PENGEMBANGAN PRODUK BUDAYA SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI DESA WISATA KEBON AYU KECAMATAN GERUNG
Abstract
Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengembangan produk budaya Sebagai Daya tarik Wisata, Desa Wisata Kebon Ayu Kecamatan Gerung. Melalui pengembagan ini diharapkan mampu mengidentifikasi potensi, menganalisis, dan mengembangkan produk budaya Sebagai Daya tarik Wisata yang berkelanjutan. Tujuan Khusus Untuk mendeskripsikan potensi-potensi produk budaya Sebagai Daya tarik Wisata Desa Wisata Kebon Ayu Kecamatan Gerung. Untuk menganalisis dan mendeskripsikan pengembangan produk budaya Sebagai Daya tarik Wisata di Desa Wisata Kebon Ayu Kecamatan Gerung. penelitian ini dilakukan di Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan unit analisis tokoh masyarakat desa kebon ayu hasil penelitian menunjukan Produk budaya di Desa Kebon Ayu , ada beberapa produk budaya yang ada antara lain memiliki paguyuban peresean mawar melati, gamelan mawar melati, kegiatan nyelametan gumi, situs makam anak iwoq dan kerajinan tenun khas kebon ayu, Pengembangan produk budaya sebagai daya tarik wisata di Desa Kebon Ayu antara lain Pelestarian Budaya Melalui Pelatihan Kesenian, Peran Paguyuban Putra Kawangan, Dukungan Pembinaan dari Pemerintah Daerah, Event Budaya dan Ritual Keagamaan dan Tantangan dalam Pengembangan Potensi Budaya.
References
[2] Bambang sunaryo. 2013. kebijakan pembangunan destinasi pariwisata konsep dan aplikasinya di indonesia. yogyakarta: gava media
[3] Bonita M. Kolb. 2006. tourism marketing for cities and towns: using branding and events to attract tourism. elsevier/butterworth-heinemann.isbn 075067945x, 9780750679459.
[4] Buhalis, Dimitros. 2000. Marketing The Competitive Destination of The Future. Tourism. Journal of Management. Volume 21, Issue 1.
[5] Chaerunissa, s. f., & yuningsih, t. (2020). analisis komponen pengembangan pariwisata Desa wisata wonolopo kota semarang. journal of public policy and management review, 9(4), 159-175.
[6] Cooper, dkk. “Tourism Principles and Practice Second edition.” United States of America: Longman, 2000
[7] Fadjarajani, S. Indrianeu, T. & Balasa Singkawijaya, E. 2021 Analisis Potensi Pariwisata di Kabupaten Cianjur Jurnal Geografi Vol. 19 No. 1
[8] Gumelar, S Sastrayuda. 2010. Konsep Pengembangan Kawasan Agrowisata (Hand Out Mata Kuliah Concept Resort and Leisure).
[9] Hadiwijoyo, Surya Sakti. 2012. Perencanaan Pariwisata Perdesaan Berbasis. Masyarakat (Sebuah Pendekatan Konsep). Yogyakarta : Graha Ilmu.
[10] Ismayanti, (2013). pengantar pariwisata, jakarta: grasindo, halaman 51
[11] Lexy, J Moleong. (2008) Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosdakarya
[12] Miles, M. B. & Huberman, M. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia
[13] Muljadi, 2012, kepariwisataan dan perjalanan, jakarta : pt raja grafindo persada
[14] Nuryanti, Wiendu. 1993. Concept, Perspectiveand Challenges: Bagian Dari Laporan Koferensi Internasional Mangenai Pariwisata Budaya. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
[15] Sesotyaningtyas, m., & manaf, a. (2015). analysis of sustainable tourism village development at kutoharjo village, kendal regency of central java. procedia-social and behavioral sciences, 184, 273-280.
[16] Soetarso, p., dan mulyadin r.m., (2013). pembangunan Desa wisata: pelaksanaan undang-undang otonomi daerah. jurnal, halaman 38.
[17] Suansri, potjana. (2003). community based tourism handbook. thailand : rest PROJECT
[18] Sudibya S 2018 Wisata Desa dan Desa Wisata Jurnal Bappeda Litbang Vol. 1, No. 1
[19] Sugiama, A. G. (2011). Ecotourism : Pengembangan Pariwisata berbasis konservasi alam. Guardaya Intimarta











