PENGARUH FASILITAS PARIWISATA TERHADAP TINGKAT KUNJUNGAN WISATAWAN MAKAM MEDANA DI LOMBOK UTARA
Abstract
Studi dalam penelitian ini mengenai Pengaruh Fasilitas Pariwisata terhadap Tingkat Kunjungan Wisatawan Makam Medana di Lombok Utara. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini yaitu :1)Apa sajakah Fasilitas Pariwisata Makam Medana Di Lombok Utara.2)Bagaimakah Pengaruh Fasilitas terhadap Tingkat Kunjungan Wisatawan Makam Medana di Lombok Utara. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengidentifikasi fasilitas pariwisata dan Bagaima pengaruh fasilitas pariwisata terhadap tingkat kunjungan wisatawan makam medana. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan dengan metode observasi, menyebarkan lembar kuesioner dan dokumentasi. populasi seluruh pengunjung yang datang, Desa Medana. Sampel sebanyak 93 responden dipilih secara purposive sampling. Metode pengumpulan data meliputi observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Variabel dependen adalah Tingkat Kunjungan Wisatawan (Y), sementara variabel independen adalah Fasilitas Pariwisata (X), diukur menggunakan skala Likert. Dari Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara fasilitas wisata dan tingkat kunjungan wisatawan, dengan nilai thitung 16,587> ttabel 1,661. Koefisien regresi positif menunjukkan bahwa peningkatan fasilitas akan meningkatkan kunjungan wisatawan, sesuai dengan teori pemasaran yang menyatakan bahwa fasilitas yang memadai meningkatkan kepuasan wisatawan. Pengaruh fasilitas wisata di Makam Medana diharapkan dapat meningkatkan daya tarik destinasi, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal, dan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Rekomendasi untuk pemerintah daerah dan pengelola destinasi adalah untuk terus meningkatkan fasilitas wisata guna mendukung
References
[2] KABUPATEN LOMBOK UTARA." Journal Of Responsible Tourism 2.2 (2022): 403-414.
[3] Butler, R. (Ed.). (2006). The tourism area life cycle (Vol. 1). Channel view publications.
[4] Citrawani. (2019). Pengaruh Fasilitas Objek Wisata Terhadap Kunjungan Wisatawan Pada Objek Wisata Pantai Topejawa Kabupaten Takalar. Unibersitas Muhammadiyah Makassar.
[5] Farhan, Muhammad Shaquel. "Pengaruh Fasilitas Terhadap Kepuasan Pengunjung Di Objek Wisata Ngalau Indah Kota Payakumbuh." Jurnal Pendidikan Tambusai 5.3 (2021): 9820-9827.
[6] Juniarti, K., & Napitu, U. (2023). Persepsi Masyarakat Kristen Terhadap Keberadaan Wisata Religi Umat Islam (Study Deskriptif Wisata Religi Makam Syekh Papan Tinggi Desa Pananggahan Kec. Barus Kab. Tapanuli Tengah). Jurnal PIPS Terpadu, 1(1), 18-26.
[7] Kim, H., & Lee, S. (2019). The impact of tourism facilities on tourist satisfaction and destination loyalty: The case of South Korea. Journal of Destination Marketing & Management, 12, 1-8.
[8] Kotler dan Keller. (2009). Manajemen Pemasaran. Jilid 1. Edisi ke 13 Jakarta
[9] Kotler, P., Bowen, J. T., & Makens, J. C. (2014). Marketing for hospitality and tourism. Pearson Higher Ed.
[10] Kusnadi, Y. (2019). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Kota Bandung.
[11] Jurnal Pariwisata, 4(2), 1-10.
[12] Kusuma, I. G. A. (2018). Pengembangan Wisata Alternatif di Bali. Jurnal Pariwisata, 23(1), 1-10. Lumapelemey, I., Papilaya, J., & Rehatta, G. (2024). Pengaruh Fasilitas Wisata Terhadap Kunjungan
[13] Wisatawan di Danau Tapala, Desa Hatunuru, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti, 3(1), 108-119.
[14] Munar, A. M., & Jacobsen, J. K. S. (2014). Motivations for sharing tourism experiences through social media. Tourism management, 43, 46-54.
[15] Nasution, L., Anom, S., & Karim, A. (2020). Pengaruh Program Sapta Pesona Dan Fasilitas Terhadaptingkat Kunjungan Objek Wisata T-Gardendi Kecamatan Deli Tua Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Darma Agung, 28(2), 211-230.
[16] Pizam, A., & Mansfeld, Y. (2014). Tourism, security and safety: From theory to practice. Butterworth- Heinemann.
[17] Prasetyo, A. (2020). Potensi Wisata Alternatif di Indonesia. Jurnal Pariwisata, 25(2), 89-98.
[18] Prasetyo, A. (2021). Tren Kunjungan Wisatawan Pasca Pandemi COVID-19. Jurnal Pariwisata, 6(1), 20-30.
[19] Sari, Alita Novita, and Hijriyantomi Suyuthie. "Pengaruh Fasilitas terhadap Minat Berkunjung Wisatawan di Objek Wisata Pulau Angso Duo Pariaman." Jurnal Pendidikan Tambusai 6.1 (2022): 1130-1134.
[20] Sari, D. P. (2019). Dampak Wisata Alternatif terhadap Masyarakat Setempat. Jurnal Pariwisata, 24(1), 45-54.
[21] Sari, D. P. (2020). Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Sektor Pariwisata di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 5(2), 1-10.
[22] Setiawan, A. (2021). Perkembangan Wisata Alternatif Pasca 2019. Jurnal Pariwisata, 26(1), 23-32.
[23] Sidiq, Siti Sofro, and Ahmad Huda. (2015). Pengelolaan Fasilitas Objek Wisata Cagar Budaya Makam Raja Kecik di Desa Buantan Besar Kabupaten Siak. Diss. Riau University.
[24] Spillane, James J. Pariwisata Indonesia: siasat ekonomi dan rekayasa kebudayaan. Vol. 5. Kanisius, 1994.
[25] Sukariyanto, I. Gede Made, I. Nyoman Darma Putra, and Ida Bagus Gde Puja Astawa.
[26] "MEMPERTIMBANGKAN" SENSE OF PLACE" MASYARAKAT LOKAL DAN WISATAWAN DALAM MEMBANGUN KAWASAN WISATA SANUR." Humantech: Jurnal
[27] Ilmiah Multidisiplin Indonesia 2.5 (2023): 914-926.
[28] Sukma, S. T. I. M. (2018) "Pengaruh Fasilitas Terhadap Kepuasan Wisatawan Pada Objek Wisata Konservasi Gajah Kabupaten Aceh Jaya."
[29] Taning, Ni Putu, et al. "Pengaruh Fasilitas Wisata Terhadap Kepuasan Wisatawan Pada Destinasi Wisata Alam Aik Nyet Desa Buwun Sejati." Journal of Responsible Tourism 2.2 (2022): 379- 392.
[30] Wiyana, Tri. "Pengaruh Fasilitas Wisatawan Terhadap Motivasi Kunjungan Wisatawan (Studi Kasus Kunjungan Wisatawan Kota Solo)." Jurnal Hospitality dan Pariwisata 3.2 (2018).
[31] World Tourism Organization. (2018). UNWTO Tourism Highlights, 2018 Edition. Madrid: World Tourism Organization.











