PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP KONSEP WELLNESS TOURISM DI PULAU LOMBOK

  • Baiq Nikmatul Ulya Sekolah TInggi Pariwisata Mataram
  • Hasnia Minanda Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mataram, Indonesia
  • Ihyana Hulfa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mataram, Indonesia
  • Lalu Ferdi Ferdiansyah Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mataram, Indonesia
Keywords: Destinasi Wisata, Persepsi Wisatawan, Wellness Tourism.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi wisatawan terhadap konsep wellness tourism di Pulau Lombok. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ini adalah wisatawan domestic dan mancangera. Lokasi penelitian dilakukan adalah Pantai Kuta Mandalika dan Desa Wisata Sembalun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi wisatawan terhadap wellness tourism di Lombok masih berada pada tahap 'nature and relaxation-based perception', belum berkembang menuju 'holistic wellness experience' yang mencakup kesehatan fisik, mental, dan spiritual. Menurut wisatawan baik domestik dan macangera dari aspek lingkungan di destinasi wisata Pulau Lombok dapat memberikan rasa aman dan tentram bagi wisatawan. Dapat memberikan rasa tenang kepada wisatawan yang berdampak terhadap kesehatan rohani. Namun dari segi fasilitas masih perlu banyak yang dikembangkan dan ditambahkan terutama akomodasi yang ramah lingkungan dan menyediakan fasilitas seperti spa, yoga, dan gym. Selanjutnya dalam menambah pengalaman wisatawan dalam konsep wellness tourism, pengelola destinasi dapat mengangkat budaya lokal (kuliner sehat, herbal, dan tradisi pengobatan) sebagai bagian dari pengalaman wellness.

References

[1] Global Wellness Institute (GWI) (2018) ‘Global wellness tourism economy’, Global Wellness tourism Economy–November 2018, (November),pp.1–102.Availableat: https://globalwellnessinstitute.org/industry-research/global-wellness-tourismeconomy/%0Ahttps://globalwellnessinstitute.org/wpcontent/uploads/2018/11/GWI_GlobalWellnessTourismEconomyReport.pdf.
[2] Hendrajana, I.G.M.R. et al. (2022) ‘WELLNESS TOURISM AS FUTURE ALTERNATIVE TOURISM : STRATEGI PENGEMBANGAN WELLNESS TOURISM DI KINTAMANI’, 16(1), pp. 1–23.
[3] Kongtaveesawas, N. et al. (2022)‘Attribute Framework Validation for Wellness tourism within the Context of Thailand’.
[4] Lucky Kurniawan, L. (2018) ‘Promoting Indonesia as a Wellness tourism Destination’, KnE Social Sciences, 3(10), pp. 250–260. Available at: https://doi.org/10.18502/kss.v3i10.3378.
[5] Manalu, F.V. et al. (2024) ‘Analisis Persepsi dan Preferensi Wisatawan di Kampoeng Millenium Agropark sebagai Ruang Rekreasi dan Wisata Edukasi Pertanian’, 12(2), pp. 239–250.
[6] Nugroho, S.Q., Akiriningsih, T. and Pradipta, M.P.Y. (2024) ‘Persepsi Wisatawan Pasca Relokasi Pedagang Kaki Lima’, Sabbhata Yatra, 5(1), pp. 34–48.
[7] [7]Permanasari, D. et al. (2022) ‘Tren Industri Pariwisata 2022 2023’, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
[8] [8]Simatupang, V. et al. (2022) ‘HUMAN RESOURCES READINESS IN WELLNESS TOURISM MANAGEMENT IN THE SENIOR TOURIST MARKET SHARE IN’, 2(4), pp. 1879–1888.
[9] [9]Widarini, P.S.I., Wijaya, M. and I N, A.M. (2022) ‘Wellness and Herbal Tourism Based on Local Wisdom as an Alternative to “New Normal” Tourism’, Jurnal Komunikasi, 14(2), pp. 299–321. Available at: https://doi.org/10.24912/jk.v14i2.17568.
[10] [10]Wijaya, I.P.Y.P. and Prianthara, B.T. (2018) ‘Winter tourism in Bali: Is it possible?’, Sustainability (Switzerland), 10(10), pp. 1–10. Available at: https://doi.org/10.3390/su10103563.
Published
2025-11-05
How to Cite
Ulya, B., Minanda, H., Hulfa, I., & Ferdiansyah, L. (2025). PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP KONSEP WELLNESS TOURISM DI PULAU LOMBOK. Journal Of Responsible Tourism, 5(2), 1169-1174. https://doi.org/10.47492/jrt.v5i2.3974
Section
Articles