KARAKTERISTIK PETANI UBI JALAR (HIFERE) DI KAMPUNG WIAIMA DISTRIK ASOLOKOBAL KABUPATEN JAYAWIJAYA PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN INDONESIA
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik petani (hifere) sebutan masyarakat wamena untuk ubi jalar di Kampung Wiaima Distrik Asolokobal Kabupaten Jayawijaya. Lokasi penelitian dipilih secara purposive sampling dimana lokasinya dipilih sengaja. Untuk penentuan sampel peneliti menggunakan metode pengambilan sampel purposive sampling dengan kriteria yaitu dimana semua petani yang melakukan usahatani ubi jalar yang berada Kampung Wiaima Distrik Asolokobal Kabupaten Jayawijaya. Jumlah petani yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 40 orang dimana petani ini adalah petani yang aktif dalam kelompok tani yang melakukan budidaya buah manggis. Untuk mengetahui karakteristik petani dilakukan analisis deskriptif. Sehingga peneliti dapat mengetahui bagaimana karakteristik petani ubi jalar di Kampung Wiaima Distrik Asolokobal Kabupaten Jayawijaya. Karakteristik petani yang dijadikan parameter antara lain adalah : usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin, jumlah tanggungan keluarga, masa domisili dan lama berusahatani. Dari hasil yang diperoleh dalam penelitian diketahui bahwa rata-rata umur dari petani yang melakukan usahatani ubi jalar antara 50 – 60 tahun berjumlah 22 orang atau 55%, untuk tingkatan pendidikan rata –rata petani ialah tidak bersekolah dengan jumlah 26 orang 65% responden tidak pernah bersekolah di pendidikan formal. Jenis kelamin petani ubi jalar semuanya berjenis kelamin perempuan dikarenakan sistem budaya maupun tradisi masyarakat yang berlaku tugas wanita menanam ubi jalar merawatnya hingga panen. Jumlah tanggungan rata – rata responden dari 32 orang atau 80% responden memiliki tanggungan sebanyak 7 – 9 orang anggota keluarga. Artinya 1 orang wanita atau orang wamena sebut mama bertanggung jawab memberi makanan pokok terhadap anggota keluarga berjumlah Antara 7 – 9 orang setiap harinya. Rata – rata masyarakat petani yang menjadi responden ialah masyarakat lokal atau penduduk asli yang memang sejak lahir sudah tinggal maupun berdomisili di kampung Wiaima selama ≥ 41 berjumlah 45% dari total responden dan untuk pengalaman usahatani dari ubi jalar responden telah bertani selama ≥ 41tahun
References
[2] Aprilyanti, S. (2017). Pengaruh Usia dan Masa Kerja Terhadap Produktivitas Kerja (Studi Kasus: PT. OASIS Water International Cabang Palembang). Jurnal Sistem Dan Manajemen Industri, 1(2), 68. https://doi.org/10.30656/jsmi.v1i2.413
[3] Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
[4] Heidjrachman dan Suad Husnan (Ed. 4). 1997. Manajemen Personalia. Yogyakarta: BPFE.
[5] Hoetomo, M. A., (2005). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Mitra pelajar. Surabaya.
[6] Notoatmodjo,S., (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta; Rineka Cipta
[7] Oakley, A. (1972). Sex, Gender and Society. London: Tample Smith.
[8] Purwanto, Agung dan Budi Muhammad Taftazani. 2018. Pengaruh Jumlah Tanggungan Terhadap Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Keluarga Pekerja K3L Universitas Padjajaran. Jurnal Pekerjaan Sosial, Vol. 1, No. 2, dalam https://jurnal.unpad.ac.id, diakses 12 Desember 2022.
[9] Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta
[10] Suriasumantri, Jujun S. 2009. Filsafat Ilmu : Sebuah Pengantar Populer. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan
[11] Kepala Kampung Wiaima Distrik Asolokobal
[12] Masyarakat Kampung Wiaima Distrik Asolokobal
Copyright (c) 2022 Jurnal Inovasi Penelitian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.