PENGARUH SUASANA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT BERKUNJUNG KEMBALI PADA ACIBARA COFFEE, KOTA MATARAM
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suasana dan kualitas pelayanan terhadap minat berkunjung kembali pada Acibara Coffee di Kota Mataram. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena persaingan bisnis coffee shop yang semakin ketat, serta adanya penurunan jumlah pengunjung di Acibara Coffee dalam enam bulan terakhir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan Acibara Coffee, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik accidental sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner menggunakan skala Likert. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas), regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R2) dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel suasana dan kualitas pelayanan secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung kembali. Variabel kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan suasana. Uji t menunjukkan nilai signifikansi variabel suasana sebesar 0,009 (< 0,05) dan kualitas pelayanan sebesar <0,001 (< 0,05). Uji F menunjukkan nilai signifikansi sebesar <0,001 dengan Fhitung 16,089 > Ftabel 3,09. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,249, yang berarti 24,9% variasi minat berkunjung kembali dijelaskan oleh suasana dan kualitas pelayanan, sedangkan sisanya 75,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Penelitian ini menegaskan pentingnya menciptakan suasana yang nyaman dan pelayanan yang prima guna membangun loyalitas pelanggan di industri coffee shop.
References
[2] Aprilia, C., & Suryani, A. I. (2020). Coffee shop atmospheric effect on customer satisfaction and behavioural intention. BISMA (Bisnis Dan Manajemen), 13(1), 1. https://doi.org/10.26740/bisma.v13 n1.p1-13
[3] Daryanto dan Setyobudi, I. (2014). Konsumen dan Pelayanan Prima. Yogyakarta: Gava Media
[4] Emes, L. S., & M.S.M, Devilia Sari, S. . (2019). Pengaruh Store Atmosphere
[5] Ghassani, M. T., & Suryoko, S. (2017). Pengaruh Kualitas Produk Dan Harga Terhadap Minat Beli Ulang Bandeng Juwana Vaccum Melalui Kepuasan Konsumen Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Pada Pelanggan Pt. Bandeng Juwana Elrina Semarang). DIPONEGORO JOURNAL OF SOCIAL AND POLITICAL SCIENCE, 1–8. http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/
[6] Hadi, Wimbi Prima. 2022. Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Suasana Kafe Terhadap Minat Berkunjung Kembali (Studi Kasus Kafe Gapura Lawas Desa Teluk Panji Kecamatan Kampung Rakyat) Universitas Medan Area
[7] Kotler dan Amstrong, Dasar-Dasar Pemasaran, (Bandung, Indeks, 2009), h.172.
[8] Kotler, P. (1973). Atmospherics as a marketing tool. Journal of Retailing, 49 (4), 48-64
[9] Purba, D. A. K. (2015). Peran Brand Community dalam Pembentukan Minat Beli Ulang Konsumen. Jurnal Aplikasi Manajemen, 13(1)
[10] Ryu, K. & Han, H. (2011). New or repeat customers: How does physical environment influence their restaurant experience? International Journal of Hospitality Management, 30(3), 599–611. https://doi.org/10.1016/j.ijhm.2010.11.004.
[11] Tjiptono, F. (2016). Pemasaran jasa.











