PENGEMBANGAN POTENSI HUTAN MANGROVE SEBAGAI DESTINASI EKOWISATA DI KAWASAN MANGROVE TANJUNG BATU DESA SEKOTONG TENGAH
Abstract
Penelitian ini membahas pengembangan potensi hutan mangrove sebagai destinasi ekowisata di kawasan mangrove Tanjung Batu Desa Sekotong Tengah. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi potensi yang dimiliki serta menganalisis upaya yang dilakukan dalam mendukung pengembangan destinasi ekowisata mangrove yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi utama kawasan ini meliputi keanekaragaman hayati, ketersediaan sarana dan prasarana, serta potensi ekowisata berbasis edukasi. Upaya dalam pengembangan ekowisata mangrove yang berkelanjutan dapat dilakukan melalui pemanfaatan keanekaragaman hayati sebagai sarana pembelajaran, peningkatan fasilitas penunjang untuk kegiatan edukasi, pelaksanaan program edukasi melalui kegiatan konservasi, inovasi produk berbasis mangrove, peningkatan peran masyarakat lokal dalam pengembangan ekowisata, serta potensi rekreasi alam dan ekonomi lokal. Upaya-upaya tersebut tidak hanya bertujuan untuk melestarikan lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan keterlibatan aktif masyarakat serta memberikan pengalaman wisata secara edukatif dan interaktif.
References
[2] Badan Pusat Statistik. (2016). Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs). Indonesia. Jakarta: BPS.
[3] Fandeli, C., & Mukhlison. (2000). Pengembangan Ekowisata. Yogyakarta: Fakultas Kehutanan UGM.
[4] Fitriana, D., Johan, Y., & Renta, P. P. (2016). Analisis Kesesuaian Ekowisata Mangrove Desa Kahyapu Pulau Enggano. Jurnal Enggano, 1(2), 64–73.
[5] Honey, M. (2008). Ecotourism and Sustainable Development: Who Owns Paradise? (2nd ed.). Washington D.C.: Island Press.
[6] Jamil, A., & Waluya, B. (2016). Analisis Pengembangan Ekowisata Berbasis Keberlanjutan. Jurnal Pariwisata Berkelanjutan, 5(2), 45-58.
[7] Jamiludin, A., Kurniawan, R., & Setiawan, M. (2024). Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove di Wilayah Pesisir: Studi Kasus di Sulawesi Tenggara. Jurnal Ilmu Lingkungan dan Kehutanan, 13(1), 44–58.
[8] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2018). Panduan Pengelolaan Ekowisata Mangrove. Jakarta: Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.
[9] Koroy, K., Yulianda, F., & Butet, N. A. (2017). Pengembangan Ekowisata Bahari Berbasis Sumberdaya Pulau-Pulau Kecil Di Pulau Sayafi Dan Liwo, Kabupaten Halmahera Tengah. Jurnal Teknologi Perikanan Dan Kelautan, 8(1), 1–17.
[10] Luturkey, G., Setiawan, E., & Harun, H. (2024). Pembangunan Fasilitas Ramah Lingkungan dalam Destinasi Ekowisata Mangrove. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 16(2), 76–88.
[11] Panuluh, S., & Fitri, M. (2016). Agenda 2030 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan: Panduan untuk Indonesia. Jakarta: INFID.
[12] Rina, S. D., Pusparini, M., Lestari, Z. A., Marwani, I. S., & Fauzi, D. (2024). Analisis potensi dan tantangan hutan mangrove di Desa Wisata Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan. Jurnal Mata Pariwisata, 3(2), 1–10.
[13] Samsuhardjo, H., Margono, T., & Purbokusumo, B. (n.d). Pedoman Pengembangan Ekowisata di Daerah. Jakarta: Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
[14] Spalding, M., Kainuma, M., & Collins, L. (2010). World Atlas of Mangroves. London: Earthscan.
[15] Suansri, P. (2003). Community-Based Tourism Handbook. Bangkok: Responsible Ecological Social Tour (REST).
[16] Sulistyadi, S., Hadiwijoyo, S. S., & Widodo, T. (2021). Penerapan Konsep Pariwisata Berkelanjutan dalam Pengembangan Destinasi Alam. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 32(1), 12–22.
[17] Suryajaya, W., & Adikampana, I. M. (2019). Strategi Pengembangan Ekowisata Berbasis Masyarakat. Jurnal Kepariwisataan dan Hospitaliti, 1(2), 101–115.
[18] Sutarya, N., Darmawan, I. G. N. M., & Yuliana, N. K. (2023). Prinsip Pariwisata Berkelanjutan dalam Perspektif Lokal. Jurnal Kajian Pariwisata, 24(1), 55–68.
[19] The International Ecotourism Society. (1990). What is Ecotourism?. Diakses dari https://ecotourism.org/what-is-ecotourism.
[20] United Nations. (2015). Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development. New York: United Nations.
[21] Utomo, D. N. N. (2021). Analisis kesesuaian lahan dan daya dukung untuk pengembangan ekowisata Mangrove Tanjung Batu Desa Sekotong Tengah, Lombok Barat. Skripsi, Universitas Brawijaya.
[22] Weblina B, K., Ichsan, A. C., Aji, I. M. L., Syaputra, M., Sari, D. P & Jemarut, W. (2021). Perencanaan Kawasan Wisata Edukasi Mangrove Tanjung Batu, Sekotong Tengah. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 5(1)
[23] Wijaya, F. (2020). Perancangan Wisata Edukasi Mangrove Di Kab. Lamongan dengan Pendekatan New Organic Architecture. Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim.
[24] Wood, M. E. (2002). Ecotourism: Principles, Practices & Policies for Sustainability. Paris: UNEP and The International Ecotourism Society.
[25] Ziku, R. (2015). Ekowisata: Pembangunan Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: Salemba Humanika.











