PSIKOEDUKASI TENTANG REGULASI DIRI PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI DESA BANDING AGUNG
Abstract
Regulasi diri memiliki pengaruh besar pada perkembangan emosional dan sosial anak khususnya pada anak bekebutuhan khusus. Regulasi atau pengendalian diri merupakan kemampuan untuk mengendalikan emosi dan prilaku mereka, untuk membangun hubungan sosial yang positif dengan orang lain. Psikoedukasi adalah treatmen yang diberikan secara professional dimana mengintergrasikan intervensi psikoterapeutik dan edukasi. Pada anak berkebutuhan khusus di Desa Banding Agung terdapat anak berkebutuhan khusus yang belum dapat meregulasi dirinya dengan baik dikarenakan belum adanya sekolah khusus serta pendidik kompeten untuk menangani anak berkebutuhan khusus. Sehingga penulis tertarik untuk memberikan psikoedukasi berupa pelatihan sederhana dalam mengerjakan tugas dan pelatihan kedisipinan. Adapun tujuan kegiatan yang meningkatkan kemampuan regulasi diri pada anak berkebutuhan khusus yang nantinya akan lebih mudah bagi mereka untuk menciptakan dorongan untuk diri sendiri dan membuktikan kompetensi yang dimiliki serta merasa puas dengan diri sendiri sehingga dapat meningkatkan minat dalam mengerjakan sesuatu dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada
References
[2] Hurlock, E.B. 2002. Psikologi Perkembangan. 5th edition. Erlanga: Jakarta.
[3] Hallahan, D.P. & Kauffman, J.M. 2006. Exceptional Learners: Introduction to Special Education 10th ed. USA: Pearson
[4] Desiningrum, D. R. 2016. Psiokologi Anak Berkebutuhan Khusus. Psikosain, 1–158.
[5] Atmaja, J. R. 2018. Pendidikan dan Bimbingan Anak Berkebutuhan Khusus. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
[6] Pradipta, Galuh Amithya. 2013. Keterlibatan Orangtua dalam Proses Mengembangkan Literasi Dini Pada Anak Usia Paud di Surabaya. Jurnal Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan. Surabaya: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Airlangga
[7] Rusdian, Cynthia. 2012.Hubungan antara Psychological Well-being dan Keterlibatan Orang Tua dalam Pendidikan Anak Disabilitas Intelektual Usia Kanak-kanak (4-11 Tahun). Psikologi. Universitas Indonesia. Depok