PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN DAYA TARIK WISATA BERBASIS EKOWISATA DI KAMPUNG KERUJUK, KABUPATEN LOMBOK UTARA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran serta masyarakat dalam pengembangan ekowisata di Kerujuk, Kabupaten Lombok Utara dan faktor yang menjadi kendala daya tarik wisata berbasis ekowisata di kampung kerujuk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengumpulkan data yang valid dan mendalam mengenai partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa pemahaman yang lebih baik tentang dinamikan partisipasi masyarakat dalam pengembang ekowisata, serta kontribusinya terhadap daya tarik wisata di daerah tersebut. Selain itu, secara praktis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam merancang kebijakan yang mendukung partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekowisata Kerujuk memiliki potensi yang luar biasa untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat jika dikelola dengan baik. Penelitian ini juga menemukan bahwa partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sangat penting untuk mencapai hasil yang diinginkan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan wawasan tentang partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata, tetapi juga menekankan perlunya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan.
References
[2] Arikunto, (2006:11). Penelitian Kualitatif dalam Pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 2(1),1-11.
[3] Dewi, F., Fandeli, & Baiquni. (2013). Pengertian Partisipasi. Jurnal.
[4] Isbandi, R. (2007). Partisipasi Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
[5] Nawawi, H. (2003). Metode Penelitian Bidang Sosial. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
[6] Sugiyah. (2010). Partisipasi Langsung dan Pastisipasi Tidak Langsung. Penerbit Alfabeta.
[7] Yuwono, C. (2016). Dusseldorp. (1998). Perbedaan Partisipasi Spontan, Partisipasi Terinduksi, Partisipasi tertekan oleh kebiasaan, Partisipasi tertekan oleh alasan sosial ekonomi, Partisipasi yang dilakukan karena takutakan kehilangan status sosial atau menderita kerugian/tidak memperoleh bagian manfaat dari kegiatan yang dilaksanakan, Partisipasi tertekan oleh peraturan. Pustaka Pelajar.
[8] 40.
[9] Priyatno, D. (2014). Mandiri belajar analisis data dengan SPSS. Mediakom.
[10] Puspita, R. M., & Santoso, S. (2018). Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Fasilitas Pendukung Terhadap Kepuasan Pelanggan Stasiun Lempuyangan Yogyakarta. Eksis: Jurnal Riset Ekonomi Dan Bisnis, 13(1), 69-80.
[11] Priyatno, Duwi. (2014). Mandiri Belajar Analisis Data dengan SPSS. Yogyakarta: Mediakom.
[12] Sammeng, Yusuf. (2001). Dasar-Dasar Kepariwisataan. Jakarta: Grasindo.Siyoto, S., & Sodik, M. A. (2015). Dasar Metodilogi Penelitian. Yogyakarta:Literasi Media Publishing.
[13] Susepti, A., Hamid, D., & Kusumawati, A. (2017). Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan dan loyalitas tamu hotel (Studi tentang persepsi tamu Hotel Mahkota Plengkung Kabupaten Banyuwangi). Jurnal Administrasi Bisnis, 50(5), 27–36.
[14] Suwantoro, S. (2004). Dasar-dasar pariwisata. Andi Offset.
[15] Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi Ke-2). Bandung: Penerbit Alfabeta.
[16] Suwantoro, Gamal. (2004). Dasar-Dasar Pariwisata. Yogyakarta : ANDI
[17] Tjiptono, F. (2008). Service Management: Mewujudkan Layanan Prima. Yogyakarta: Andi Offset.











