DAMPAK PARIWISTA TERHADAP PRUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DI SELONG BELANAK KEC. PRAYA BARAT KAB. LOMBOK TENGAH
Abstract
Sebelum adanya pariwisata di Desa Selong belanak kehidupan sosial masyarakat masih kental dengan silaturrahminya dan kegiatan saling tolong menolong seperti gotong royong masih tetap dilaksanakan dan masyarakat berantusias untuk mengikuti kegiatan tersebut. Pariwiasata dapat mengakibatkan perubahan pola atau tata nilai kehidupan masyarakat yang menyangkut berbagai perubahan sosial, perilaku, agama, moral dan bahasa. Perubahan sikap dan gaya hidup pada masyarakat terlihat dari perilaku mereka yang cenderung menjadi konsumtif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan, bersifat deskrptif kualitatif, dimana penelitian yang akan mengkahasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang yang di perlukan dan dapat diamati. Dampak pariwisata terhadap perubahan sosial masyarakat di Desa Selong belanak mencakup dua aspek utama: interaksi sosial dan gaya hidup. Berkurangnya budaya gotong royong diakibatkan karena sudah banyak masyarakat sudah bekerja unuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Meskipun persaingan ini dapat memberikan manfaat ekonomi masyarakat selong belanak, namun hal ini juga dapat mengurangi solidaritas sosial yang sebelumnya kuat di masyarakat. Dampak pariwisata dalam kehidupan masyarakat Terjadi perubahan gaya hidup dari segi makanan, cara berpakaian dan perilaku. Perubahan dari segi makanan Sekarang ini banyak bermunculan berbagai produk baik itu makanan atau minuman dari mancanegara sehingga banyak penduduk di Desa Selong belanak yang kemudian beralih dari makanan tradisional ke makanan modern atau siap saji, beberapa makanan asing siap saji seperti ayam goreng, steak, pizza dan burger dan aneka makanan lain. Akan tetapi masyarakat Selong belanak bisa membuka warung makan maupun restoran untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Sehingga masyarakat bisa meningkatakan pendapatan ekonominya. Perubahan dari segi penampilan Sekarang ini banyak masyarakat Selong Belanak mengikuti fashion wisatawan asing. Terutama di kalangan remaja seperti merubah warna asli rambutnya, bertato, memakai pakaian yang tidak sopan. Akan tetapi juga memberikan dampak positif seperti menggunakan pakain yang rapi bagi masyarakat yang bekerja di hotel dan travel dan meningkatkan rasa percaya diri. Perubahan dari segi perilaku Setelah adanya pariwisata gaya hidup yang ditonjolkan saat ini sudah banyak yang mencerminkan gaya hidup bangsa asing dari pada menunjukkan keaslian budaya. Selain itu dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat seperti mengikuti kebiasaan baik wisatawan, mengunakan bahasa yang sopan dan santun dan menambahkan wawasan tentang budaya luar.
References
[2] Abdulsyani, Sosiologi Skematika, Teori Dan Terapan, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2018.
[3] A. Muri Yusuf, Metode Penelitian:Kuantitatif, Kualitatif Dan Penelitian
[4] Gabungan, Jakarta: Kencana, 2014.
[5] Afifuddin dan Beni Ahmad Saebani, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Pustaka Setia, 2012.
[6] Ashari Rillafi Fisikawati Dkk.”Mengembangkan Sikap Religious Untuk Mengurangi Individualism Pada Siswa Di Zaman Global”, Prosiding
[7] Seminar Nasional, 2018.
[8] Akhmad Bories Yasin Abdillah Dkk, “Dampak Pengembangan Pariwisata Terhdap Kehidupan Masyarakat Lokal Di Kawasan Wisata”,Jurnal
[9] Administrasi Bisnis, Vol. 30, No. 1, Januari 2016.
[10] Ayuni Dkk, “Perubahan Gaya Hidup Mahasiswa Unuversitas Abdurachman Saleh Kota Situbondo (Studi Kasus: Perilaku Konsumtif Mahasisiwa Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Angkatan 2014 Dalam Menggunakan Kosmetik Branded”, Jurnal Pendidikan Ekonomi, Vol 13, No, 1, 2019.
[11] Basrowi, Pengantar Sosiologi, Bogor: Ghalia Indonesia, 2014, Cet Ke-2.
[12] Beni Ahmad Saebani. Pengantar Antropologi (Bandung: CV Pustaka Setia, 2012), 137.
[13] Budi Shantika Dan I Gusti Agung Oka Mahagganga, “Dampak Perkembangan Pariwisata terhadap Kondisi Soaial Ekonomi Masyarakat Di Pulau Nusa Lembongan”, Jurnal Destinasi Pariwisata, Vol. 6, No. 1, 2018.
[14] Creswell, John W. "Research design: pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed." (2012).
[15] Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Dalam Https://Www.Disbudpar.Ntbprov.Go.Id/, Diakses Tanggal 6 Desember 2019. .
[16] I Gusti Bagus Arjana, Geografi Pariwisatadan Ekonomi Kreatif, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2016.
[17] Juliana Lumintang, “Pengaruh Perubahan Sosial Terhadap Kemajuan Pembangunan Masyarakat Di Desa Tara-Tara I”, Acta Diurnal, Vol. IV, No. 2, 2016.
[18] Riza Arizona, “Analisis Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Ekonomi Islam”, (Skripsi,
[19] FEBI UIN Raden Intan Lampung, Lampung, 2018)
[20] Rudi Biantaro Dan Samsul Ma’rif, Pengaruh Pariwisata Terhadap Karakteristik Sosial Ekonomi Masyarakat Pada Kawasan Objek Wisata Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jurnal Teknik PWK, Vol. 3, No. 4, 2014.
[21] Saryani, “Hubungan Pariwisata Dan Perubahan Sosial Masyarakat Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta”, Jurnal Media Wisata, Vol. 13, No. 2, 2015.
[22] Salim, Agus. Perubahan sosial: sketsa teori dan refleksi metodologi kasus Indonesia. PT. Tiara Wacana, 2002.
[23] Sugiyono, Memahami Penelitian Kuantitatif, Bandung: Alfabeta, 2012.
[24] Suherli, S. (2021). Dampak Pariwisata Terhadap Aspek Sosial Ekonomi Masyarakat Di Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau (Studi Kasus Pantai Indah Sergang Laut) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau).
[25] Soemardjan, Selo. "Perubahan sosial di Yogyakarta." (1990).Virgin Ningrum Fatnar Dan Choirun Anam, “Kemampuan Interaksi Sosial Antara Remaja Yang Tinggal Di Pondok Pesantren Dengan Yang Tinggal Bersama Keluarga”, Jurnal Fakultas Psikologi, Vol. 2, No. 2, Desember 2014.











