PENERAPAN STANDAR KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BERBASIS KOMPETENSI UNTUK MENJAMIN KESELAMATAN WISATAWAN DI WISATA GILI DESA SEKOTONG BARAT

  • Baiq mustiki karisma dewi Sekolah TInggi Pariwisata Mataram
  • I Ketut Purwata Sekolah TInggi Pariwisata Mataram
  • Putu Arya Reksa Anggaratyas Sekolah TInggi Pariwisata Mataram
Keywords: Wisata Gili Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Kompetensi Sekotong Barat.

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Penerapan Standar Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Berbasis Kompetensi Untuk Menjamin Keselamatan Wisatawan Di Wisata Gili Desa Sekotong Barat yang dimana fokus pada penerapan standar Kesehatan dan keselamatan kerja serta mencari faktor penghambat penerapan standar k3 tersebut di wisata Gili desa sekotong barat, tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mendeskripsikan dan mengidentifikasi bagaimana penerapan standar kesehatan dan keselamatan kerja diterapkan. Dengan menggunakan   metode   penelitian   yaitu   penelitian pendekatan kualitatif.   Teknik   pengumpulan   data yang digunakan  yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya yaitu terjaminnya keselamatan dan kenyamanan wisatawan wisata Gili melalui penerapan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) berbasis kompetensi. Dengan adanya instruktur yang terlatih, penggunaan alat pelindung diri, serta prosedur keselamatan yang dijalankan secara konsisten, penelitian ini menargetkan peningkatan kepercayaan wisatawan, pencegahan kecelakaan, dan penguatan citra destinasi wisata yang profesional dan aman.

References

[1] Dzikri, M. A. A., & Sukana, M. (2019). Penerapan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Pada Wisata Paralayang Di Gunung Banyak, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Jurnal Destinasi Pariwisata, 7(2), 275-280.
[2] Hadi, J., Idrus, S., & Gadu, P. (2024). Penerapan standar kesehatan dan keselamatan kerja untuk menjamin keselamatan pengunjung di wisata river tubing Dusun Pengonong. Journal Of Responsible Tourism, 4(2), 549–554.
[3] Indonesia, R. (2009). Undang-undang nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Jakarta: Republik Indonesia. https://jdih.maritim.go.id/cfind/source/files/uu/uu-nomor-10-tahun-2009.pdf
[4] Kamilah, A., & Nazar, E. (2024). Manajemen Risiko: Rahasia Sukses Industri Pariwisata. Kumparan. https://kumparan.com/alifah-kamilah-edison-nazar/manajemen-risiko-rahasia-sukses-industri-pariwisata-22PahiCvS9e
[5] Kővári, I., & Zimányi, K. (2010). Safety and security in the age of global tourism. Applied Studies in Agribusiness and Commerce, 4(5-6), 67-69.
[6] Kementeri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Wisata Selam Rekreasi [Peraturan Menteri].
[7] Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2024). Rekapitulasi SKKNI: Nomor 87 Tahun 2024 – SKKNI Pemanduan Wisata Snorkeling, (Halaman 1-11) SKKNI 2024-087.pdf.pdf
[8] Kementeri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Wisata Selam Rekreasi [Peraturan Menteri].
[9] Moleong, L. J. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
[10] Salam., Sulistyawati, Duarsa, A., Sukesi,., Lestari,., Kahar., Anditiarina, Kamumu, Febriyanti, Basudewa, Fadhilah, Junaidi,., Anulus, A., & Wardhana, A. (2023, Juli). Buku: Kesehatan Pariwisata
Published
2026-03-30
How to Cite
dewi, B. mustiki, Purwata, I., & Anggaratyas, P. A. (2026). PENERAPAN STANDAR KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BERBASIS KOMPETENSI UNTUK MENJAMIN KESELAMATAN WISATAWAN DI WISATA GILI DESA SEKOTONG BARAT. Journal Of Responsible Tourism, 5(3), 1441-1446. https://doi.org/10.47492/jrt.v5i3.4056
Section
Articles