PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP OBJEK WISATA RELIGI PUJA MANDALA

  • Solihin Mulyadi Politeknik Negeri Bali, Indonesia
  • I Putu Budiarta Politeknik Negeri Bali, Indonesia
  • Ida Ayu Ketut Sumawidari Politeknik Negeri Bali, Indonesia
Keywords: Persepsi, Wisatawan, Wusata religi, Puja Mandala

Abstract

Penelitian ini mengkaji persepsi wisatawan terhadap keberadaan dan daya tarik wisata religi Puja Mandala di Nusa Dua, Bali. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, studi kepustakaan, wawancara mendalam dengan pengurus lembaga keagamaan, pemuka agama dari lima rumah ibadah, perwakilan wisatawan, serta kuesioner yang diisi oleh 100 responden. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi tema utama terkait interaksi sosial dan pemanfaatan ruang lintas agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puja Mandala merepresentasikan kerukunan lima agama melalui keberadaan Masjid Agung Ibnu Batutah, Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Segala Bangsa, Vihara Buddha Guna, Gereja Protestan GKPB Jemaat Bukit Doa, dan Pura Jagatnatha. Sejak diresmikan pada tahun 2004, kompleks ini menjadi ikon wisata religi yang melengkapi citra Bali sebagai destinasi wisata alam dan budaya, sekaligus teladan harmonisasi antarumat beragama. Wisatawan mengapresiasi keberadaan lima rumah ibadah tersebut, pesona alam, serta kekayaan tradisi dan seni-budaya Bali. Temuan ini menegaskan pentingnya mempertahankan dan memperkuat edukasi tentang kerukunan, toleransi, dan multikulturalisme di Puja Mandala untuk menginspirasi masyarakat luas.

References

[1] Anshori, Y. (2023). Masjid Agung Ibnu Batutah. Depok: RajaGrafindo Persada.
[2] Ardika, I. W. (2004). Pusaka budaya dan pariwisata. Denpasar: Pustaka Larasan.
[3] Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
[4] Mowforth, M., & Munt, I. (2016). Tourism and sustainability: Development, globalisation and new tourism in the third world (4th ed.). London: Routledge.
[5] Muliadi, M., Putra, I. N. D., & Paturusi, S. A. (2020). Pariwisata berkelanjutan: Konsep dan penerapan di Indonesia. Jakarta: Prenadamedia Group.
[6] Piagam Pariwisata Berkelanjutan. (1995). Charter for sustainable tourism. Lanzarote: World Conference on Sustainable Tourism. https://www.unwto.org/archive/global/publication/charter-sustainable-tourism
[7] Pitana, I. G. (2005). Ilmu pariwisata: Sebuah pengantar. Yogyakarta: Andi.
[8] Pitana, I. G., Diarta, I. K. S., & Gayatri, P. (2011). Pengantar ilmu pariwisata. Yogyakarta: Andi Offset.
Published
2025-11-05
How to Cite
Mulyadi, S., Budiarta, I., & Sumawidari, I. A. (2025). PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP OBJEK WISATA RELIGI PUJA MANDALA. Journal Of Responsible Tourism, 5(2), 1253-1262. https://doi.org/10.47492/jrt.v5i2.3981
Section
Articles