KONTRIBUSI PARIWISATA DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL DAN KELESTARIAN BUDAYA DESA PRINGGASELA, LOMBOK TIMUR.
Abstract
Penelitian ini mengkaji peran pariwisata dalam pembangunan ekonomi dan pelestarian budaya di Desa Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, yang ditetapkan sebagai desa wisata berbasis ekonomi kreatif oleh Pemerintah Provinsi NTB. Potensi utama desa ini terletak pada tradisi menenun serta keberagaman seni dan atraksi budaya lokal, yang kini terancam punah akibat lemahnya regenerasi dan arus modernisasi. Melalui pendekatan kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian menemukan bahwa pariwisata memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan usaha lokal, seperti sentra tenun, homestay, kuliner, serta jasa pemandu wisata. Selain itu, kehadiran wisatawan mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali melestarikan tradisi tenun dan kesenian lokal. Namun, tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, promosi digital, serta risiko komersialisasi budaya masih perlu diatasi. Diperlukan strategi berbasis partisipasi masyarakat dan prinsip pariwisata berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ekonomi, sosial, dan budaya.
References
[2] Diandra, K. H. (2024). Peran Masyarakat Lokal dalam Pengembangan Pariwisata. Jurnal abdimas Pariwisata. Vol. 5 No. 2 Tahun 2024. Hlm 82
[3] Fatihah, Winda Amalia; Idrus, Syech; Martayadi, Uwi. Peran Kelompok Wanita Penenun Ditinjau Dari Inovasi Dan Kreativitas Motif Dalam Meningkatkan Daya Tarik Wisata Di Desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Journal Of Responsible Tourism, 2025, 4.3: 875-882.
[4] Hadiwinoto, S. “Beberapa Aspek Pelestarian Warisan Budaya”. Makalah disampaikan pada Seminar Pelestarian dan Pengembangan Masjid Agung Demak, di Demak, 17 Januari 2002.
[5] Kartodirdjo. S. 1992. Tranformasi Budaya dalam Pembangun dalam Tantangan Kemanusian Universal. Yogyakarta : Kanisius
[6] Mubah, A. S. (2011). “Strategi Meningkatakan Daya Tahan Budaya Lokal dalam Menghadapi Arus Globalisasi”. Jurnal Komunikasi. Volume XXIV, No. 4/2011. Hlm. 302-308
[7] Ni Made, R. (2005). Seni Pertunjukan Bali dalam Kemasan Pariwisata (Seri Kajian Budaya).
[8] Resmawati W. I. (2014). Fungsi Gedung Taman Budaya Jawa Timur sebagai Wadah Aktifitas Seni Tradisional Jawa Timur tahun 1978-1988, eJournal Pendidikan Sejarah, 292-301
[9] Rohmi, Z., & Mahagangga, I. G. A. O. (2020). Peranan Perempuan Kelompok Sentosa Sasak Tenun di Desa Wisata Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Destinasi Pariwisata, 8(1), 45-51.Enden, T. 2021. Masa depan industri Pariwisata Kota Palangkaraya. Jurnal Penelitian UPR, 2 (23) : 45-47.
[10] Salihin, S. (2025). Pengaruh Pengembangan Pariwisata Terhadap Perekonomian Lokal di Kawasan Wisata Pantai Senggigi, Lombok. Tourism and Hospitality Research, 1(1), 01-08.
[11] Suryadmaja, G. (2025). Potensi Seni Gendang Beleq Dalam Penguatan Pariwisata di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Journal of Modern Social and Humanities, 1(1), 13-23.











