STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA PENGEMBUR BERBASIS POTENSI LOKAL DI PENGEMBUR KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi wisata di Desa Wisata Pengembur serta menganalisis strategi pengembangan desa wisata terhadap potensi lokal Desa Pengembur Kecamatan Pujut Lombok Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang melibatkan 12 narasumber sebagai informan utam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi meliputi kurangnya inisiatif dan pemanfaatan potensi yang ada, yang terlihat dari kondisi 4A (aksesibilitas, atraksi, amenitas, ancillary) yang belum tersentuh. Aksesibilitas menuju desa kurang memadai, atraksi wisata tidak menarik, fasilitas penginapan dan layanan dasar bagi wisatawan tidak tersedia, serta masyarakat dan pengelola desa belum siap dalam mengembangkan potensi wisata. Kurangnya pengetahuan dan inisiatif untuk mengenali dan mengembangkan potensi wisata, ditambah rendahnya anggaran dan kesiapan masyarakat, menjadi kendala signifikan. Rendahnya pelatihan dan edukasi pariwisata mengakibatkan kurangnya keterampilan penduduk dalam mendukung industri wisata, sehingga peluang peningkatan ekonomi desa tidak terealisasi. Penelitian ini menyoroti perlunya langkah konkret seperti pelatihan masyarakat, pengembangan inisiatif lokal, pengelolaan anggaran yang efisien, rencana strategis jangka panjang, dan pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi tantangan tersebut. Dengan langkah- langkah ini, Desa Wisata Pengembur berpotensi berkembang menjadi destinasi wisata yang kompetitif.
References
[2] Ariani, D. (2017). Pelatihan dan Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat. Jurnal Pariwisata Indonesia.
[3] Awal Kasian (2019). Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Desa Selong Belanak, Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat.
[4] Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2019). Rencana Induk Pariwisata Berkelanjutan Pulau Lombok 2015.
[5] Brahmanto, E., Hermawan, H., & Hamzah, F. (2017). Strategi Pengembangan Kampung Batu Malakasari Sebagai Daya Tarik Wisata Minat Khusus. Jurnal Media Wisata, 15 (2), 588–600..
[6] Buckley, R. (2012). Sustainable tourism: Research and reality. Annals of Tourism Research, 39(2), 528-546
[7] Darmaja Sugisna, I Gede, dkk. (2013). Potensi Daya Tarik Wisata di Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Laporan Penelitian Lapangan I Fakultas Pariwisata Universita Udayana.
[8] Diharto, A. K., Ismail, Y., Iriantini, D. B., Wijaya, U., & Murtadlo, M. B. (2018). The Role of Community Based Tourism Based on Local Wisdom Using Online. International Journal of Civil Engineering and Technology, 9 (2), 908– 915..
[9] Dwiputra, R. (2013). Preferensi Wisatawan Terhadap Sarana Wisata Di Kawasan Wisata Alam Erupsi Merapi. Journal of Regional and City Planning, 24 (1), 35– 48.
[10] E-Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 7 / No.2, Desember 2012. 20. https://gerokgak.bulelengkab.go.id/ diakses pada tanggal 25 Mei 2015 21.
[11] https://id.wikipedia.org/diakses pada tanggal 5 Juni 2015
[12]
[13] Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
[14] Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi. Bandung:











