PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS BUDAYA DI DESA KETARA KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Abstract
Desa Ketara merupakan Desa yang sampai saat ini masih mempertahankan budaya asli suku Sasak yang diwariskan secara turun-temurun mulai dari adat istiadat, kesenian, hingga kerajinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan desa wisata berbabis budaya dan untuk menganalisis strategi pengembangan potensi desa wisata berbaris budaya di Desa Ketara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan Historis dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa potensi budaya yang ada di Desa Ketara meliputi potensi adat perkawinan suku sasak, potensi kesenian, potensi kerajinan, potensi berbahasa, dan potensi alam. Selain itu juga ada beberapa strategi pengembangan yang dirancang berdasarkan hasil analisis SWOT. Dari hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan beberapa strategi pengembangan berdasarkan matriks SWOT seperti memperkuat pola pertanian tradisional, melakukan promosi digital, pengelolaan media diital, dan peningkatan kualitas pelayanan.
References
[2] Alhamid, T. & Anufia, B. (2019). Instrumen Pengumpulan Data. (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, 2019) Diakses dari https://www.semanticscholar.org/paper/INSTRUMEN-PENGUMPULAN-DATA-Anufia-Alhamid/92c41a61b26b6a1c9d9d18e789a1a6306d7a1dc8
[3] Butler, R. W. (1980). The concept of a tourist area cycle of evolution: Implications for management of resources. Canadian Geographer/Le Géographe canadien, 24(1), 5-12.
[4] Clemmens, D. (2003). Adolescent motherhood: a meta-synthesis of qualitative Studies. Anerican Journal of Maternal Child Nursing, 28(2), 93-9.
[5] Creswell, J. W., & Garrett, A. L. (2008). The “movement” of mixed methods research and the role of educators. South African journal of education, 28(3), 321-333.
[6] Creswell, J. W. (2010). Mapping the developing landscape of mixed methods research. SAGE handbook of mixed methods in social & behavioral research, 2(0), 45-68.
[7] Cooper, N., Sutton, A and Abrams, K. (2002). Decision analytic economic model-ling within a Bayesian framework: application to prophylactic antibiotics use for caesarean section. Statistical Methods in Medical Research, 11, 491-512.
[8] Rahmatillah, T. P., Insyan, O., Nurafifah, N., & Hirsan, F. P. (2019). Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Wisata Alam dan Budaya Sebagai Media Promosi Desa Sangiang. Jurnal Planoearth, 4(2), 111-116.
[9] Rangkuti, F. (2014). Analisis SWOT: teknik membedah kasus bisnis cara perhitungan bobot rating dan OCAI.
[10] Hilmansyah, E. S. (2021). Strategi pengembangan desa wisata budaya di desa setanggor kecamatan praya barat kabupaten lombok tengah (Doctoral dissertation, UIN Mataram).
[11] KBBI Daring. 2016. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. https://kbbi.kemdikbud.go.id/
[12] Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi (Rineka Cipta: Jakarta, 2009), 144.
[13] Komariah, N., Saepudin, E., & Yusup, P. M. (2018). Pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal. Jurnal Pariwisata Pesona, 3(2), 158-174.
[14] Larasaty, I. (2021). Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Budaya di Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya (Doctoral dissertation, Institut Seni Indonesia Yogyakarta).
[15] Larasati, N. K. R., & Rahmawati, D. (2017). Strategi Pengembangan Pariwisata Budaya yang Berkelanjutan Pada Kampung Lawas Maspati, Surabaya. Jurnal Teknik ITS, 6(2), C183-C187.











