BENTUK KERJASAMA ANTARA TRAVEL AGENT DAN PEMILIK KAPAL DALAM PENGELOLAAN PERAHU WISATA UNTUK PENYEBERANGAN DARI DERMAGA TANJUNG LUAR KE PANTAI PINK LOMBOK TIMUR
Abstract
Desa Tanjung Luar di Lombok Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata bahari, khususnya melalui rute penyeberangan ke Pantai Pink. Namun, kerja sama antara travel agent dan pemilik kapal yang menjadi ujung tombak layanan wisata masih bersifat informal dan belum ditopang oleh sistem yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kerja sama yang berjalan serta merumuskan model kemitraan yang lebih optimal guna mendukung pariwisata berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun koordinasi antar pelaku wisata berjalan melalui komunikasi langsung, belum terdapat standar operasional, kontrak tertulis, atau regulasi yang mengikat. Pokdarwis sebagai penghubung belum berfungsi maksimal. Oleh karena itu, disarankan penerapan model kemitraan berbasis komunitas (community-based partnership) dengan sistem layanan satu pintu (one gate service) yang dikelola Pokdarwis, didukung regulasi formal dan inovasi berbasis budaya lokal. Temuan ini penting untuk membangun sistem kerja sama wisata yang profesional dan inklusif, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui tata kelola pariwisata yang berkelanjutan.
References
[2] Snehota, I., & HÃ¥kansson, H. (1995). Developing relationships in business networks.Routledge.
[3] Moleong, L. J. (2014). Metode penelitian kualitatif edisi revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 5(10).
[4] Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung, Alfabeta.











