PERAN PEREMPUAN DALAM KEGIATAN PARIWISATA BERBASIS INDUSTRI KREATIF DI DESA SUKARARA, KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Abstract
Pengembangan pariwisata berbasis industri kreatif menjadi strategi penting dalam meningkatkan ekonomi lokal dan melestarikan budaya. Di Desa Sukarara, keterampilan menenun tidak hanya mencerminkan identitas budaya masyarakat Sasak, tetapi juga menjadi atraksi wisata yang dikelola secara partisipatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran perempuan dalam pariwisata berbasis industri kreatif serta dampaknya terhadap pemberdayaan perempuan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori gender Bhasin (2000) dan konsep Community-Based Tourism (Wijaya, 2019), data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai penenun, tetapi juga sebagai pelaku UMKM, pemandu wisata, fasilitator budaya, dan pengelola homestay. Keterlibatan ini berdampak pada meningkatnya kemandirian ekonomi, posisi sosial, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan desa. Kesimpulannya, pariwisata berbasis industri kreatif di Desa Sukarara menjadi sarana pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan melalui penguatan tradisi, ekonomi kreatif, dan partisipasi komunitas.
References
[2] Cemporaningsih, A., dkk. (2020). Ekonomi Kreatif dalam Pengembangan Pariwisata: BEP Vol.5 No.1
[3] Wijaya, N. S. (2019). Community Based Tourism (CBT) Sebagai Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Di Dtw Ceking Desa Pekraman Tegallalang
[4] Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung, Alfabeta.











