PERAN FASILITAS DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI DESTINASI EKOWISATA BALE MANGROVE DUSUN POTONBAKO KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keberadaan fasilitas yang tersedia di destinasi Ekowisata Bale Mangrove Potonbako, Desa Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, dan bagaimanakah peran fasilitas di destinasi Ekowisata Bale Mangrove dalam pengembangan pariwisata. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teori yang digunakan meliputi teori peran fasilitas, destinasi wisata, dan pengembangan parisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas yang tersedia diaktegorikan menjadi tiga diantaranya fasilitas utama, pendukung dan penunjang. Peran fasilitas di Ekowisata Bale Mangrove dalam pengembangan pariwisata antara lain, meningkatkan kenyamanan pengunjung, menambah daya tarik objek wisata, meningkatkan kepuasaan pengunjung, meningkatkan daya tarik wisatawan, mendukung perekonomian local serta meningkatkan citra destinasi.
References
[2] MajidI, Mimien H, Fachrur R, Istamar S. 2016. Konservasi Hutan Mangrove Di Pesisir Pantai Kota Ternate Terintegrasi dengan Kurikulum Sekolah. Jurnal Bioedukasi.
[3] [3] Mansyur dalam jurnal. Putri, N.M.R., dkk. 2015. Pengantar Ilmu Pariwisata. Yogyakarta: Deepublish.
[4] Miles dan Huberman dalam jurnal Sidiq, U., Choiri, M., & Mujahidin, A. (2019). Metode penelitian kualitatif di bidang pendidikan. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1-228.
[5] Narendra, W. (2018). Identifikasi Kebutuhan Sarana Dan Prasarana Wisata Berdasarkan Persepsi Pengunjung Di Pantai Sipelot Kabupaten Malang (Doctoral dissertation, Institut Teknologi Nasional Malang).
[6] Pramudji. 2001. Ekosistem Hutan Mangrove Dan Peranannya.Xxvi(4), Hal. 13–23.
[7] Fandeli, C. 2000. Perencanaan Kepariwisataan Alam. Buku. Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta. 268 p.
[8] Purmanto, S., & Sulistyastuti, E. (2011:47). Metodologi Penelitian Kualitatif.
[9] Spillane dalam Santania, N. L. P. Y. 2016. Peran Fasilitas Penunjang dalam Meningkatkan Daya Tarik Wisata di Pantai Sanur, Bali. Skripsi. Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana.
[10] Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatig, dan R&D.Bandung: Alfabeta.
[11] Waruwu (2023), Marinu. "Pendekatan Penelitian Pendidikan: Metode Penelitian Kualitatif, Metode Penelitian Kuantitatif Dan Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Method)." Jurnal Pendidikan Tambusai 7.1 (2023): 2896-2910
[12] [World Tourism Organization (2006) dalam Puslitbang Kepariwisataan Kemenparekraf RI. (2001).
[13] [Yoeti, Oka A. (1996). Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung: Angkasa.
[14] Haris, A. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
[15] Hermantoro, Hengky. (2011). Creatif – Based Tourism (Dari Wisata Rekreatif Menuju Wisata Kreatif). Yogyakarta: Galang Press.











