STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI KEBUN KURMA SEBAGAI AGROWISATA DI DESA SAMBIK BANGKOL KECAMATAN GANGGA KABUPATEN LOMBOK UTARA

  • Gita Atmaja Sekolah TInggi Pariwisata Mataram
  • Primus Gadu Sekolah TInggi Pariwisata Mataram
  • I Wayan Bratayasa Sekolah TInggi Pariwisata Mataram
Keywords: Strategi Pengembanagan, Potensi Kebun Kurma, Agrowisata Kebun Kurma Kurma.

Abstract

Desa Sambik Bangkol merupakan daerah yang beriklim tropis kering dan lingkungan yang mendukung untuk membudidayakan tanaman kurma, dan memiliki potensi untuk di kembangkan sebagai destinasi agrowisata dengan daya tarik utama tanaman kurma. Akan  tetapi pengembangannya belum optimal karena beberapa faktor penghambat yang di temukan oleh pengelola, oleh karena itu perlu adananya strategi yang tepat dalam mengembangkan agrowisata kebun kurma dan bisa menjadi salah satu daya tarik wisata di Desa Sambik Bangkol, Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti secara mendalam tentang strategi pengembangan potensi kebun kurma sebagai agrowisata di desa sambik bangkol, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data di lakukan dengan observasi lapangan dan wawancara dengan informan kunci. Analisis data dilakukan dengan dimulai dari tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebun kurma di Desa Sambik Bangkol memiliki berbagai potensi agrowisata, antara lain keunikan tanaman kurma tropis, nilai edukatif dalam proses budidaya, keindahan alam dan lingkungan yang asri, ketersediaan lahan yang luas, serta keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan. Selain itu, dukungan budaya lokal dan keramahan masyarakat juga menjadi kekuatan dalam menarik wisatawan. Strategi pengembangan yang dirumuskan meliputi peningkatan fasilitas dan infrastruktur, penguatan kelembagaan pengelola, pelatihan sumber daya manusia, promosi berbasis digital, dan sinergi dengan pemerintah serta pelaku industri pariwisata. Dengan strategi pengembangan yang tepat, kebun kurma memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi agrowisata yang kompetitif, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian serta pelestarian budaya.

References

[1] Bungin, Burhan, and L. J. A. Moleong. (2007)."Jenis dan Pendekatan Penelitian." Proses Kerja Kbl Dalam Menjalankan Program Corporate Social Responsibility Di PT. Pelindo 1.
[2] Creswell, J. W. (2002). Desain penelitian. Pendekatan Kualitatif & Kuantitatif, Jakarta: KIK, 2, 121-180.
[3] Creswell, J. W. (2002). Desain penelitian. Pendekatan Kualitatif & Kuantitatif, Jakarta: KIK, 2, 121-180.
[4] Kalumbang, S., Arvianti, E. Y., & Nurhananto, D. A. (2018). Analisis strategi pt. Duta wisata kurma dalam pengembangan objek wisata kebun kurma di desa sukorejo kecamatan sukorejo kabupaten pasuruan. Fakultas pertanian, 6(2).
[5] Muljadi, A.J. (2012). Kepariwisataan dan Perjalanan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
[6] Moleong, Lexy J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
[7] Moleong, L. J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
[8] Ridwan, Mohammad. (2012). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Medan: PT Softmedia
[9] Suganda, H. (2021). Strategi Digitalisasi Destinasi Wisata di Era Industri 4.0. Bandung: Penerbit Andi.
Published
2026-03-30
How to Cite
Atmaja, G., Gadu, P., & Bratayasa, I. (2026). STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI KEBUN KURMA SEBAGAI AGROWISATA DI DESA SAMBIK BANGKOL KECAMATAN GANGGA KABUPATEN LOMBOK UTARA. Journal Of Responsible Tourism, 5(3), 1329-1338. https://doi.org/10.47492/jrt.v5i3.4043
Section
Articles