STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA KULINER LOANG BALOQ SEBAGAI DAYA TARIK WISATA

  • Baiq Siti Rahmi Nurulita .F Sekolah TInggi Pariwisata Mataram
  • Siluh Putu Damayanti Sekolah TInggi Pariwisata Mataram
  • Danu Satria Prayuda Sekolah TInggi Pariwisata Mataram
Keywords: Desa Wisata Sukarara, Strategi Pengelolaan Desa Wisata , Pariwisata Keberlanjutan.

Abstract

Masyarakat Desa Sukarara telah menyadari potensi besar pariwisata di daerah mereka, dengan memanfaatkan kerajinan tangan seperti tenun, anyaman bambu, dan produk lokal lainnya sebagai daya tarik wisata. Selain itu, keberadaan warung makan, artshop, minimarket, dan bengkel di sekitar desa menunjukkan bahwa pariwisata telah memberi peluang usaha bagi masyarakat setempat. Meskipun potensi pariwisata yang dimiliki sangat besar, Desa Sukarara masih menghadapi berbagia tantangan dalam pengelolaannya. Infrastruktur yang terbatas, seperti jalan akses yang kurang memadai dan fasilitas penunjang wisata yang minim, menjadi hambatan dalam meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas wisatawan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, menggunakan metode pengumpulan data, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pengelolaan yang tepat untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Desa Sukarara yaitu Strategi SO (Strengths-Opportunities) karena strategi SO merupakan strategi yang dapat memanfaatkan kekuatan internal untuk meraih peluang eksternal seperti mengembangkan paket wisata edukasi berbasi tenun, mengoptimalkan promosi digital melalui media sosial dengan memposting berbagai cuplikan video atau foto tentang pembuatan tenun, menjalin kolaborasi dengan pihak luar seperti pemerintah, akademisi, dan LSM untuk meningkatkan daya saing. Faktor penghambat pengelolaan Desa wisata Sukarara dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan seperti keterbatasan fasilitas penunjang seperti akses jalan dan tempat parkir, kuranganya pelatihan pariwisata secara formal bagi masyarakat , serta belum optimalnya strategi promosi digital yang mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

References

[1] Wibowo, I. N. A. (2019). Strategi Pengelolaan Desa Wisata Penglipuran Kabupaten Bangli. Public Inspiration: Jurnal Administrasi Publik, 4(2), 91-96
[2] Junaid, I. (2023). Tantangan dan strategi pengelolaan desa wisata: perspektif peserta pelatihan pariwisata. Journal of Mandalika Review, 2(2).
[3] Puspita, D., & Sulandari, S. (2016). Strategi Pengelolaan Desa Wisata Giyanti, Kabupaten
Wonosobo. Journal Of Public Policy And Management Review, 5(2), 27-37.
[4] Nugraha, I. G. P., & Agustina, M. D. P. (2021). Strategi Pengelolaan Desa Wisata Serangan
Dalam Mewujudkan Destinasi Wisata Yang Berkualitas. Widya Manajemen, 3(2), 178-
185.
[5] Prayogi, P. A., Suardhika, I. N., & Rihayana, I. G. (2023, November). Strategi pengelolaan
desa wisata berkelanjutan pada pokdarwis desa wisata kuwum di kabupaten badung. In
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat (Senema) (Vol. 2, No. 2, pp. 1048-
1053).
Published
2026-03-30
How to Cite
Nurulita .F, B. S., Damayanti, S., & Prayuda, D. (2026). STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA KULINER LOANG BALOQ SEBAGAI DAYA TARIK WISATA. Journal Of Responsible Tourism, 5(3), 1485-1492. https://doi.org/10.47492/jrt.v5i3.4060
Section
Articles