STRATEGI PERENCANAAN PARIWISATA PERKOTAAN MENGGUNAKAN MODEL SOAR: STUDI KASUS KOTA MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT
Abstract
Pertumbuhan sektor pariwisata global pascapandemi telah mendorong perubahan paradigma menuju wisata berbasis pengalaman, termasuk di kawasan timur Indonesia seperti Kota Mataram, NTB. Meskipun memiliki posisi strategis dan potensi budaya yang kuat, perencanaan pariwisata Kota Mataram masih terfragmentasi dan belum terintegrasi secara kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan pariwisata perkotaan berbasis model SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) sebagai alternatif perencanaan yang lebih inklusif dan partisipatif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan eksploratif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD) selama periode 2022–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model SOAR efektif dalam mengidentifikasi kekuatan lokal seperti budaya, infrastruktur, dan keterlibatan komunitas; peluang eksternal seperti tren wisata halal dan digitalisasi; serta aspirasi kolektif untuk menjadikan Mataram sebagai pusat wisata urban berbasis nilai lokal. Dimensi “results” menghasilkan indikator strategis berupa peningkatan kunjungan wisatawan, pertumbuhan ekonomi kreatif, dan penguatan identitas kota. Temuan ini mengonfirmasi bahwa SOAR dapat menjadi pendekatan strategis transformatif dalam pembangunan pariwisata perkotaan yang berorientasi masa depan. Implikasi praktisnya mencakup integrasi hasil analisis SOAR ke dalam kebijakan daerah dan penguatan koordinasi lintas sektor. Secara teoritis, penelitian ini memperluas aplikasi model SOAR dalam konteks perencanaan destinasi di wilayah berkembang dan menegaskan relevansinya dalam membangun strategi pariwisata yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan











