PENGEMBANGAN HOMESTAY BERBASIS MASYARAKAT DI DESA WISATA HIJAU BILEBANTE
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi serta kendala dalam pengembangan homestay berbasis masyarakat di Desa Wisata Hijau Bilebante. Topik ini penting mengingat peran homestay sebagai salah satu penggerak utama pariwisata desa yang mengedepankan prinsip Community Based Tourism (CBT). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi homestay di Bilebante tergolong tinggi hingga sangat tinggi, ditunjang oleh fasilitas yang memadai, keterlibatan aktif masyarakat, daya tarik budaya dan alam, serta dukungan kelembagaan. Homestay juga berfungsi sebagai pusat edukasi dan pengalaman budaya lokal yang autentik. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan jumlah kamar, fasilitas dapur yang belum memadai, standar fasilitas yang beragam, minimnya fasilitas umum, serta akses internet yang terbatas. Selain itu, modal, pelatihan manajemen, dan perencanaan terpadu menjadi tantangan dalam pengembangan homestay. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan penguatan kapasitas masyarakat untuk mewujudkan pengembangan homestay yang berkelanjutan dan berdaya saing, sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.
References
[2] A anto, E. (2020). Sosiologi Perdesaan: Pengantar untuk Memahami Masyarakat Desa. Yogyakarta: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UPN "Veteran" Yogyakarta Press.
[3] Aulia, D. E., & Sunan, M. I. N. (2023). Strategi Pengembangan Wisata Melalui Pendekatan Community Based Tourism (Cbt) di Desa Wisata Kemiri. Jurnal Intervensi Sosial, 2(1), 54-62.
[4] Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung, Alfabeta.











