Model Experiential Learning Dalam Peningkatan Kompetensi Siswa Dan Kualitas Layanan Room Attendant Di Edotel SMKN 3 Kupang
Abstract
Industri perhotelan Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan yang menciptakan tuntutan mendesak akan layanan berkualitas tinggi dan sumber daya manusia kompeten. Penelitian ini mengkaji penerapan experiential learning dalam meningkatkan kompetensi siswa dan kualitas layanan room attendant di edOTEL SMKN 3 Kupang. Meskipun hotel pendidikan telah menjadi fasilitas pembelajaran praktik, kesenjangan masih terjadi antara kompetensi siswa dengan standar industri, khususnya dalam keterampilan praktis, penanganan situasi nyata, dan pemahaman service excellence. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi experiential learning dalam peningkatan kompetensi siswa serta dampaknya terhadap kualitas layanan room attendant. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan melibatkan tujuh informan yang dipilih melalui purposive sampling: satu guru perhotelan, tiga siswa magang, dan tiga tamu hotel. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang diintegrasikan dengan Siklus Pembelajaran Kolb dan dimensi SERVQUAL. Temuan menunjukkan bahwa experiential learning secara signifikan meningkatkan kompetensi teknis (kebersihan, kerapian, kelengkapan fasilitas) dan non-teknis (problem solving, komunikasi, empati) melalui integrasi concrete experience, reflective observation, abstract conceptualization, dan active experimentation. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa edOTEL menciptakan siklus pembelajaran berkelanjutan dimana peningkatan kompetensi siswa dan kualitas layanan hotel saling memperkuat, memberikan rekomendasi praktis bagi institusi pendidikan vokasi dalam merancang kurikulum yang menyeimbangkan kompetensi teknis dan karakter profesional untuk meningkatkan daya saing lulusan SMK di industri perhotelan nasional.











