IDENTIFIKASI POTENSI PANTAI DUDUK SEBAGAI DESTINASI WISATA DI LOMBOK BARAT

  • Mahmudah Budiatiningsih Program Studi Diploma III Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mataram, Indonesia
  • Maulana Malik Irsyad Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
Keywords: Pantai Duduk; Komponen 3A; Daya tarik wisata; Aksesibilitas; Fasilitas wisata; Pariwisata berkelanjutan

Abstract

Pantai Duduk di Kabupaten Lombok Barat memiliki potensi wisata yang perlu dianalisis kesiapan pengembangannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis komponen atraksi, aksesibilitas, dan fasilitas di Pantai Duduk berdasarkan kerangka 3A. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan metode observasi lapangan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Pantai Duduk memiliki keunggulan pada aspek atraksi yang lengkap meliputi keindahan sunset, Pura di pinggir pantai, aktivitas rekreasi pantai dan berkuda, kuliner lokal, serta potensi edukasi biota laut. Aksesibilitas juga tergolong unggul dengan kualitas jalan aspal hot mix, posisi strategis di jalur utama Senggigi, jarak tempuh 20-30 menit dari Kota Mataram, serta dukungan transportasi online dan navigasi digital. Namun demikian, ditemukan kesenjangan signifikan pada aspek fasilitas, meliputi ketiadaan toilet umum resmi, tempat bilas tidak layak, minimnya tempat sampah, tidak tersedianya tempat ibadah, praktik retribusi informal, lemahnya keamanan parkir, dan ketiadaan sistem informasi kebencanaan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengembangan Pantai Duduk masih bersifat parsial dan belum memenuhi standar pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan intervensi pemerintah daerah untuk membangun fasilitas dasar publik, memformalkan sistem pengelolaan retribusi, menyediakan infrastruktur kebencanaan, serta mengembangkan potensi wisata edukasi.

References

[1] Cooper C, Fletcher J, Gilbert D, Wanhill S (1993) Tourism: principle and practice. Longman, Harlow
[2] Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan
[3] Legawa, A. (2008). Destinasi Pariwisata. Gramedia Pustaka.
[4] Buhalis D (2000) Marketing the competitive destination of the future. Tour Manag 21(1):97–116
[5] Hou, P., Ren, L., Li, Y. et al. Exploring senior-friendly tourism destination attributes—dimensions and prioritization. Humanit Soc Sci Commun 12, 1661 (2025). https://doi.org/10.1057/s41599-025-05919-0
[6] A Yoeti, Oka. 1997. Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata.PT Pradnya. Paramita. Jakarta
[7] Decrop A (2006) Vacation decision making. CABI, Oxford shire
[8] Jafari J (1979) The tourism market basket of goods and services: the components and nature of tourism. Tour Recreat Res 4(2):1–8
[9] Swarbrooke, J. (2002). The Development and Management of Visitor Attractions. Butterworth-Heinemann.
[10] Cooper, C., Fletcher, J., Fyall, A., Gilbert, D., & Wanhill, S. (2008). Tour- ism Principles and Practice (4th ed.). Harlow: Pearson Education Limited.
[11] Inskeep, E. (1991). Tourism Planning: An Integrated and Sustainable Development Approach. John Wiley & Sons.
[12] Sunaryo, B. (2013). Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata. Gava Media.
Published
2026-03-30
How to Cite
Budiatiningsih, M., & Irsyad, M. (2026). IDENTIFIKASI POTENSI PANTAI DUDUK SEBAGAI DESTINASI WISATA DI LOMBOK BARAT. Journal Of Responsible Tourism, 5(3), 1703-1718. https://doi.org/10.47492/jrt.v5i3.4084
Section
Articles