STRATEGI PEMASARAN WISATA TAMAN NARMADA UNTUK MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN DI DESA LEMBUAK
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji partisipasi masyarakat serta upaya pengembangan Kampung Karang Taliwang sebagai kampung kuliner khas Sasak di Kota Mataram. Kampung ini dikenal sebagai pusat kuliner ayam taliwang, namun mengalami penurunan signifikan akibat bencana alam, pandemi, dan konflik sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat bersifat aktif pada sektor produksi, namun belum optimal dalam aspek strategis seperti inovasi dan pengelolaan destinasi. Upaya pengembangan kawasan melibatkan pendekatan multidimensi yang mencakup pelestarian budaya, digitalisasi UMKM, penguatan rantai pasok lokal, serta rekonsiliasi sosial berbasis kuliner. Penelitian ini menegaskan pentingnya tata kelola kolaboratif, pemberdayaan struktural, dan pendekatan partisipatif dalam mewujudkan pariwisata kuliner yang berkelanjutan dan berbasis komunitas. Hasil ini memberikan kontribusi terhadap model pengembangan destinasi pascakrisis dengan mengedepankan kearifan lokal dan inklusivitas.
References
[2] Dolonseding, F. S., & Widiyani, D. M. S. (2017). Pengembangan Fasilitas WisataTaman Narmada Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Anala 2(16), 39-49
[3] Eka, A.R. (2021) Pengaruh jumlah kunjungan wisatawan, jumlah umkm dan atraksi wisata terhadap pendapatan pelaku usaha di sekitar obyek wisata. (skripsi).
[4] fadilah, N. (2020). Pengertian, Konsep, dan Strategi Pemasaran Syari’ah. Salimiya: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam, 1(2), 194-211.
[5] Hesty Nurul Utami, Iqbal Fauzi Akbar Firdaus Jurnal Ecodemica 2 (1), 136-146,2018.
[6] Heryati, Y. (2019). Potensi pengembangan obyek wisata pantai tapandullu di kabupaten mamuju. GROWTH Jurnal Ilmiah Ekonomi Pembangunan, 1(1), 56-74.
[7] Hendrata, C. (2015). Strategi Pemasaran Obyek Wisata Daerah Untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Mancanegara (Studi Pada Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kota Batu) (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).
[8] http://eprints.umpo.ac.id/6916/22/BAB%20II.pdf
[9] I Putu Budiarta, Budi Susanto, I Nengah Wijaya, Cokorda Gede Putra Yudistira “Strategi Pemasaran Objek Wisata Alas Kedaton untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatwan.” Jurnal Proseding Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif”, Vol. 6, No. 2, 2020, hlm.454.
[10] (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 5(1).
[11] Kotler, P., & Keller, K. L. (2013). Strategi Pemasaran. Preshallindo, Jakarta.
[12] Mahendrayani, I., & Suryawan, I. B. (2018). Strategi Pemasaran Daya Tarik Wisata Untuk Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisatawan Ke Daya Tarik Wisata Sangeh Kabupaten Badung Provinsi Bali. Jurnal Destinasi Pariwisata, 5(2), 240–247
[13] Maniza, L. H., & Hadi, S. (2021). Analisis Brand Image Taman Wisata Gili Lampu Terhadap Peningkatkan Jumlah Kunjungan Wisata Di Desa Padak Guar. JISIP
[14] Nurcholifah, I. (2014).Strategi marketing mix dalam perspektif syariah. Jurnal Khatulistiwa LP2M IAIN Pontianak, 4(1), 73-86.
[15] Raymond, S. E., Siregar, D. L., Indrawan, M. G., ST, M., & Sukma, M. (2023). Manajemen Sumber Daya Manusia. CV Gita Lentera.
[16] Sitorus, R., Harianto, H., Suharno, S., & Syaukat, Y. (2020). The application of good agricultural practices of white pepper and factors affecting farmer participation. Agriekonomika, 9(2), 129–139.
[17] Swastha, B., & Handoko, T. H. (2002). Manajemen pemasaran. Edisi Kedua. Cetakan Kedelapan. Jakarta: Penerbit Liberty.
[18] Susanti, S. E., & Prabowo, B. (2019). STRATEGI PEMASARAN PARIWISATA DI WONOSALAM DALAM MENINGKATKAN DAYA TARIK PENGUNJUNG (Studi Kasus Pada Agrowisata di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang). Jurnal Bisnis Indonesia, 10(1).
[19] Suwarti, S., & Krisnawati, H. (2019). Peningkatan Jumlah Kunjungan Wisatawan Sebagai Daya Tarik Wisata Pantai Marina Semarang Guna Mendukung Kesejahteraan Masyarakat. E-Bisnis: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis, 12(2), 43-49.
[20] Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
[21] Swastha, B., & Handoko, T. H. (2002). Manajemen pemasaran. Edisi Kedua. Cetakan Kedelapan. Jakarta: Penerbit Liberty.7
[22] Tjiptono, F. (2017). Strategi pemasaran.
[23] Umagap, A. (2013). Strategi Pengembangan Pariwisata Di Kabupaten Maluku Tenggara.
[24] Widiantara, I., & Anggreni, Y. (2017). Strategi Pengembangan Taman NarmadaSebagai Salah Satu Daya Tarik Wisata Spiritual Di Propinsi Nusa Tenggara Barat(NTB).Jurnal Undhirabali, 12(1), 8–19.
[25] Widiantara, I. B. & Anggreni, A. A. (2017). *Manajemen Destinasi Wisata Berbasis Budaya di Lombok*. Universitas Mataram.
[26] Tjiptono, F. (2022). *Strategi Pemasaran*. Yogyakarta: Andi.
[27] Kotler, P. & Keller, K. L. (2018). *Marketing Management*. Pearson Education.
[28] Siregar, A. (2021). *Manajemen Bisnis dan Pemasaran*. Jakarta: Salemba Empat.
[29] Dwi, S. (2022). Strategi Pemasaran Objek Wisata Daerah untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Mancanegara. *Jurnal Pariwisata Nusantara*.
[30] Maniza, R. & Hadi, M. (2018). Analisis Brand Image Taman Wisata Gili Lampu. *Jurnal Kepariwisataan Indonesia*, 5(2).
[31] Budiarta, I. P. et al. (2020). Strategi Pemasaran Objek Wisata Alas Kedaton. *Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora*.
[32] Nur Fadilah. (2020). Pemasaran dalam Konteks Sosial dan Ekonomi. *Jurnal Ekonomi dan Bisnis*.
[33] Prastiani, N., & Pratiwi, R. Z. (2020). Strategi Pemasaran Pariwisata. *Media Wisata*.











