KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF DAN MOTIVASI KERJA SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASSET DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT
Abstract
Kinerja pegawai merupakan faktor kunci keberhasilan organisasi, termasuk di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lombok Barat. Peningkatan kinerja di BPKAD sangat penting karena berpengaruh pada efisiensi pengelolaan keuangan dan optimalisasi aset daerah. Dua faktor utama yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah kepemimpinan yang efektif dan motivasi kerja. Kepemimpinan yang efektif berperan dalam menciptakan visi, memberi arah, dan memotivasi pegawai untuk mencapai tujuan organisasi. Gaya kepemimpinan yang baik dapat meningkatkan kepuasan kerja dan mendorong kinerja pegawai. Sebaliknya, kepemimpinan yang kurang baik dapat menurunkan semangat kerja dan menghambat kinerja pegawai. Motivasi kerja juga penting, karena mempengaruhi semangat dan komitmen pegawai dalam menjalankan tugas. Pegawai yang termotivasi cenderung lebih produktif, inovatif, dan berkomitmen terhadap pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh kepemimpinan yang efektif dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai di BPKAD Kabupaten Lombok Barat. Dengan memahami pengaruh kedua faktor ini, dapat ditemukan strategi yang efektif untuk meningkatkan kinerja pegawai, yang pada akhirnya akan mendukung pengelolaan keuangan dan aset daerah serta pembangunan di Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori kuantitatif yang menggunakan kuesioner dengan skala Likert sebagai alat pengumpulan data. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian diharapkan dapat dipublikasikan di jurnal ilmiah nasional.
References
[2] Fadillah Bayu, Handoyo Djoko Dan Agung Budiatmo. 2013. “Pengaruh Motivasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan Melalui Kepuasan Kerja Karyawan Produksi Bagian Jamu Tradisional Unit Kaligawe PT. Njonja Meneer Semarang”. Diponegoro Journal Of Social And Politic Tahun 2013, Hal. 1-9.
[3] Kridianto, Bayu dan Nurhajati. Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia Dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pariwisata Kota Batu. Jurnal Ilmu Manajemen (JIMMU) Universitas Negeri Malang. Vol 2 (2). Pp 85-97.
[4] Liden, R.C. Et Al. 2015. Servant Leadership: Validation Of A Short Form Of The Sl-28, Leadership Quarterly, 26(2), Pp. 254–269. Doi:10.1016/J.Leaqua.2014.12.002.
[5] Malayu, SP, Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: PT Bumi Aksara,2017, 10.
[6] Republik Indonesia. 2022. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Jakarta.
[7] Robbins, P. Stephen. 2006. Perilaku Organisasi. Edisi Sepuluh. Erlangga. Jakarta.
[8] Rozalia, N.A. Utami, H.N. Ruhana, I. 2015. ‘Pengaruh Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan ( Studi Kasus Pada Karyawan PT . Pattindo Malang )’, Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 26(2).
[9] Siregar, Sahat. 2009. Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Kasus Pada Dinas Perhubungan Kota Medan).
[10] Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
[11] Sugiyono. 2012. Memahami Penelitian Kualitatif”. Bandung :ALFABETA.
[12] Sulistiyani, Ambar T dan Rosidah. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia: Konsep, teori dan Pengembangan dalam Konteks Organisasi Publik. Yogyakarta: Graha Ilmu.
[13] Sudarwan Danim, 2004. Motivasi Kepemimpinan dan Efektivitas Kelompok, Rineka Cipta, Jakarta.
[14] Delti, (2015) Pengaruh Kpemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Trubaindo Coal Mining Di Kabupaten Kutai Barat. ejournal Ilmu Administrasi Bisnis. Vol.3. No. 2. Hal. 33.











