PELATIHAN TEKNIK PENGAMBILAN, PENGEPAKAN DAN PENGIRIMAN SPESIMEN DAHAK (SPUTUM) UNTUK DIAGNOSIS TUBERKULOSIS BAGI KADER KESEHATAN DI KELURAHAN SENDANG MULYO
Abstract
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis complex (MTBC). Strategi DOTS adalah pengawasan langsung pengobatan jangka pendek dengan keharusan setiap pengelola program tuberkulosis untuk memfokuskan perhatian (direct attention) dalam usaha menemukan penderita dengan pemeriksaan mikroskop. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan kader tentang teknik pengambilan, pengepakan dan pengiriman spesimen dahak (sputum) untuk diagnosis tuberkulosis bagi kader kesehatan di Kelurahan Sendang Mulyo. Metode: melakukan intervensi dengan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dengan memberikan penyuluhan teknik pengambilan, pengepakan dan pengiriman spesimen dahak. Hasil: terjadi peningkatan pengetahuan kader sebesar 70% dalam mengetahui tentang teknik pengambilan, pengepakan dan pengiriman spesimen dahak.
References
[2] Making, M. A., Banhae, Y. K., Aty, M. Y. V. B., Mau, Y., Abanit, Selasa, P., & Israfil. (2023). Analisa Faktor Pengetahuan Dan Sikap Dengan Perilaku Pencegahan Tb Paru Pada Kontak Serumah Selama Era New Normal Covid 19. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(1), 43–50.
[3] Susilawati, T. N., & Larasati, R. (2019). A recent update of the diagnostic methods for tuberculosis and their applicability in indonesia: A narrative review. Medical Journal of Indonesia, 28(3), 284–291.
[4] Dewi, S. W. (2021). Upaya Pengendalian Tuberkulosis dengan Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(3), 200–205.
[5] Sulidah, S. (2021). Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Pengendalian Tuberkulosis Di Wilayah Pesisir Melalui “Program Ketuk Pintu.” Jurnal Pengabdian Dharma Bakti, 1(1), 18.
[6] Arbaina, I., Sartika, F., & Rahmah, W. N. (2022). Pengaruh Lama Penanganan Sampel Sputum Tuberkulosis Terhadap Pemeriksaan Mikroskopis Bakteri Basil Tahan Asam. Borneo Journal of Medical Laboratory Technology, 5(1), 365–370.
[7] Khusuma, A., & Getas, I. W. (2023). Hubungan Tingkat Positifitas dan Prevalensi Penderita TB Melalui Program “ Gerebek T B ” di Wilayah Kerja Puskesmas Aik Mual Lombok Tengah. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, 4(1), 45–51.
[8] Kodariah, L., Murtafi’ah, N., & Baehaki, F. (2023). Pemeriksaan dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penularan penyakit tuberculosis dalam rangka menurunkan angka penularan. Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS), 6(1), 59–70.
[9] Suriani, E. (2020). Gambaran pemeriksaan hasil basil tahan asam pada penderita tuberkulosis paru sebelum dan sesudah pengobatan. Prosiding Seminar Kesehatan Perintis, 3(1), 92–97.
[10] Budiharjo, T., & Purjanto, K. A. (2016). Pengaruh Penanganan Sputum terhadap Kualitas Sputu, Penderita TBC Secara Mikroskopis Bakteri Tahan Asam. Jurnal Riset Kesehatan, 5(1), 40–44.