta: Andi Offset.
[13] Ardika, I Wayan. (2007). *Pusaka Budaya dan Pariwisata*. Denpasar: Pustaka Larasan.











